Logo BeritaSatu

Kerugian Ekonomi Akibat Rokok Capai Rp 378 Triliun

Jumat, 30 Mei 2014 | 16:41 WIB
Oleh : Dina Manafe / B1

Jakarta - Masalah kesehatan yang ditimbulkan akibat konsumsi rokok jika dihitung dalam bentuk uang akan menghasilkan angka yang fantastis. Kajian Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan (Kemkes) menunjukkan, penyakit beserta kematian yang terkait rokok berdampak pula pada peningkatan total kumulatif kerugian ekonomi secara makro.

Kajian tersebut menyebutkan, kerugian ekonomi akibat merokok meningkat tajam dari Rp 245,41 triliun di tahun 2010 menjadi Rp 378,75 triliun pada 2013.

"Nilai kerugian ini lebih besar bila dibandingkan dengan jumlah uang yang diperoleh negara dari cukai rokok, yaitu Rp 87 triliun di tahun 2010 dan Rp 113 triliun pada 2013," kata Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi saat membuka kegiatan Indonesia Conference on Tobacco or Health (ICTOH) di Jakarta, Jumat (30/5) pagi ini.

Konferensi yang baru pertama kalinya diselenggarakan di Indonesia ini mengusung tema "Tobacco Control: Save Lives, Save Money". Hadir pula dalam acara ini antara lain, Muhammad Kartono (Indonesian Tobacco Control Network), dr Adang Bachtiar selaku ketua Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia, dr Ehsan Latief (International Union Against Tuberculosis and Lung Disease, The Union) dan dr Khancit Limpakarnjanarat sebagai perwakilan WHO di Indonesia. Dalam kesempatan itu pun melakukan pertemuan dengan para kepala daerah dalam rangkaian peringatah Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS), yang akan diperingati besok, Sabtu (31/5).

Sementara itu, Kepala Balitbang Kemkes, Prof Tjandra Yoga Aditama, menguraikan sejumlah data tentang konsumsi rokok dan dampaknya di Indonesia. Menurut Tjandra, jumlah penduduk Indonesia 15 tahun ke atas yang merokok mengalami peningkatan sejak 1995 yaitu 27,2% menjadi 31,8% (2001), 34,2% (2007), 34,7 (2010), dan 36,3% (2013).

Sementara, rata-rata jumlah rokok yang dii‎sap per hari di Indonesia sebanyak 12,3 batang/hari. Paling rendah konsumsi di Yogyakarta, dan tinggi di Bangka Belitung.

Sedangkan, data perokok remaja Indonesia (Global Youth Tobacco Survey/GYTS) 2009 mencatat perokok aktif sebanyak 20,3% (41% laki-laki dan 3,5% perempuan). Meningkat dari 12,6% (24,5% laki-laki dan 2,3% perempuan) di tahun 2006.

Tjandra menyebutkan, yang terpapar asap rokok bukan hanya perokok aktif, melainkan juga yang pasif. Jumlah perokok pasif di Indonesia sebanyak 40,5% dari total populasi. Sedangkan GYTS 2009 menemukan sebanyak 78,1% anak sekolah usia 13-15 tahun terpapar asap rokok di luar rumah, dan 68,8% terpapar asap rokok di dalam rumah. Pada 2011, jumlah anak yang terpapar rokok di dalam rumah meningkat menjadi 85,4%, dan tempat makan umum.

Kebiasaan merokok ini, dikatakan Tjandra menimbulkan berbagai Penyakit Tidak Menular (PTM) meningkat. Tahun 1980, sebanyak 60,9 % kematian akibat penyakit menular, dan 9,9% kematian akibat penyakit serebro vaksuler. Tahun 2007, ada 28,1% kematian akibat penyakit menular, 31,9% kematian akibat penyakit serebro vaskuler‎.

Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: Suara Pembaruan

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Jalani Prosesi Siraman, Kaesang Pangarep Pakai Air dari 7 Sumber

Kaesang Pangarep menjalani prosesi siraman di rumah pribadi Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Solo dengan menggunakan air dari 7 sumber mata air di Solo,

NEWS | 9 Desember 2022

Kaesang Terharu Jalani Prosesi Siraman, Iriana Menangis

Presiden Jokowi mengaku bersyukur bahwa acara siraman dan sungkeman Kaesang berjalan lancar.

NEWS | 9 Desember 2022

Fokus Kejar Target Kurikulum, Guru Abai Kemampuan Siswa

Zulfikri Anas mengatakan guru di sejumlah daerah masih fokus dalam merampungkan target kurikulum, sehingga mengabaikan kemampuan siswa.

NEWS | 9 Desember 2022

Tiga Guncangan Gempa Menggoyang Gorontalo Pagi Ini

Tiga gempa dengan magnitudo mulai 3,7 hingga terbesar 4,9 terjadi di Gorontalo pada pagi hari ini.

NEWS | 9 Desember 2022

DPR: Pancasila Bukan untuk Dikotomi Nasionalis dan Radikal

Rieke Diah Pitaloka menegaskan Pancasila bukan instrumen untuk mendikotomikan antara kelompok nasionalis dan radikal.

NEWS | 9 Desember 2022

Wapres Ma'ruf Amin Hadiri Agenda Pembukaan Hakordia 2022

Wakil Presiden Ma'ruf Amin menghadiri agenda pembukaan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2022 di Bidakara, Jakarta, Jumat (9/12/2022).

NEWS | 9 Desember 2022

Kaesang Jalani Prosesi Siraman, Tak Ada Penutupan Jalan di Area Sekitar

Pernikahan Kaesang, tak ada penutupan arus lalu lintas di Jalan Letjen Suprapto tempat kediaman Presiden Jokowi jelang acara siraman Kaesang Pangarep.

NEWS | 9 Desember 2022

Perguruan Tinggi Dunia Apresiasi Kemendikbudristek Selenggarakan Program IISMA

IISMA adalah salah satu program paling kompetitif dari Kemendikbudristek yang diminati. Tahun ini jumlah pendaftar mencapai 7.500 mahasiswa dari 31 provinsi.

NEWS | 9 Desember 2022

Top News, Wakil Wali Kota Pagar Alam Meninggal dan Kebakaran Gedung Kemenkumham

Berita meninggalnya Wakil Wali Kota Pagaralam, Sumatera Selatan Muhammad Fadli dan kebakaran gedung Kemenkumham paling banyak dibaca.

NEWS | 9 Desember 2022

Soal Motif Bom Bunuh Diri Bandung, Pengamat Singgung ISIS dan KUHP

Pengamat terorisme, Stanislaus Riyanta menyinggung soal ISIS dan KUHP terkait motif Agus Sujatno melakukan bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar Bandung.

NEWS | 9 Desember 2022


TAG POPULER

# Muhammad Fadli


# Pernikahan Kaesang


# Kuat Ma'ruf


# Bom Bandung


# Gempa Terkini


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Kaesang Terharu Jalani Prosesi Siraman, Iriana Menangis

Kaesang Terharu Jalani Prosesi Siraman, Iriana Menangis

NEWS | 8 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE