Logo BeritaSatu

Kalangan Wanita Paling Banyak Alami Gangguan Jiwa

Rabu, 10 Oktober 2018 | 22:38 WIB
Oleh : Dina Manafe / FER

Jakarta - Gangguan kejiwaan bisa terjadi pada siapa saja. Namun, belakangan masalah kesehatan ini ternyata sudah mulai terjadi pada usia yang semakin muda, yaitu 14 tahun. Fenomena lainnya, ternyata gangguan jiwa pada wanita paling banyak dibanding pria.

Dewan pakar Badan Kesehatan Jiwa (Bakeswa) Indonesia, dr Nova Riyanti Yusuf, mengungkapkan, penelitian yang dilakukannya menunjukkan, wanita mengalami masalah emosional empat kali lipat dibandingkan pria. Sedangkan sekolah umum kecenderungannya memiliki risiko masalah emosional tiga kali lipat dari pada sekolah kejuruan. Parahnya, sakit jiwa yang sudah akut ini umumnya akan diselesaikan dengan tindakan bunuh diri.

"Tindakan bunuh diri sebagai jalan terbaik untuk mengakhiri hidup tidak membahagiakan, kini mulai umum dilakukan remaja," kata Nova pada dialog terbatas dengan tema 'Mengenal Kesehatan Jiwa Remaja dan Bagaimana Penanganannya' di Kampus Paramadina, Jakarta, Rabu (10/10). Dialog ini diselenggarakan Universitas Paramadina bersama Bakeswa Indonesia dalam rangka peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia.

Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organisation/WHO) menyebutkan, gangguan kejiwaan di era sekarang sudah dimulai pada usia remaja. Sudah menjadi tren remaja terjangkiti gangguan kejiwaan dengan kategori ringan, sedang dan berat. Depresi, gelisah, stres, perubahan suasana hati atau bete, sudah sangat umum dialami remaja sekarang ini. Seiring dengan perubahan sosial dan tekanan dari lingkungan sekitar, maka anak muda makin banyak yang alami stres.

Sayangnya, kata Nova, banyak orang mengira stres bukanlah penyakit, sehingga tidak perlu diobati. Padahal stres adalah gejala awal gangguan jiwa. Bila stres ini tidak dikelola dengan baik dan berlangsung lama, maka akan berkembang menjadi depresi berat.

Wanita yang pernah menjabat Wakil Ketua Komisi IX DPR ini menambahkan, makin rentannya remaja saat ini sakit jiwa karena sangat dipengaruhi lingkungan sosial. Dari hasil penelitiannya ditemukan, sejumlah faktor, seperti kemiskinan, menikah muda, hamil sebelum menikah, mendapat perlakuan diskriminatif, stigma, dan perundungan (bullying), kekerasan dalam rumah tangga, dan putus asa bisa memicu anak remaja susah mengendalikan emosi.

"Bahkan yang umum dialami remaja apabila alami stres adalah gampang sakit perut, diare, takut berlebihan atau phopia, hingga gangguan makan atau eating disorder. Namun hal ini sering dianggap oleh orang tua bukan sebagai ancaman kesehatan jiwa," ujar Nova.

WHO memperkirakan angka kematian akibat bunuh diri di Indonesia cukup variatif. Mulai dari 30.000 kasus pada 2005, lalu turun menjadi 5.000 kasus di 2010. Kemudian meningkat lagi di 2012 menjadi 10.000 kasus, dan di 2013 turun menjadi 8.400 kasus.

Ibarat fenomena gunung es, angka kasus tersebut yang terdata, sementara kondisi riilnya diperkirakan jauh lebih besar. Secara global, WHO menyatakan ada 800.000 lebih orang di seluruh dunia yang meninggal akibat bunuh diri setiap tahunnya. Ada lebih banyak lagi orang lainnya yang melakukan percobaan bunuh diri.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Suara Pembaruan

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Wartawan Terima Upeti dari Tambang Emas, Ini Kata Ketua PWI Papua Barat

PWI Papua Barat akan mengambil sikap tegas bahkan akan mencabut keanggotaan wartawan yang menerima upeti dari tambang emas ilegal.

NEWS | 28 September 2022

4 Tahun Terakhir, Dinas Pertamanan DKI Bangun 100 Taman

Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Provinsi DKI Jakarta menyebutkan selama empat tahun terakhir telah membangun sebanyak 100 taman.

NEWS | 28 September 2022

Pelaku Pungli terhadap Soleh Solihun Sudah Dipecat

Samsat Jakarta Selatan menghentikan pelaku pungli yang dialami oleh komika Soleh Solihun saat melakukan cek fisik kendaraan.

NEWS | 28 September 2022

Komedian Soleh Solihun Ungkap Ada Pungli di Samsat Jaksel

Komedian Soleh Solihun mengungkap pungli (pungutan liar) di Samsat Polres Metro Jakarta Selatan ketika sedang mengurus perpanjangan STNK.

NEWS | 28 September 2022

Presiden Jokowi Serahkan Bansos di Kantor Pos Jailolo

Saat mengunjungi Kantor Pos Jailolo, Presiden Jokowi menyerahkan sejumlah bantuan sosial bagi para penerima manfaat.

NEWS | 28 September 2022

TECH Dukung Menteri Nadiem Wujudkan Digitalisasi Pendidikan

IndoSterling Technomedia (TECH) melalui aplikasi Edufecta siap mendukung Menteri Nadiem mewujudkan digitalisasi pendidikan tingkat dasar dan menengah.

NEWS | 28 September 2022

Tiba di Halmahera Barat, Jokowi Sapa Warga

Dari Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara, Rabu (28/9/2022), Presiden Joko Widodo (Jokowi) melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Halmahera Barat.

NEWS | 28 September 2022

Krisis Energi, Jerman Batal Tutup Pembangkit Listrik Nuklir

Krisis energi akan memaksa Jerman untuk membatalkan rencana penutupan pembangkit listrik nuklir.

NEWS | 28 September 2022

Bareskrim Usut Dugaan Penipuan Mark AI, Kerugian Rp 25 Miliar.

Bareskrim mengusut kasus dugaan penipuan, penggelapan, dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) robot trading Mark AI

NEWS | 28 September 2022

Bela Putri Candrawathi, Febri Diansyah Tegaskan Objektif

Eks Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah bakal bersikap objektif dalam menjalankan tugas sebagai kuasa hukum Putri.

NEWS | 28 September 2022


TAG POPULER

# Kevin Sanjaya


# Es Teh Indonesia


# Anies Baswedan


# Pertalite Boros


# Ketiak Basah


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Bank bjb Genjot Jumlah Nasabah Lewat Acara Musik di Solo

Bank bjb Genjot Jumlah Nasabah Lewat Acara Musik di Solo

EKONOMI | 19 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings