Logo BeritaSatu

Buya Syafii: Ahok Tidak Menghina Alquran

Senin, 7 November 2016 | 08:08 WIB
Oleh : Hotman Siregar / AB

Jakarta - Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Ahmad Syafii Ma'arif atau biasa disapa Buya Syafii mengatakan Gubernur DKI (nonaktif) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok tidak melakukan penghinaan terhadap AlQuran terkait penyataannya saat kunjungan kerja ke Kepulauan Seribu.

Buya Syafii mengaku telah membaca secara utuh pernyataan Ahok Kepulauan Seribu. Namun, aa mengaku tidak sempat mengikuti pendapat dan pernyataan sikap MUI yang telah dibacakan dengan penuh emosi saat diundang salah satu‎ televisi nasional dan baru belakangan baru membaca pernyataan sikap MUI melalui internet.

"Dalam fatwa itu jelas dituduhkan bahwa Ahok telah menghina Alquran dan menghina ulama, sehingga harus diproses secara hukum," ujarnya.

Akan tetapi, menurut Buya Syafii, akal sehatnya mengatakan bahwa Ahok bukan orang jahat yang kemudian ditanggapi beragam oleh berbagai kalangan. Setelah itu, Buya Syafi'i mendapat hujatan cukup banyak dan yang membela pun demikian.

"Semua berdasarkan fatwa MUI yang tidak teliti itu. Semestinya MUI sebagai lembaga menjaga martabatnya melalui fatwa-fatwa yang benar-benar dipertimbangkan secara jernih, cerdas, dan bertanggung jawab," katanya.

Ia meminta masyarakat memperhatikan dengan saksama pernyataan Ahok saat berkunjung ke Pulau Seribu beberapa waktu lalu.

"Jika diperhatikan saksama, tidak ada ucapan Ahok yang menghina. Jadi jangan percaya sama orang. 'Kan bisa aja dalam hati kecil bapak ibu ga bisa pilih saya, karena dibohongin pakai Surat Al-Maidah 51 macem-macem itu. Itu hak bapak ibu ya.' Perhatikan, apa terdapat penghinaan Alquran? Hanya otak sakit saja yang berkesimpulan begitu," katanya.

Apalagi, lanjut Buya Syafii, jika sampai menista langit, jauh dari itu. Kasus yang dikesankan juga menghina ulama, menurutnya, tak perlu dibahas, karena dalam sejarah Muslim, sering muncul ulama jahat dan juga penjilat penguasa dengan fatwa murahannya.

Menurutnya, pokok masalah di sini adalah pernyataan Ahok di depan publik agar jangan percaya pada orang karena di-bohongin pakai surat Al-Maidah 51. Ahok sama sekali tidak mengatakan surat Al-Maidah 51 itu bohong.

"Yang dikritik Ahok adalah mereka yang menggunakan ayat itu untuk membohongi masyarakat agar tidak memilih dirinya," tegas Buya.

Lebih jauh dikatakan, pendapat gegabah MUI ternyata telah berbuntut panjang. Salah satunya adalah demo 4 November.

"Apakah kita mau mengorbankan kepentingan bangsa dan negara itu akibat fatwa yang tidak cermat itu? Atau apakah seorang Ahok begitu ditakuti di negeri ini, sehingga harus dilawan dengan demo besar-besaran? Jangan jadi manusia dan bangsa kerdil," katanya.





Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: Suara Pembaruan

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Kemenkes: Indonesia Perlu Contoh Thailand dalam Pencegahan HIV/AIDS

Kemenkes menyatakan Indonesia perlu mencontoh penanganan pencegahan HIV/AIDS di Thailand yang memberikan edukasi kepada berbagai lini masyarakat. 

NEWS | 1 Desember 2022

Sidang Obstruction of Justice Penembakan Brigadir J di 2 Ruang Terpisah

Sidang kasus obstruction of justice penembakan Brigadir J digelar di dua ruang terpisah di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (1/12/2022).

NEWS | 1 Desember 2022

Hari AIDS Sedunia, Ini Upaya yang Dilakukan Tangani HIV

Guna memperingati Hari AIDS Sedunia 2022, Kementerian Kesehatan memfokuskan pada upaya penanganan kasus HIV pada usia produktif.

NEWS | 1 Desember 2022

Sufmi Dasco Ajak Laksanakan Pemilu 2024 dengan Semangat Persaudaraan

Wakil Ketua DPR dari Fraksi Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengajak semua pihak untuk melaksanakan Pemilu 2024 dalam semangat persaudaraan. 

NEWS | 1 Desember 2022

Rektor Karomani Sebut Zulhas Titip Keponakan Masuk Unila

Dalam persidangan terungkap bahwa mantan Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menitipkan keponakannya untuk masuk Unila.

NEWS | 1 Desember 2022

Bareskrim Polri Akan Gelar Perkara Kasus Tambang Ilegal

Bareskrim Polri akan segera melakukan gelar perkara terkait kasus tambang ilegal di Kalimantan Timur.

NEWS | 1 Desember 2022

Tambang Ilegal, Keluarga Ismail Bolong Penuhi Panggilan Polisi

Keluarga Ismail Bolong telah memenuhi panggilan penyidik Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri terkait kasus tambang ilegal.

NEWS | 1 Desember 2022

Mulai 2 Desember, TV Analog di Jabar dan Jateng Stop Operasi

Penghentian siaran tv analog akan dilakukan di sejumlah wilayah di Jawa Barat dan Jawa Tengah mulai Jumat (2/12/2022).

NEWS | 1 Desember 2022

Bareskrim Ungkap Peran Pelaku Kasus Tambang Ilegal di Kaltim

Bareskrim mengungkap peran pelaku tambang ilegal selaku penambang yang diduga berkolaborasi dengan grup Ismail Bolong.

NEWS | 1 Desember 2022

Satu Keluarga Tewas di Kalideres, 28 Saksi Sudah Diperiksa

Polda Metro Jaya secara total telah memeriksa 28 orang saksi terkait satu keluarga tewas di Kalideres, Jakarta Barat.

NEWS | 1 Desember 2022


TAG POPULER

# Sidang Ferdy Sambo


# Piala Dunia 2022


# Gempa Cianjur


# Pertumbuhan Ekonomi 2023


# One Championship


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Kemenkes: Indonesia Perlu Contoh Thailand dalam Pencegahan HIV/AIDS

Kemenkes: Indonesia Perlu Contoh Thailand dalam Pencegahan HIV/AIDS

NEWS | 7 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE