Logo BeritaSatu

Indonesia-Australia Khawatir Peningkatan Persenjataan Global

Kamis, 4 April 2013 | 10:32 WIB
Oleh : D-11 / B1

Jakarta - Indonesia dan Australia berbagi kekhawatiran yang sama terkait dengan modernisasi dan peningkatan persenjataan di dunia. Hal itu diungkapkan oleh Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro selesai mengadakan pertemuan antarmenteri pertahanan dan menteri luar negeri kedua negara di Jakarta, Rabu (3/4).

“Kami saling berbagi tentang isu regional seperti Laut China Selatan, Laut India, dan isu-isu global. Termasuk ketegangan dan peningkatan persenjataan di dunia, kami berbagi kekhawatiran yang sama,” ucap Purnomo.

Advertisement

Indonesia dan Australia mengadakan pertemuan “2+2” yakni pertemuan antara Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro dengan Menteri Luar Negeri Australia Bob Carr, dan Menteri Pertahanan Australia Stephen Smith. Pertemuan tahunan antarmenteri itu merupakan bentuk kerjasama pertahanan guna mengatasi masalah politik, keamanan regional, dan bencana alam, serta penyelundupan manusia. Indonesia dan Australia secara rutin menggelar pertemuan dan latihan militer bersama.

Menteri Pertahanan Australia, Stephen Smith menambahkan, hubungan bilateral Indonesia-Australia semakin kuat bahkan dari sebelumnya. Dengan semakin tingginya ketegangan di kawasan Asia, kerjasama pertahanan sangat penting untuk mempertahankan perdamaian, keamanan, dan stabilitas regional.

Menteri Luar Negeri Australia Bob Carr mengungkapkan kekhawatiran tentang meningkatkan perdagangan senjata ilegal di dunia. Oleh karena itu dibutuhkan aturan tegas untuk mengendalikan perdagangan senjata di dunia, salah satunya dengan membuat Traktat Perdagangan Senjata (ATT) yang telah disetujui oleh Sidang Majelis Umum PBB, Selasa (2/4) malam. Sebanyak 154 negara menyetujui pengesahan ATT, sedangkan tiga negara menentang, dan 23 abstain, termasuk Indonesia.

“Kami adalah salah satu sponsor utama traktat perdagangan senjata ini dan akan menjadi negara pertama yang menandatangani traktat ini. Kami meyakini bahwa membatasi perdagangan senjata ilegal dapat menjaga stabilitas,” ucapnya.

Abstain
Menlu Marty Natalegawa mengatakan Indonesia memberi suara abstain karena menolak salah satu kondisi yang ditetapkan dalam traktat, meski secara manfaat mendukung. Indonesia memandang masih ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan.

“Naskah atau draf memberi kesan penjualan senjata ditentukan atau dipengaruhi oleh kondisionalitas bagi importir senjata dikaitkan dengan pelanggaran hak asasi manusia. Penilaian dilakukan oleh negara eksportir alusista, ini memberikan kewenangan penuh secara sepihak pada eksportir untuk menilai terdapat atau tidaknya potensi bahwa transfer senjata digunakan memfasilitasi pelanggaran HAM,” ucapnya.

ATT adalah traktat internasional yang akan mengatur syarat-syarat ekspor senjata konvensional. ATT melarang ekspor senjata kepada negara pelanggar hak asasi manusia.

Ditambahkan Menlu, traktat perdagangan senjata juga berpotensi bertentangan dengan UU No 16/2012 tentang Industri Pertahanan pasal 43 ayat 5. Dalam undang-undang itu Indonesia tidak diperbolehkan mengimpor senjata kecuali untuk beberapa keadaan.

Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: Suara Pembaruan

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Pesta Rakyat Cap Go Meh di Bogor Digelar hingga 2 Februari 2023

Bazar Pesta Rakyat, salah satu kegiatan dari rangkaian acara Cap Go Meh (CGM)-Bogor Street Fest (BSF) 2023 digelar sejak 26 Januari hingga 2 Februari 2023.

NEWS | 30 Januari 2023

2 Pelajar di Sukabumi Jadi Korban Pembacokan

Dua pelajar di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat menjadi korban pembacokan di dua lokasi berbeda, yakni Kecamatan Cicurug dan Palabuhanratu.

NEWS | 30 Januari 2023

Soal Perayaan Imlek, Ini Kata DPP PITI

Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PITI Denny Sanusi menyatakan, Imlek bukan suatu perayaan agama tertentu.

NEWS | 30 Januari 2023

Permabudhi: Imlek Momentum Perayaan Sukacita Kebangsaan

Ketua Umum Permabudhi Philip Kuntjoro Widjaja mengatakan, Tahun Baru Imlek merupakan momentum perayaan sukacita kebangsaan.

NEWS | 30 Januari 2023

Besok, PM Malaysia Anwar Ibrahim Gelar Kunjungan Resmi ke Singapura

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim akan menggelar kunjungan resmi ke Singapura pada Senin (30/1/2023) besok.

NEWS | 29 Januari 2023

Soal Isu Reshuffle Kabinet, PKB: Belum Pasti Terjadi

Ketua DPP PKB Daniel Johan menyebutkan bahwa reshuffle kabinet yang dikabarkan dilakukan pada Rabu Pon 1 Februari 2023, belum pasti terjadi.

NEWS | 30 Januari 2023

Reshuffle Kabinet: PPP Sebut Mardiono Sudah Dipanggil Jokowi

Ketua DPP PPP Achmad Baidowi menyatakan bahwa Plt Ketua Umum PPP Muhamad Mardiono sudah dipanggil Presiden Joko Widodo terkait isu reshuffle kabinet.

NEWS | 30 Januari 2023

Reshuffle Dipandang Tak Terlalu Berpengaruh Terhadap Konstelasi Politik

Langkah reshuffle atau perombakan kabinet tidak akan terlalu mempengaruhi konstelasi perpolitikan di Tanah Air.

NEWS | 30 Januari 2023

Pria Tukang Parkir Bantah Sekap Istri dan 5 Anak di Dalam Rumah

Seorang pria yang berprofesi sebagai tukang parkir membantah telah menyekap istri dan 5 anaknya di dalam sebuah rumah di Lampung.

NEWS | 29 Januari 2023

Heru Budi: Imlek 2023 Jadi Momentum Kebangkitan Ibu Kota

Heru Budi menyebut Tahun baru Imlek 2023 menjadi momentum bagi DKI Jakarta untuk kembali bangkit dari keterpurukan setelah diterpa badai pandemi Covid-19.

NEWS | 30 Januari 2023


TAG POPULER

# Serial Killer


# Mahasiswa UI Ditabrak


# Tukang Becak Bobol BCA


# Biaya Haji 2023


# Pembunuhan di Depok


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Liga Spanyol: Real Madrid Gagal Taklukkan Sociedad di Bernabeu

Liga Spanyol: Real Madrid Gagal Taklukkan Sociedad di Bernabeu

BOLA | 4 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE