Logo BeritaSatu

Kakak Kelas Dilarang Jadi Penyelenggara MOS

Senin, 11 Juli 2016 | 19:25 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / FMB

Jakarta - Masa Orentasi Siswa (MOS) pada tahun ajaran baru, biasanya menjadi ajang kakak kelas untuk "membalas dendam" pada siswa baru. Ole karena itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikud) telah menetapkan kakak kelas untuk tidak terlibat dalam panitia MOS sesuai dengan Peraturan Menteri (Permen) nomor 18 tahun 2016, tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah bagi Siswa Baru.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan mengatakan, pelaksanaan MOS 2016 ini lebih diutamakan pada Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) yang menitikberatkan pada guru. Hal ini dilakukan untuk menghindari perpeloncoan yang menjadi beban orangtua dan siswa baru.

“Kegiatan MOS yang ada praktik perpeloncoan ini harus diganti dengan peraturan khusus yang melarang segala jenis perpeloncoan, maka kegiatan ini sepenuhnya dilakukan oleh guru, tidak oleh kakak senior atau anggota OSIS. PLS akan dilakukan pada jam belajar. Saya tegaskan perpeloncoan harus dihentikan,” kata Anies pada saat Diskusi Hari Pertama Sekolah di Gedung Kemdikbud, Senin, (11/7).

Dijelaskan dia, dilakukan pada jam pelajaran sekolah, dalam jangka waktu paling lama tiga hari pada Minggu pertama awal tahun pelajaran, sedangkan untuk sekolah berasrama diperbolehkan menyesuaikan jangka waktu yang diperlukan dengan terlebih dahulu melapor pada Dinas Pendidikan setempat. Pasalnya, Kemdikbud telah menyiapkan materi, sehingga kegiatan ini hanya dilakukan di lingkungan sekolah. Jikapun akan melakukan kegiatan di luar lingkungan sekolah, maka harus ada pembicaraan antara guru dan orangtua siswa.

MOS harus dilakukan untuk tujuan edukatif dan menyenangkan. Anak tidak diperkenankan memakai atribut yang tidak sesuai. Selama MOS, siswa tetap mengunakan atribut seragam sehari-hari. Menurut Anies, mengunakan atribut yang tidak sesuai atau tidak masuk akal melecehkan dan tidak relevan dengan aktivitas belajar siswa.

Pendiri Indonesia Mengajar ini mengaku, pemerintah telah mengirim surat edaran kepada Kepala Dinas Pendidikan dan sekolah untuk mengubah sistem MOS selama ini dilakukan. MOS harus merujuk pada Permen yang berlaku, sehingga perpeloncoan dihentikan bukan menjadi sebuah kebiasaan atau catatan tahunan.

Anies menyebut, perubahan sistem ini merupakan bagian dari Revolusi Mental (RM). Perpeloncoan jangan dijadikan sebagai catatatn tahunan, namun diingat sebagai catatan sejarah sebuah perubahan sistem pendidikan.

Sementara itu, untuk sanksi, alumnus Universitas Gadjah Mada (UGM) ini mengatakan jika siswa dan guru, dan kepala sekolah terbukti melakukan, lalai, atau membiarkan hal-hal yang dilarang, maka, Menteri memberikan sanksi rekomendasi penurunan level akreditasi, pemberhentian bantuan pemerintah, dan rekomendasi kepada pemerintah daerah (Pemda) untuk mengabulkan merelokasi atau menutup sekolah yang melanggar peraturan.

Selain itu, Kepala Dinas Pendidikan selaku yang bertanggungjawab juga berhak memberikan sanksi teguran tertulis, penundaan atau pengurangan hak pembebasan tugas atau pemberhentian sementara jabatan kepala sekolah atau guru yang melanggar, dan pemberhentian pemberian bantuan Pemda terhadap sekolah tersebut.

Anies juga menghimbau, siswa, orangtua dan masyarakat untuk melaporkan pelanggaran ini ke Layanan Sekolah Aman Kemdikbud di melalui laman pengaduan http://sekolahaman.kemdikbud.go.id atau telpon melalui 021-57903020/0215703303 dan layanan pesan singkat (SMS) 0811976929 serta laporankekerasan@kemdikbud.go.id.

Ia mengaku, telah mempersiapkan tim khusus untuk menanggani langsung laporan ini. “Masyarakat jangan mendiamkan, kita akan melindungi pelapor. Telah ada tim khusus untuk menindaklanjuti,” ujarnya.

Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Suara Pembaruan

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Dicurigai Bom, Polisi Jepang Hanya Temukan Mainan Orang Dewasa

Polisi Jepang yang menurunkan tim penjinak bahan peledak saat mendapat laporan ada paket mencurigakan, ternyata hanya menemukan “mainan orang dewasa".

NEWS | 6 Oktober 2022

Penjilat Kue HUT TNI Dikurung dalam Rutan Polda Papua Barat

Dua anggota polantas penjilat kue HUT TNI telah dikurung dalam rumah tahanan (rutan) Polda Papua Barat.

NEWS | 6 Oktober 2022

2 Polisi Jilat Kue HUT TNI, Dirlantas Polda Papua Barat Minta Maaf

Dua anggota polantas menjilat kue HUT TNI. Video perbuatan tak terpuji itu menjadi viral di media sosial.

NEWS | 6 Oktober 2022

Iwan Setiawan Minta Camat Antisipasi Geng Motor di Bogor

Iwan Setiawan meminta camat memperketat keamanan wilayah untuk mengantisipasi segala bentuk gangguan keamanan dari geng motor di Bogor.

NEWS | 6 Oktober 2022

KBRI Sofia Promosi Wisata Indonesia di Halte Bus Bulgaria

KBRI Sofia promosi wisata Indonesia di Bulgaria melalui tampilan gambar-gambar di halte bus Kota Sofia.

NEWS | 6 Oktober 2022

Kuota Perempuan Minim, Pendaftaran Panwascam Kota Bekasi Diperpanjang

Pendaftaran panwascam Kota Bekasi diperpanjang, karena kuota keterwakilan perempuan masih minim.

NEWS | 6 Oktober 2022

Tiongkok Keluarkan Peringatan Waspada Gelombang Dingin

Pusat Meteorologi Nasional Tiongkok (NMC) mengeluarkan peringatan kewaspadaan terhadap gelombang dingin di berbagai wilayah negara tersebut.

NEWS | 6 Oktober 2022

Pengguna Layanan MySiloam dan Homecare SILO Semakin Meningkat

PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) mencatat ada peningkatan yang signifikan dalam adopsi platform digital MySiloam selama pandemi Covid-19.

NEWS | 6 Oktober 2022

Istri Lukas Enembe Mangkir, KPK Sampaikan Wanti-wanti

Istri Lukas Enembe, Yulce Wenda dan anaknya, Astract Bona Timoramo Enembe mangkir dari panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

NEWS | 6 Oktober 2022

Kasus Lukas Enembe, KPK Ingatkan Jangan Ada yang Pengaruhi Saksi

KPK mengingatkan agar jangan ada pihak yang memengaruhi saksi untuk tidak menghadiri agenda pemeriksaan terkait kasus Lukas Enembe

NEWS | 6 Oktober 2022


TAG POPULER

# Mamat Alkatiri


# Daftar Korban Meninggal Kanjuruhan


# Lesti Kejora


# Timnas U-17


# Formula E


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Dicurigai Bom, Polisi Jepang Hanya Temukan Mainan Orang Dewasa

Dicurigai Bom, Polisi Jepang Hanya Temukan Mainan Orang Dewasa

NEWS | 11 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings