Logo BeritaSatu

BPOM: Vaksin Palsu Berasal dari 28 Sarana Kesehatan

Selasa, 28 Juni 2016 | 17:10 WIB
Oleh : Dina Manafe / PCN

Jakarta- Hingga saat ini Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM) masih terus berkoordinasi aktif dengan Bareskrim Polri dan Kementerian Kesehatan (Kemkes) untuk mengidentifikasi keaslian vaksin palsu dan menelusuri peredaran serta para pelakunya. Dari hasil laporan sementara vaksin yang diduga palsu tersebut berasal dari 28 sarana pelayanan kesehatan.

Fasilitas kesehatan tersebut tersebar di sembilan wilayah, yaitu Pekanbaru, Serang, Bandung, Yogyakarta, Denpasar, Mataram, Palu, Surabaya, dan Batam.

"Vaksin palsu di 28 sarana kesehatan itu berdasarkan laporan dari 27 Balai Besar dan Balai POM di 27 provinsi. Untuk saat ini vaksin tersebut sudah diamankan," kata Plt.Kepala Badan POM, Tengku Bahdar Johan Hamid, pada konferensi pers, di Jakarta, Selasa (27/6).

Ada pun produk vaksin yang dipalsukan berasal dari PT Biofarma, PT Sanofi Grup, PT Glaxo Smith Kline (GSK). Vaksin palsu tersebut terdiri dari 12 jenis, yaitu vaksin Engerix B, vaksin Pediacel, vaksin Eruvax B, vaksin Tripacel, vaksin PPDRT23, vaksin Penta-Bio, vaksin TT, vaksin Campak, vaksin Hepatitis B, vaksin Polio bOPV, vaksin BCG, dan vaksin Harvix.

"Badan POM aktif melakukan koordinasi untuk mengetahui keaslian kandungan produk yang diduga palsu," kata Bahdar.

Menurut Bahdar, vaksin dari 28 sarana tersebut masih dalam pengujian, sehingga belum diketahui keaslian kandungannya. Adanya dugaan palsu karena harga beli vaksin oleh sarana tersebut dilaporkan sangat murah.

Menurut Bahdar, selisih harga antara vaksin palsu dengan yang dijual resmi cukup lebar. Misalnya, vaksin Pediacel dengan harga resmi sekitar Rp 800.000 sampai Rp 900.000, sedangkan palsunya dijual sekitar Rp 300.000-an.

"Dengan harga miring seperti ini, sarana kesehatan yang waras sudah seharusnya sudah bisa mencurigai adanya pemalsuan. Harusnya dia (sarana kesehatan-red) beli di sarana resmi," kata Bahdar.

Bahdar mengatakan, Badan POM hanya berwewenang untuk mencegah jangan sampai vaksin tersebut menyebar lebih luas. Sedangkan untuk sanksi terhadap sarana tersebut merupakan kewenangan Dinas Kesehatan di bawah Kementerian Kesehatan, dan kepolisian.

Bila sarana kesehatan tersebut terbukti sebagai penjual atau penadah, maka murni sebagai tindak kriminal.

"Kalau umpamanya kesalahan sarana kesehatan hanya membeli di jalur tidak resmi, mungkin hanya dikasih teguran atau sanksi administrasi. Tapi dengan kondisi sekarang, kemungkinan sebagai pelaku atau penadah, berarti sudah masuk kriminal," kata Bahdar.

Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Suara Pembaruan

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Rudal-rudal Rusia Hantam Kharkiv, Matikan Listrik di 18.000 Rumah

Rusia menembakkan sejumlah rudal ke Kharkiv semalam, yang mematikan listrik ke lebih dari 18.000 rumah tangga.

NEWS | 28 September 2022

Jokowi Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Maluku Utara di Atas Nasional

Presiden Jokowi optimistis pertumbuhan ekonomi di Provinsi Maluku Utara berada di atas angka pertumbuhan ekonomi nasional.  

NEWS | 28 September 2022

Total 63,39 Juta Orang Dapatkan Vaksinasi Covid-19 Booster

Hingga hari ini, Rabu (28/9/2022) sebanyak 63.396.824 orang telah mendapatkan vaksinasi Covid-19 dosis booster.

NEWS | 28 September 2022

Update Covid-19: Kasus Positif Hari Ini Naik 1.915

Update Covid-19 pada hari ini, Rabu (28/9/2022), kasus positif mengalami kenaikan sebanyak 1.915 kasus.

NEWS | 28 September 2022

Polisi Belgia Baku Tembak dengan Kelompok Ekstrem Kanan, 1 Tewas

Satu orang tewas pada Rabu (28/9/2022) ketika polisi Belgia terlibat baku tembak saat melakukan penggerebekan dengan kelompok ekstrem kanan.

NEWS | 28 September 2022

Keputusan Anies Capres Nasdem Jadi Kewenangan Penuh Surya Paloh

Waketum Partai Nasdem Ahmad Ali menegaskan keputusan Anies Baswedan menjadi capres Nasdem jadi kewenangan penuh Ketua Umum Nasdem Surya Paloh.  

NEWS | 28 September 2022

Ancam Bawa Bom di Tas, Penumpang Singapore Airlines Ditangkap

Polisi menangkap seorang pria berusia 37 tahun dalam penerbangan Singapore Airlines setelah dia diduga menyerang awak kabin dan mengancam bawa bom di tas jinjingnya.

NEWS | 28 September 2022

Berkas Lengkap, Ferdy Sambo dan Tersangka Lain Segera Disidang

Kejaksaan Agung menyatakan berkas perkara Irjen Ferdy Sambo dan tersangka lainnya dalam kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J telah lengkap.

NEWS | 28 September 2022

Gelar Wisuda Kejar Paket A-C, PKBM JICT Luluskan 124 Peserta

Wisuda ini sebagai bentuk apresiasi JICT kepada 124 peserta didik yang akhirnya lulus dan dapat menerima ijazah.

NEWS | 28 September 2022

Seleksi PPPK Guru 2022 Dibuka September, Ini Syarat dan Ketentuannya

Penerimaan PPPK guru ini sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat terutama oleh para guru honorer.

NEWS | 28 September 2022


TAG POPULER

# Kevin Sanjaya


# Es Teh Indonesia


# Anies Baswedan


# Pertalite Boros


# Ketiak Basah


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
KSP Dukung Percepatan Penyusunan RDTR Kemudahan Usaha

KSP Dukung Percepatan Penyusunan RDTR Kemudahan Usaha

EKONOMI | 6 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings