Logo BeritaSatu

Analisis Data: Marquez Sengaja Tunggu Rossi?

Senin, 26 Oktober 2015 | 01:40 WIB
Oleh : Heru Andriyanto / HA

Jakarta - Untuk kedua kalinya Valentino Rossi merasa bahwa Marc Marquez menghalangi lajunya di balapan, yang berujung tabrakan, Marquez jatuh dan Rossi kena hukuman di Grand Prix Malaysia, Minggu (25/10).

Kalau di Australia, Marquez mencatat lap tercepat di pertengahan lomba dan bisa memimpin balapan, tapi kemudian "memilih" bertarung dengan Rossi dan Andrea Iannone dalam perebutan juara dua, sebelum akhirnya melesat di putaran terakhir untuk menjadi juara.

Di Malaysia, ceritanya berbeda namun dengan pattern atau pola yang mirip sehingga membuat Rossi sangat kesal seperti terlihat dalam bahasa tubuhnya ketika balapan masih berlangsung.

Dari data yang dihimpun Beritasatu.com, Marquez bisa mencatat waktu putaran 2 menit 0,818 detik pada putaran kedua, namun pada putaran ketiga langsung satu detik lebih lambat menjadi 2 menit 2,003 detik.

Di MotoGP, beda satu detik sangat signifikan apalagi di putaran-putaran awal ketika jarak para pembalap masih cukup rapat.

Tak ayal kinerjanya itu langsung membuat Jorge Lorenzo menyalip dan Marquez kembali berhadapan head-to-head dengan Rossi, entah sengaja atau tidak.

Bentrokan dua pembalap itu tak terhindarkan karena pada putaran ketiga Rossi lebih kencang dari Marquez dengan waktu 2 menit 1,361 detik.

Data catatan waktu (putaran pertama lebih lambat karena dimulai dari posisi start statis):

Pedrosa Lorenzo Marquez Rossi
Putaran 1 2'06,149 2'07,089 2'06,559 2'06,943
Putaran 2 2'00,795 2'00,606 2'00,818 2'01,268
Putaran 3 2'00,822 2'00,894 2'02,003 2'01,361
Putaran 4 2'00,972 2'00,932 2'01,360 2'01,127
Putaran 5 2'01,247 2'01,174 2'02,107 2'02,363
Putaran 6 2'01,408 2'01,335 2'01,938 2'01,937
Putaran 7 2'01,491 2'01,472 2'39,713 2'04,166

Yang menarik dari data ini, Marquez terbukti mampu mencatat waktu 2',00 sekian, namun bukannya menekan Dani Pedrosa atau Lorenzo di depannya, di putaran-putaran berikutnya dia justru bermain di level 2'01 atau 2'02.

Ketika Pedrosa dan Lorenzo mencatat 2',00 Marquez melaju 2',01, dan ketika dua pembalap terdepan itu dalam zona 2',01 Marquez berada di 2'02.

Tak heran jika kemudian Marquez dan Rossi selalu menempel, apalagi di putaran keenam ketika waktu putaran mereka nyaris identik, hanya beda 0,001 detik!

Kalau Lorenzo bisa menyalip Marquez tanpa gangguan, lain halnya dengan Rossi di mana dia harus selalu bertarung ban-ke-ban melawan pembalap Repsol Honda itu.

Dalam kondisi tersebut, sejak putaran ketiga posisi Pedrosa dan Lorenzo relatif tenang, sementara pergerakan lebih dinamis terjadi di belakang mereka seperti dalam grafik berikut:

Analisis Data: Marquez Sengaja Tunggu Rossi?

Grafik: Beritasatu.com

Puncak dari drama ini adalah tabrakan di putaran ketujuh, yang membuat Marquez kembali ke pitlane dan mengakhiri balapannya.

Kontroversi ini segera menjadi bola liar yang bergerak ke mana-mana, namun beberapa pertanyaan sudah ada jawabannya.

Apakah benar Marquez sengaja mengganggu Rossi? Race Direction: kami berpendapat dia sengaja berupaya mempengaruhi laju Valentino.

Apakah tindakan Marquez ini ilegal? Race Direction: dia sebenarnya tidak melanggar aturan apa pun. Cara menyalipnya bersih.

Apakah Rossi bersalah? Race Direction: Kami percaya benturan itu disengaja. Dia mengatakan tak ingin Marquez jatuh, namun mengaku ingin membuatnya melebar.

Kita sudah mendengar versi Rossi bahwa dia tak bisa hanya diam saja dipermainkan Marquez dan punya hak "melakukan sesuatu", tapi sayangnya sesuatu itu adalah tindakan yang cukup esktrem dan membahayakan.

Kita juga sudah mendengar versi Marquez bahwa dia hanya menjalani balapannya sendiri secara normal, namun sayangnya dia tidak berterus terang soal kenapa dia melambat ketika Rossi di belakangnya seperti yang dikatakan data-data statistik.

Ketika masalah benar atau salah berada di wilayah abu-abu, ada satu hal yang jelas dalam kasus ini. Rossi adalah pihak yang paling rugi dalam insiden tersebut, karena dia menuju seri terakhir dengan reservasi lokasi start paling belakang, keunggulan tinggal tujuh poin dan harus mengatasi perlawanan trio Spanyol di negara mereka.

Analisis Data: Marquez Sengaja Tunggu Rossi?

Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Wartawan Terima Upeti dari Tambang Emas, Ini Kata Ketua PWI Papua Barat

PWI Papua Barat akan mengambil sikap tegas bahkan akan mencabut keanggotaan wartawan yang menerima upeti dari tambang emas ilegal.

NEWS | 28 September 2022

4 Tahun Terakhir, Dinas Pertamanan DKI Bangun 100 Taman

Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Provinsi DKI Jakarta menyebutkan selama empat tahun terakhir telah membangun sebanyak 100 taman.

NEWS | 28 September 2022

Pelaku Pungli terhadap Soleh Solihun Sudah Dipecat

Samsat Jakarta Selatan menghentikan pelaku pungli yang dialami oleh komika Soleh Solihun saat melakukan cek fisik kendaraan.

NEWS | 28 September 2022

Komedian Soleh Solihun Ungkap Ada Pungli di Samsat Jaksel

Komedian Soleh Solihun mengungkap pungli (pungutan liar) di Samsat Polres Metro Jakarta Selatan ketika sedang mengurus perpanjangan STNK.

NEWS | 28 September 2022

Presiden Jokowi Serahkan Bansos di Kantor Pos Jailolo

Saat mengunjungi Kantor Pos Jailolo, Presiden Jokowi menyerahkan sejumlah bantuan sosial bagi para penerima manfaat.

NEWS | 28 September 2022

TECH Dukung Menteri Nadiem Wujudkan Digitalisasi Pendidikan

IndoSterling Technomedia (TECH) melalui aplikasi Edufecta siap mendukung Menteri Nadiem mewujudkan digitalisasi pendidikan tingkat dasar dan menengah.

NEWS | 28 September 2022

Tiba di Halmahera Barat, Jokowi Sapa Warga

Dari Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara, Rabu (28/9/2022), Presiden Joko Widodo (Jokowi) melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Halmahera Barat.

NEWS | 28 September 2022

Krisis Energi, Jerman Batal Tutup Pembangkit Listrik Nuklir

Krisis energi akan memaksa Jerman untuk membatalkan rencana penutupan pembangkit listrik nuklir.

NEWS | 28 September 2022

Bareskrim Usut Dugaan Penipuan Mark AI, Kerugian Rp 25 Miliar.

Bareskrim mengusut kasus dugaan penipuan, penggelapan, dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) robot trading Mark AI

NEWS | 28 September 2022

Bela Putri Candrawathi, Febri Diansyah Tegaskan Objektif

Eks Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah bakal bersikap objektif dalam menjalankan tugas sebagai kuasa hukum Putri.

NEWS | 28 September 2022


TAG POPULER

# Kevin Sanjaya


# Es Teh Indonesia


# Anies Baswedan


# Pertalite Boros


# Ketiak Basah


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Layanan Digitalisasi dan <em>Artificial Intelligence </em>Jadi Keharusan buat Perbankan

Layanan Digitalisasi dan Artificial Intelligence Jadi Keharusan buat Perbankan

EKONOMI | 10 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings