Logo BeritaSatu

Epilepsi Bukan Penyakit Mistis

Kamis, 15 Desember 2011 | 20:01 WIB
Oleh : WEB

Diperkirakan, sekitar 1,8 juta orang di Indonesia mengalami epilepsi.

Menurut ahli penyakit saraf dari Departemen Ilmu Penyakit Saraf Universitas Indonesia dr Lyna Soertidewi, SpS(K)M.Epid saat seminar media "Mari Hapus Stigma Negatif Epilepsi" di Jakarta, Kamis (15/12) mengatakan, kasus epilepsi di Indonesia cukup banyak.

Prevalensi rata-rata epilepsi aktif sekitar 8,2 per 1000 penduduk, sementara angka insidensi mencapai 50 per 100 ribu penduduk, lapor Lyna.

Banyak hal yang bisa menyebabkan anak mengidap epilepsi. Mulai dari saat kehamilan, ketika sang ibu mengalami gangguan seperti infeksi, demam tinggi, atau malnutrisi.

Lyna juga mengungkap, proses persalinan yang bermasalah atau telat bulan juga bisa mengurangi asupan zat asam atau gangguan otak lain, seperti infeksi atau radang selaput otak.

Selain itu, cedera di kepala janin akibat benturan fisik dan tumor, atau pun kelainan pembuluh darah pada otak juga bisa menyebabkan janin berpotensi mengidap epilepsi.

Meski banyak yang mengira epilepsi adalah masalah keturunan, namun menurut Lyna, hanya 1 persen dari total penyandang epilepsi yang mendapatkannya akibat genetika.

Serangan epilepsi seperti kejang-kejang disebabkan listrik abnormal di otak yang juga menyebabkan bentuk serangan lain seperti perubahan tingkah laku, perubahan kesadaran, dan perubahan lain yang hilang timbul.

"Gangguan listrik di otak tersebut dapat disebabkan antara lain oleh kerusakan jaringan misalnya tumor otak, cedera kepala, atau akibat gejala sisa dari suatu penyakit seperti infeksi otak (menigitis, encephalitis), gangguan pembuluh darah otak (stroke), cacat lahir, kelainan genetika serta sekitar 30 persen tidak diketahui penyebabnya," kata Dr Hardiono D Pusponegoro, SpA(K) dari Departemen Ilmu Penyakit Anak UI.

Karena bukan penyakit menular dan bisa disembuhkan, menurut dr Hardiono, penting untuk mengabarkan kepada semua orang untuk tidak mengucilkan penyandang epilepsi. Penyakit ini bisa diobati dan dikendalikan, supaya penyandangnya bisa menjalani hidup seperti kebanyakan orang lainnya.

Perlu dihilangkan anggapan-anggapan mistis yang membayangi penyakit epilepsi. Ada yang memberi label kemasukan roh jahat, kesurupan, diguna-guna, atau bahkan kutukan. Persepsi salah semacam ini bisa menekan dan membuat penyandangnya depresi sehingga membahayakan keberhasilan perawatan.

Amat disarankan untuk memberikan perawatan sedini dan setuntas mungkin bagi balita yang ditengarai menyandang penyakit epilepsi agar bisa diatasi sesegera mungkin.

Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: Antara

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Buruh Tewas Tergiling di Pabrik Gula di Lampung

Sobari (40), warga Dusun IV Desa Sukadana Udik, Kecamatan Bunga Mayang, Kabupaten Lampung Utara tewas tergiling mesin penggilingan tebu PTPBN VII.

NEWS | 6 Desember 2022

8 TKI Asal Pontianak Jadi Korban Trafficking dan Penyiksaan di Laos

Sedikitnya delapan TKI asal Pontianak Kalimantan Barat (Kalbar) menjadi korban trafficking dan penyiksaan di Laos sejak Oktober 2022 lalu. 

NEWS | 6 Desember 2022

Polresta Lampung Uji Balistik Peluru Nyasar yang Mengenai Balita

Sat Reskrim Polresta Bandar Lampung, Lampung melakukan uji balistik peluru nyasar yang melukai pergelangan kaki seorang balita Ibrahim El Rahman (1,5).

NEWS | 6 Desember 2022

KKB Bunuh 2 Tukang Ojek di Pegubin, Papua Pegunungan

Kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua dilaporkan membunuh dua tukang ojek yang mangkal di pangkalan Kali Digoel, Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan.

NEWS | 6 Desember 2022

RUU KUHP Disahkan, Menkumham Yasonna: Momen Bersejarah

Menkumham Yasonna H Laoly menyatakan, pengesahan RUU KUHP menjadi UU merupakan momen bersejarah bagi bangsa Indonesia. 

NEWS | 6 Desember 2022

4 RT di Daerah Pesisir Terendam Banjir Pasang Air Laut

Saat ini, Selasa (06/12/2022) terjadi pasang air laut yang berpotensi menyebabkan banjir pesisir (ROB) di beberapa titik di wilayah DKI Jakarta.

NEWS | 6 Desember 2022

Sidak Pasar Induk Kramat Jati, Heru Temukan Harga Cabai Naik Jelang Nataru

Saat sidak Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Pj Gubernur DKI, Heru Budi Hartono menemukan harga cabai yang naik menjelang Natal dan Tahun Baru. 

NEWS | 6 Desember 2022

DPR: Program Dana Desa Era Jokowi Sukses Hadirkan Infrastruktur

Anggota DPR menilai program dana desa era Presiden Jokowi mendorong banyak manfaat seperti pembangunan infrastruktur di desa dan pemberdayaan masyarakat.

NEWS | 6 Desember 2022

Kemenkes Siapkan 420 Rumah Sakit Pendidikan di Indonesia

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyiapkan 420 rumah sakit (RS) pendidikan di Indonesia.

NEWS | 6 Desember 2022

DPR Sahkan RUU KUHP Saat Fraksi PKS Interupsi

DPR mengesahkan RUU KUHP saat Fraksi PKS sedang interupsi di rapat paripurna DPR, Selasa (6/12/2022).

NEWS | 6 Desember 2022


TAG POPULER

# Ricky Rizal


# Kecelakaan Beruntun di Jaktim


# Pernikahan Kaesang


# Piala Dunia 2022


# Gempa Cianjur


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
DPR Minta Masyarakat Gugat UU KUHP ke MK jika Tak Setuju

DPR Minta Masyarakat Gugat UU KUHP ke MK jika Tak Setuju

NEWS | 4 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE