Logo BeritaSatu

Anggota DPR Kumpulkan Donasi untuk Keluarga Korban Gagal Ginjal Akut

Rabu, 25 Januari 2023 | 21:59 WIB
Oleh : Yustinus Paat / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Ketua Komisi IX DPR, Charles Honoris menyayangkan langkah pemerintah yang hingga saat ini belum memberikan santunan kepada keluarga korban gagal ginjal akut pada anak (GGAPA).

Karena itu, Komisi IX DPR menginisiasi pengumpulan uang untuk membantu keluarga korban GGAPA agar meringankan beban mereka.

Advertisement

Hal ini disampaikan Charles setelah mendengarkan keluhan dan aspirasi dari Tim Advokasi untuk Kemanusiaan bersama dengan keluarga korban GGAPA saat audiensi dengan dengan Komisi IX DPR RI, di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (25/1/2023).

Awalnya, usulan tersebut disampaikan oleh Anggota Komisi IX Saleh Partaonan Daulay yang bersedia memberikan sumbangan sebesar Rp 20 juta. Sebagai pimpinan sidang, Charles menyambut baik usulan Saleh dan menyumbang Rp 50 juta untuk keluarga korban GGAPA.

"Tadi Pak Saleh sudah memulai inisiasi sebesar Rp 20 juta dan saya sendiri akan ikut bantu Rp 50 juta dan teman-teman nanti pasti akan ikut gotong royong, kita akan serahkan pada tim untuk bisa digunakan untuk meringankan beban dari keluarga yang sedang berjuang saat ini," ujar Charles.

DPR, kata Charles juga mendesak Pemerintah agar mengambil tindakan tegas dalam menyelesaikan kasus gagal ginjal akut. Termasuk, kata dia, mendesak Kemenkes agar memberikan santunan kepada para korban sebagaimana hasil kesepakatan rapat kerja DPR dengan pemerintah pada 2 November 2022 lalu.

"Kami sekali lagi dalam rapat dengan Kemenkes akan meminta Menteri Kesehatan untuk menjalankan komitmen yang sudah pernah dibuat di rapat pada 2 November yang sudah menjadi kesimpulan dalam rapat di Komisi IX, di mana Kemenkes akan memberikan santunan dan memberikan biaya pengobatan kepada seluruh korban gagal akut. Ini akan menjadi komitmen kami," tegas Charles.

Selain itu, kata Charles, DPR sepakat dengan keluarga korban bahwa negara harus bertanggung jawab dalam kasus ini. Karena itu, negara harus menuntaskan permasalahan tersebut serta bisa menjamin kesehatan dan keamanan obat dan makanan bagi rakyatnya.

"Kita semua Komisi IX sepakat bahwa negara harus bertanggung jawab, bahwa kejadian ini adalah tanggung jawab negara, karena negara adalah pihak yang memiliki perangkat untuk memastikan bahwa masyarakat bisa mengkonsumsi obat-obatan dan makanan secara aman tetapi ini tidak dilakukan dengan baik," pungkas Charles.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Jadi Ketua ASEAN 2023, Jokowi: Ini Fokus Indonesia

Indonesia kembali menjadi ketua ASEAN tahun 2023 di tengah rivalitas antarnegara yang semakin tajam. Presiden Jokowi menegaskan, dalam kepemimpinan di ASEAN

NEWS | 31 Januari 2023

Keluarga Ungkap Sosok Selvi, Mahasiswi Korban Tabrak Lari di Cianjur

Eva Patimah, bibi mahasiswi Cianjur Selvi Amelia Nuraini, mengungkap sosok ponakannya yang menjadi korban tabrak lari di Cianjur

NEWS | 31 Januari 2023

Minyakita Langka di Rangkasbitung, Harga Naik Rp 1.000

Minyak goreng Minyakita sudah tidak lagi ditemukan di sejumlah pasar tradisional yang ada di wilayah Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten.

NEWS | 31 Januari 2023

Bareskrim Polri Berhasil Tangkap DPO Kasus Narkoba dari Malaysia

Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri berhasil menangkap satu daftar pencarian orang (DPO) atas nama Akbar Antoni (AA) dari Malaysia

NEWS | 31 Januari 2023

Ganjar Ingin NU Terus Berkontribusi dalam Perkuat Kehidupan Berbangsa

Ganjar Pranowo ingin Nahdlatul Ulama atau NU terus berkontribusi dalam memperkuat kehidupan berbangsa.

NEWS | 31 Januari 2023

Presiden Jokowi Mengaku Heran Ditanya Reshuffle Terus

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku heran mendapat pertanyaan tentang reshuffle kabbinet  setiap kali bertemu wartawan.

NEWS | 31 Januari 2023

Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Ribuan Botol Miras Ilegal

Kantor Bea Cukai Kalbagbar di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, berhasil mengagalkan penyelundupan puluhan ribu botol minuman keras (miras) ilegal tanpa cukai.

NEWS | 31 Januari 2023

Polda Jabar Tak Kaitkan Skandal Kompol D dalam Kasus Kecelakaan di Cianjur

Polda Jabar tak mengaitkan skandal Kompol D dalam penyidikan kasus kecelakaan di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

NEWS | 31 Januari 2023

Selingkuh Sejak April 2022, Kompol D Ditahan

Fadil Imran mengatakan, Kompol D yang terlibat kasus perselingkuhan telah ditahan. Kompol D selingkuh sejak April 2022 dengan wanita berinisial N.

NEWS | 31 Januari 2023

Hadapi Tantangan Era 4.0, Polri Perlu Restrukturisasi dan Reposisi

Direktur Lingkar Peduli Anak Negeri (Lingkar Puan), Andre M Pelawi mengatakan Polri perlu melakukan restrukturisasi dan reposisi di era 4.0.

NEWS | 31 Januari 2023


TAG POPULER

# Serial Killer


# Mahasiswa UI Ditabrak


# Tukang Becak Bobol BCA


# Biaya Haji 2023


# Pembunuhan di Depok


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Kisah Bocah Perempuan 11 Tahun Lolos dari Penculikan di Semarang

Kisah Bocah Perempuan 11 Tahun Lolos dari Penculikan di Semarang

NEWS | 40 detik yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE