Logo BeritaSatu

Menguak Fakta Menu Lalapan Sunda Lewat Prasasti Taji

Minggu, 1 Februari 2015 | 13:43 WIB
Oleh : MUT

Bandung - Budaya lalapan Sunda ternyata telah ada sejak abad ke-10 Masehi dan disebut dalam Prasasti Taji 901 Masehi. Hal ini diungkapkan oleh peneliti sejarah Fakultas Ilmu Sejarah Universitas Padjadjaran (Unpad) Fadly Rahman di Bandung, Minggu (1/2).

"Menariknya, dalam Prasasti Taji tahun 901 Masehi, disebut sebuah nama sajian atau makanan bernama kuluban Sunda yang artinya lalap," kata Fadly.

Menurut Fadly, dengan mengkaji budaya dan sejarah lalapan sebagai upaya mengetahui jejak kuliner sunda dalam cerita dan citra cita rasanya. Prasasti Taji 901 M, berisi daftar hidangan yang sering disajikan pada acara besar, antara lain 57 karung beras, enam ekor kerbau, 100 ayam.

Hidangan yang lain berupa aneka makanan yang diasinkan, daging asin yang dikeringkan, ikan kaliwas, ikan gurame, bilunlun, telur dan rumahan. Untuk minuman disuguhkan berbagai macam tuak yang berasal dari jnu, bunga campaga, bunga pandan dan bunga karamin.

"Berbagai makanan itu terdapat pada peninggalan sumber-sumber tulisan seperti prasasti dan naskah di Jawa Tengah dan Jawa Timur sejak abad ke-10 menyebut berbagai nama makanan yang hingga kini masih eksis," ujar Fadly.

Nama makanan itu antara lain sambel, pecel, pindang, rarawwan (rawon), rurujak (rujak), dan kurupuk, serta minuman seperti Dawet, wajik dan dodol.

"Kekhasan ini berhubungan erat dengan wacana pencitraan makanan melalui pengakuan budaya etniknya. Bila ditelusuri jejak kultur historisnya, pengakuan khas hidangan etnik tertentu dalam bisnis restoran akan menjadi basis citra cita rasa apa yang mesti dipertahankan," kata Fadly.

Untuk melacak akar historis kuliner lalapan Sunda tersebut, Departemen Susastra dan Kajian Budaya FIB beberapa waktu lalu menggelar seminar dan diskusi Acara Sunda dan Budaya Lalapan di Gedung Fakultas Ilmu Budaya Unpad. Fadly mengatakan kejelasan kuliner Sunda saat ini sulit disebut kuliner Khas Sunda.

Menurut dia, citra kuliner Sunda saat ini hanya bercitra pada lalap sayuran mentah seperti leunca, karedok, dan pencok kacang panjang. Sementara untuk lauknya berupa ikan air tawar seperti ikan mas goreng, pepes ikan mas dan pesmol gurame, dengan rasa pedas, gurih dan segar. Untuk menu lalap juga sebenarnya tak hanya daun.

"Lalap dalam budaya dan kehidupan Sunda tidak hanya berwujud daun saja," katanya.

Pada kehidupan masyarakat Sunda tahun 30-an, lalap tidak hanya berwujud daun seperti daun singkong, pepaya, selada dan puluhan jenis daun lainnya. Lalap bisa berupa umbi seperti kunyit atau kencur, lalu buah muda seperti pepaya, mentimun, dan leunca, juga bunga seperti kenikir, honje atau combrang bahkan biji-bijian seperti biji nangka dan petai.

Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Antara

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Pasien Covid-19 Dirawat di RSDC Wisma Atlet Tersisa 33

Pasien Covid-19 yang dirawat di RSDC Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, hingga hari ini Minggu (25/9/2022) tersisa 33 orang

NEWS | 26 September 2022

Sidang Etik Ipda Arsyad Daiva Dilanjutkan Hari Ini

Polri akan melanjutkan sidang etik mantan Kasubnit I Unit I Satreskrim Polres Jaksel, Ipda Arsyad Daiva Gunawan pada hari ini, Senin (26/9/2022).

NEWS | 26 September 2022

Relawan Tegaskan Komitmen Usung Anies dengan Cara Etis

Forum Komunikasi Antar Simpul Relawan Anies Baswedan menegaskan akan mengusung Anies pada Pilpres 2024 dengan cara-cara yang etis.

NEWS | 26 September 2022

Rencana Penculikan Menteri Kehakiman Belgia, 4 Orang Ditangkap

Polisi telah menangkap empat orang tersangka terkait rencana penculikan menteri kehakiman Belgia pada akhir pekan kemarin.

NEWS | 26 September 2022

Dedi Mulyadi Kirim Pesan Menyayat Hati Jelang Sidang Cerai

Anggota DPR RI Dedi Mulyadi menyampaikan sebuah pesan "menyayat hati" menjelang sidang gugatan perceraian dengan istrinya, Anne Ratna Mustika.

NEWS | 26 September 2022

BMKG: Awal Pekan, Cuaca Jakarta Bakal Cerah Berawan

BMKG memprakirakan cuaca Jakarta pada hari ini, Senin (26/9/2022), akan cerah berawan hingga berawan.

NEWS | 26 September 2022

Visa Dikeluhkan Jokowi, Imigrasi Bentuk Satgas Kepatuhan

Dirjen Imigrasi segera membentuk Satgas Kepatuhan guna mempercepat proses pembuatan visa usai dikeluhkan oleh Presiden Jokowi.

NEWS | 26 September 2022

Data Penerima Vaksin Covid-19 sampai 25 September 2022

Berikut ini Data Penerima Vaksin Covid-19 sampai 25 September 2022 sesuai dengan data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 25 September 2022

Data Kasus & Kematian Covid-19 di Jakarta, 25 September 2022

Berikut ini Data Kasus & Kematian Covid-19 di Jakarta, 25 September 2022 sesuai dengan data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 25 September 2022

Data Kasus Aktif Covid-19 Nasional sampai 25 September 2022

Berikut ini Data Kasus Aktif Covid-19 Nasional sampai 25 September 2022 sesuai dengan data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 25 September 2022


TAG POPULER

# Iran


# Kudeta Tiongkok


# Guru Besar UGM Tergulung Ombak


# Xi Jinping


# Lukas Enembe


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Sultan Ground Bisa Dimanfaatkan Bukan untuk Tambang

Sultan Ground Bisa Dimanfaatkan Bukan untuk Tambang

NEWS | 8 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings