Logo BeritaSatu

Setahun Pemerintahan Jokowi-JK, Komitmen "Open Government Patnership" Merosot

Rabu, 21 Oktober 2015 | 18:41 WIB
Oleh : Yustinus Paat / B1

Jakarta — Organisasi masyarakat sipil menilai selama setahun pemerintah Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla berjalan, komitmen terhadap 'Open Government Partnership' (OGP) cenderung merosot.

Walau Indonesia merupakan salah satu pemrakarsa inisiatif OGP, Pemerintah belum membentuk kebijakan yang jelas untuk mengoperasikan secara konkrit inisiatif OGP.

Ilham Saenong dari Transparency International Indonesia (TII) menyatakan, OGP merupakan inisiatif multipihak yang berfokus untuk meningkatkan pemerintahan yang transparan, akuntabel dan responsif dalam melayani publik.

Selepas pembubaran Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) tahun lalu, kata Ilham belum ada institusi mana pun yang menggantikan kedudukannya sebagai leading agency inisiatif OGP.

“Akibatnya, program-program transparansi dan keterbukaan tidak terkoordinasi dengan baik. Bahkan, dalam kasus-kasus tertentu, langkah-langkah yang diambil pemerintah cenderung berlawanan dengan prinsip keterbukaan, yang ujungnya memperlambat upaya pemberantasan korupsi,” ujar Ilham saat konferenai pers di Cikini, Jakarta, Rabu (21/10).

Sementara Mujtaba Hamdi dari Perkumpulan Media Lintas Komunitas (MediaLink) menambahkan, komitmen terhadap prinsip pemerintahan terbuka tidaklah cukup hanya dengan dokumen Nawacita dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

Menurut Mujtaba, walaupun Nawacita menyebut komitmen terhadap ‘tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis dan terpercaya’, itu hanya akan jadi slogan kosong jika komitmen terhadap OGP saja tidak jelas.

"Sampai hari ini, belum ada sepatah kata pun dari Presiden dan Wakil Presiden tentang posisi Indonesia terhadap OGP,” ucap Mujtaba.

"RPJMN 2015-2019 memang menyebutkan pengarusutamaan ‘open government’ dalam tatakelola pemerintahan. Namun, itu hanya akan menjadi dokumen mati jika tidak muncul dalam bentuk kebijakan dan praktik pemerintahan yang nyata,” tambahnya.

Lebih lanjut, Beka Ulung Hapsara dari International NGO Forum on Indonesian Development (INFID) menerangkan, hingga saat ini inisiatif OGP dikelola secara 'informal' oleh tiga institusi, yakni Kantor Staf Presiden (KSP), Badan Perencanaan Pembangaunan Nasional (Bappenas) dan Kementerian Luar Negeri (Kemlu).

"Namun institusi-institusi tersebut, katanya bergerak tanpa payung hukum yang jelas. Sangat ironis bahwa inisiatif OGP yang menjanjikan tatakelola pemerintahan yang bersih dan efektif dikelola seperti ‘paguyuban’, tanpa kerangka legal apapun,” tegas Beka.

Menurutnya, jika serius, Presiden seharusnya menerbitkan Perpres atau Inpres yang khusus memandatkan pengelolaan OGP. Terlebih, prinsip-prinsp OGP harus tercermin dalam pelaksanaan Tujuan Pembangunan Global (Sustainable Development Goals/SDGs) yang baru saja disahkan bulan lalu.

“Tanpa kerangka legal yang jelas, OGP seperti ‘roh gentayangan’, tidak memiliki tubuh yang definitif. Dampaknnya nanti, pelaksanaan SDGs yang tanpa dibarengi keterbukaan pemerintah dan partisipasi publik akan amburadul,” tambah Beka.

Sementara itu, Nanda Sihombing dari Pusat Telaah dan Informasi Regional (PATTIRO) mengemukakan, di dalam OGP Indonesia saat ini jadi sorotan dunia. Indonesia, katanya kembali terpilih sebagai Komite Pengarah untuk tiga tahun ke depan.

"Indonesia diharapkan mampu berperan untuk memengaruhi negara-negara lain di Asia Pasifik bergabung dengan OGP. Akan tidak elok jika kita kemudian tidak memberikan contoh yang baik,” ujar Nanda.

Sebagai informasi, OGP diluncurkan pada 20 September 2011 oleh 8 negara pemrakarsa (Brazil, Indonesia, Meksiko, Norwegia, Filipina, Afrika Selatan, Inggris dan Amerika Serikat). OGP kini beranggotakan 65 negara.

Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Riza: Tawuran Bukan Prestasi tetapi Tindakan yang Merendahkan

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria mengatakan, tawuran bukanlah sebuah prestasi tetapi tindakan yang merendahkan diri sendiri dan orang lain

NEWS | 28 September 2022

Perang Ukraina, 4,4 Juta Warga Donbass Mengungsi ke Rusia

Lebih dari 4,4 juta pengungsi dari Donbass, Ukraina tiba di Rusia sejak Februari akibat perang Ukraina. s

NEWS | 28 September 2022

Mendes: SDGs Desa Ke-18 Terinspirasi dari Para Ulama NU

Mendes PDTT mengatakan perumusan SDGs Desa ke-18 yaitu Kelembagaan Desa Dinamis dan Budaya Desa Adaptif terinspirasi dari jejak dakwah para ulama NU.

NEWS | 28 September 2022

Usman Hamid Desak Polri Usut Peretasan Redaksi Narasi TV

Direktur Amnesty International Indonesia, Usman Hamid mendesak Polri mengusut tuntas peretasan terhadap belasan awak redaksi Narasi TV

NEWS | 28 September 2022

LSM HAM Sebut 76 Orang Tewas dalam Aksi Protes Rezim Iran

LSM HAM Iran menyebut aksi protes atas kematian Mahsa Amini telah menewaskan sedikitnya 76 orang.

NEWS | 28 September 2022

Kasus Brigadir J, Kombes Budi Pitono Jalani Sidang Etik

Mantan Kabag Renmin Divpropam Polri Kombes Murbani Budi Pitono tengah menjalani sidang etik pada hari ini, Rabu (28/9/2022), terkait kasu Brigadir J

NEWS | 28 September 2022

Disanksi Demosi 4 Tahun, AKBP Raindra Tak Ajukan Banding

 AKBP Raindra Ramadhan Syah tidak mengajukan banding saat putusan sanksi demosi empat tahun imbas dari kasus tewasnya Brigadir J

NEWS | 28 September 2022

Kasus Brigadir J, AKBP Raindra Disanksi Demosi 4 Tahun

Mantan Kasubdit 1 Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Raindra Ramadhan Syah disanksi demosi 4 tahun terkait kasus tewasnya Brigadir J

NEWS | 28 September 2022

Jokowi Diberi Gelar Dada Ma Dopo Malomo oleh Sultan Ternate

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dianugerahi Gelar Kehormatan Adat Kesultanan Ternate, yaitu Dada Ma Dopo Malomo

NEWS | 28 September 2022

Gobel: Mendikbudristek Tak Paham Kebutuhan Indonesia

Wakil Ketua DPR Bidang Korinbang, Rachmat Gobel mengkritik pernyataan Mendikbudristek Nadiem Makarim tentang keberadaan tim bayangan

NEWS | 28 September 2022


TAG POPULER

# Kevin Sanjaya


# Surplus APBN


# Kompor Listrik


# AKBP Arif Rachman


# Lukas Enembe


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Lionel Messi Dua Gol, Argentina Bekuk Jamaika 3-0

Lionel Messi Dua Gol, Argentina Bekuk Jamaika 3-0

BOLA | 4 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings