Logo BeritaSatu

Daluang, Kertas Khas Indonesia

Kamis, 4 Februari 2016 | 12:53 WIB
Oleh : Siti Arpiah / AB

Jika di Jepang ada washi, di Korea ada hanji, dan di Mesir ada papyrus, maka di Indonesia ada daluang sebagai kertas khas.
Daluang adalah kertas tradisional Indonesia yang terbuat dari bahan lembaran kulit kayu pohon paper mulberry (Broussonetia papyryfera Vent) atau dalam bahasa sunda disebut pohon saeh. Pembuatan kertas ini dilakukan dengan cara ditumbuk, diperam, dan dijemur di terik matahari dengan menggunakan peralatan yang sangat sederhana.

Bukti keberadaan daluang dapat ditemukan pada naskah kuno Kakawin Ramayana yang berasal dari abad ke-9. Dalam naskah itu disebutkan daluang sebagai bahan pakaian pandita (sebutan untuk orang yang bijaksana). Pada abad ke-18, daluang dipergunakan bukan hanya sebagai pakaian pandita, tetapi juga kertas suci, ketu (mahkota penutup kepala), dan pakaian untuk menjauhkan dari ikatan duniawi.

Advertisement

Pradatangnya Islam, daluang digunakan sebagai bahan wayang beber, salah satu jenis wayang di Jawa yang memanfaatkan lembaran atau gulungan daluang untuk merekam kisahan atau cerita pewayangan dalam bentuk bahasa gambar.

Selanjutnya daluang digunakan dalam berbagai tradisi tulis di Indonesia, mulai dari tradisi pesantren sampai dengan pemanfaatan untuk keperluan administrasi di zaman kolonial hingga awal kemerdekaan Republik Indonesia.

Daluang sebagai bagian dari tradisi tulis di Indonesia diperkirakan sudah ada sejak abad ke-14. Hal ini tertuang pada naskah Undang-Undang Tanjung Tanah di Gunung Kerinci yang diteliti oleh Dr Uli Kozok dari Hawaiian University pada 2003. Adapun dalam khazanah naskah Sunda dapat ditelusuri melalui naskah Sunda kuno dari abad ke-18 koleksi Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.

Menurut ahli filologi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dan peneliti daluang, Tedi Permadi, pada masa lampau daluang digunakan untuk berbagai keperluan praktis sehari-hari. Keperluan praktis sehari-hari itu, seperti dijadikan pakaian kulit kayu ataupun keperluan lainnya yang terkait dengan peribadatan suatu agama, keperluan sebagai media dalam tradisi tulis, bahkan untuk pemenuhan kebutuhan administrasi di pemerintahan lokal.

Namun, seiring dengan waktu dan perkembangan kebudayaan di Indonesia, lanjutnya, penggunaan daluang untuk keperluan praktis sehari-hari menjadi tergantikan oleh benda pakai lainnya. Keberadaan daluang sebagai kertas (tradisional) juga mulai tergusur seiring dengan masuknya kertas pabrik dari Eropa.

“Daluang dianggap tidak layak, baik secara praktis maupun ekonomis. Akibat dari hal tersebut, daluang menjadi terancam punah. Mulai dari nyaris punahnya keberadaan pohon paper mulberry, tidak terwariskannya sistem pengetahuan dan teknologi tradisional, hilangnya sikap menghargai potensi dan pemanfaatan keanekaragaman hayati, bahkan memudarnya rasa memiliki atas salah satu aspek budaya yang seharusnya menjadi kebanggaan bangsa Indonesia,” katanya.

Tedi menambahkan, kondisi ini sangat disayangkan mengingat daluang tergolong dalam pohon paper mulberry yang memiliki serat paling bagus di dunia. Jika mencermati aspek kandungan dan potensi serat pohon paper mulberry, maka serat pohon ini juga dapat dimanfaatkan untuk membuat benang dan tali. Produk tersebut selanjutnya dapat diaplikasikan ke dalam bentuk produk kreatif, baik untuk keperluan praktis ataupun estetika.

Proses Pembuatan
Untuk membuat kertas daluang, kulit pohon saeh dikuliti, dicuci, dan dikeringkan. Setelah kering, kulit tersebut direndam selama 24 jam. Kulit kemudian mengalami proses kempa, yaitu dipukul bolak-balik hingga lebarnya mencapai 2-3 kali lebar asal. Pada tahap ini kulit disebut belibaran. Kulit lantas dicelupkan ke dalam air beberapa saat, lalu diperas. Belibaran dilipat untuk mendapat hasil yang lebih lebar.

Bahan kemudian dibungkus dengan daun pisang selama 5-8 hari hingga berlendir. Daluang kemudian digelar pada batang pisang. Batang pisang dipilih agar daluang memiliki tekstur yang licin. Setelah itu, daluang diikat dengan serat batang pisang agar tidak jatuh saat kering. Setelah kering, daluang digosok dengan kerang untuk mendapatkan tekstur halus pada permukaannya.

Dari segi pembuata, daluang memiliki beberapa kelebihan dibanding kertas biasa. Tedi menuturkan, dari segi teknik, daluang yang dibuat dengan cara tradisional diyakini akan dapat bertahan lama karena proses pembuatannya tanpa bahan kimia sintetis. Residu tertinggal pada lembaran daluang, seiring waktu akan mengalami proses kimiawi lanjutan yang akan mendegradasi kekuatan lembaraan daluang itu sendiri. Sementara kertas biasa yang diproduksi menggunakan teknik pulping (pembuburan) dan teknik forming sheet (pembuatan lembaran), umumnya menggunakan bahan-bahan kimia sintetis dalam proses pembuatannya, sehingga residu bahan kimia yang tertinggal secara langsung akan menjadi penyebab penurunan ketahanan kertas ketika melakukan reaksi kimia lanjutan, seperti oksidasi ataupun hidrolisis.

Menurut Tedi, tradisi pembuatan daluang di Indonesia dinyatakan punah sejak tahun 1960-an. Namun, penyebarluasan benih kembali dilakukan sejak 1997 oleh Kelompok Bungawari, komunitas anak muda Bandung yang peduli budaya lingkungan. Saat ini pohon saeh dapat ditemukan di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Madura, Bali, dan Lombok.

Secara alamiah, pohon ini banyak terdapat di Sulawesi, terutama di Lembah Bada, Donggala, dan di Taman Nasional Lore Lindu. Keberadaan pohon ini di beberapa tempat di Sulawesi, terkait dengan adanya budaya pembuatan pakaian kulit kayu (fuya) yang salah satunya menggunakan bahan baku pohon paper mulberry.

Selain itu, kini terdapat pula penanaman yang dilakukan perorangan seperti yang dilakukan oleh Ahmad Mufid Sururi dan Asep Nugraha di Bandung, Budi di Soreang, dan Edi Dolan di Salatiga.

Sejak 2014, daluang sudah tercatat sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia (WBTBI) di Kemdikbud yang disahkan pada Oktober 2014 dengan SK Mendikbud Nomor 270/P/2014.

"Tanggapan pemerintah atas upaya menghidupkan daluang sebagai salah satu khazanah kekayaan budaya bangsa, sampai saat ini cukup baik. Yang kurang adalah komunikasi dan kerja sama antarberbagai pemangku kepentingan, baik itu antara pemerintah, universitas, komunitas, dan pelaku budaya, pengrajin, dan artisan.

Saksikan live streaming program-program BTV di sini

TAG: 
BAGIKAN

BERITA LAINNYA

RS Muhammadiyah Palembang Nonaktifkan Perawat yang Sebabkan Jari Bayi Putus

RS Muhammadiyah Palembang menonaktifkan perawat yang menggunting jari bayi berusia 7 bulan hingga putus. 

NEWS | 5 Februari 2023

Dianggap Berlebihan, Tiongkok Kecam AS Soal Penembakan Balon Mata-mata

Tiongkok kecam AS yang menembak jatuh balon mata-mata yang terlihat terbang di atas Amerika Utara.

NEWS | 5 Februari 2023

Akses Jalan Tertimbun Longsor, Ribuan Warga Toraja Utara Terisolasi

Ribuan warga Toraja Utara terisolasi akibat akses jalan penghubung kecamatan di Dusun Kurra, Lembang To’yasa Akung tertimbun longsor. 

NEWS | 5 Februari 2023

Elon Musk Siap Luncurkan Roket Starship pada Maret Mendatang

Bos SpaceX Elon Musk pada Sabtu (4/2/2023) mencuit di Twitter, ia akan meluncurkan sistem roket Starship pada bulan Maret mendatang.

NEWS | 5 Februari 2023

Erick Thohir dan Moeldoko Hadiri Festival Cap Go Meh di Singkawang

Menteri BUMN Erick Thohir dan Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko dan menghadiri Festival Cap Go Meh di Kota Singkawang, Kalimantan Barat.

NEWS | 5 Februari 2023

Cap Go Meh, Arus Wisata ke Surya Kencana Bogor Macet

Menjelang pelaksanaan puncak Cap Go Meh Bogor Street Festival kendaraan menuju kawasan Pecinan Surya Kencana, Kota Bogor padat.

NEWS | 5 Februari 2023

Konser Sheila on 7 di Pontianak Ternyata Palsu, Emak-emak Rugi Ratusan Juta

Puluhan emak-emak menggeruduk Polda Kalbar untuk melaporkan penipuan oleh event organizer (EO) konser Sheila on 7 di Pontianak yang ternyata palsu.  

NEWS | 5 Februari 2023

Gadis 16 Tahun Tewas Diserang Hiu di Pantai Australia

Seorang gadis 16 tahun tewas diserang hiu di pantai Australia di wilayah Perth, pada hari Sabtu (4/2/2023).

NEWS | 5 Februari 2023

Diduga Selisih Paham soal Proyek, Wartawan di Bandar Lampung Dibacok Teman

Seorang wartawan media online di Bandar Lampung Wandi Irawan (32) dibacok oleh temannya sendiri lantaran diduga berselisih paham. 

NEWS | 5 Februari 2023

KKP Kawal Perbatasan dari Hama dan Penyakit Ikan

KKP mengingatkan pentingnya menjaga SDI di perbatasan dan untuk mencegah masuknya ikan-ikan invasif serta hama dan penyakit ikan karantina.

NEWS | 4 Februari 2023


TAG POPULER

# Transmart


# Perayaan dan Sejarah Cap Go Meh


# Mutasi Perwira


# Kawasan Halal di Jakarta


# Eliezer


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
RS Muhammadiyah Palembang Nonaktifkan Perawat yang Sebabkan Jari Bayi Putus

RS Muhammadiyah Palembang Nonaktifkan Perawat yang Sebabkan Jari Bayi Putus

NEWS | 2 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE