Banjir Manado dan Tanah Longsor Menewaskan 5 Warga

Sabtu, 28 Januari 2023 | 22:13 WIB
DAS
Anggota TNI mengevakuasi warga dari lingkungan permukiman yang terendam banjir di Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara, Jumat (27/1/2023). 

Manado, Beritasatu.com - Selain menyapu harta benda, banjir dan tanah longsor di Manado, Sulawesi Utara, Jumat (27/1), menyebabkan lima orang meninggal dunia.

Hal itu diungkapkan Kabid Humas Polda Sulawesi Utara Kombes Pol Jules Abraham Abast di Manado, Sabtu (28/1/2023).

Data yang dikumpulkan Polresta Manado menyebutkan banjir dan tanah longsor melanda 38 kelurahan yang tersebar di 10 kecamatan.

Ke-10 kecamatan tersebut adalah Sario, Singkil, Malalayang, Wanea, Tuminting, Wenang, Bunaken, Mapanget, Wori, dan Tikala.

Tercatat ada 3.866 keluarga yang terdampak banjir dan tanah longsor. “Total kurang lebih 1.582 warga harus dievakuasi ke lokasi yang lebih aman," ujar Jules Abraham Abast.

"Kami mengimbau warga agar berhati-hati dan selalu waspada dengan kondisi cuaca ekstrem," katanya.

Seperti disampaikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hujan lebat menyebabkan air Sungai Tondano meluap dan membanjiri daerah di sekitarnya.

Menurut data BNPB, banjir menyebabkan permukiman warga tergenang setinggi 80 cm hingga tiga meter di sejumlah wilayah.

Titik-titik longsor teridentifikasi di Kecamatan Paal Dua, Singkil, Tikala, Bunaken, Wanea, dan Tuminting.

Terkait longsor, berdasarkan analisis potensi gerakan tanah bulan Januari 2023 dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, bagian wilayah Kota Manado memiliki potensi gerakan tanah kategori menengah hingga tinggi.

Kecamatan Paal Dua, Singkul, Wanea, dan Tumiting termasuk wilayah dengan potensi gerakan tanah kategori menengah, sedangkan Bunaken termasuk wilayah dengan potensi gerakan tanah menengah hingga tinggi.



Sumber: ANTARA

Bagikan

BERITA TERKAIT

BERITA TERKINI