Logo BeritaSatu

BPN: 27 Kasus Dilaporkan, Tak Satupun Ditindaklanjuti

Senin, 4 Februari 2019 | 17:07 WIB
Oleh : Hotman Siregar / HA

Jakarta - Tim advokat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Hendarsam Marantolo menyebut, pihaknya telah mengirim 27 laporan polisi ke Bareskrim, Polda dan Bawaslu. Dari 27 laporan itu, hanya satu kasus yang ditindaklanjuti tetapi hingga kini tidak ada naik ke pengadilan.

"Dari 27 laporan itu, hanya satu kasus (ditindaklnjutil). Alhamdulillah sampai sekarang tidak ada yang naik ke pengadilan, rekor sekali, prosesnya sejauh apa juga kita tidak tahu," ujar Hendarsam dalam diskusi Pojok Jubir "Kemanakah Keadilan Hukum di Negeri Ini?" Yang berlangsung di media center Prabowo-Sandi Jl Sriwijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (4/2).

Hendarsam mencontohkan, ancaman pembunuhan kepada Fadli Zon dan Fahira Idris yang orangnya jelas identitasnya, tetapi sampai sekarang tidak ada tindak lanjut sama sekali.

"Jadi kita paling nyesek tataran teknis, karena sampai sekarang tidak ada tindaklanjutnya. Untuk Bupati Boyolali sudah diperiksa tapi kita juga tidak tahu sampai mana progress-nya," katanya.

Di sisi lain, dari kubu BPN sendiri kerap dipanggil aparat atau bahkan diadili karena berbagai kasus. Ia menyoroti misalnya kasus yang menimpa Dahnil Simanjuntak yang dipanggil sebagai saksi kasus hoax Ratna Sarumpaet. Dia mempertanyakan kapasitas saksi apa yang dilihat, didengar dan ketahui sendiri utk memperjelas posisi perkara.

Alhamdulillah sampai sekarang tidak ada yang naik ke pengadilan, rekor sekali.

Kasus lainnya adalah kasus Asma Dewi, yang terkena UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) yang diduga menulis ujaran kebencian terhadap pemerintah.

Kasus lainnya adalah kasus Ahmad Dhani, dia didakwa atas tiga cuitan di Twitter, pertama 7 Februari, kedua, 6 Maret dan ketiga terkait Ahok.

"Ini ada tiga cuitan yang tempus de licti berbeda, satu bulan sebelumnya. Jadi metodologi yang digunakan polisi dan jaksa, mengambil definisi dicomot dari satu bulan sebelumnya. Metodologi kontekstual, walaupun selama Februari-Maret itu ada banyak cuitan. Saya baru kali ini lihat metodologi seperti ini," jelasnya.

Hendarsam meminta UU ITE ini tidak digunakan secara brutal oleh penguasa. Semua UU itu baik idealnya, tidak ada yang buruk.

"Ini tergantung siapa yang menggunakannya, sama seperti pisau dan pedang. Tergantung cara menggunakannya saja. Kalau dikembalikan ke khitahnya kan yang ditonjolkan bukan hukumannya tapi menertibkan transaksi elektronik, pengaturannya bagaimana. Instrumen pidana bukan itu yang ditonjolkan, tapi kok jadi ujung tombak," tandasnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Suara Pembaruan

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Cerita Rektor UGM Saat Jadi Mahasiswa Almarhum Samekto

Rektor UGM Ova Emilia menceritakan kisahnya saat masih menjadi mahasiswa almarhum Samekto Wibowo. 

NEWS | 25 September 2022

Mendag Zulhas Usulkan Rp 100 Triliun Serap Hasil Petani

Mendag Zulkifli Hasan mengusulkan anggaran sebesar Rp 100 triliun per tahun untuk menyerap komoditas bahan pokok hasil para petani.

NEWS | 25 September 2022

32 Pasien Covid-19 Jalani Perawatan di RSDC Wisma Atlet

Pasien Covid-19 yang dirawat di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, hingga hari ini Minggu (25/9/2022) tersisa 32 orang.

NEWS | 25 September 2022

Puisi Terakhir Karya Prof Samekto Dibacakan, Pelayat Menitikkan Air Mata

Saat puisi terakhir karya Prof Samekto dibacakan, para pelayat menitikkan air mata. Samekto Wibowo meninggal karena terseret ombak.

NEWS | 25 September 2022

Guru Besar UGM Meninggal Terseret Ombak, Ini Imbauan BNPB

Terkait periwisata guru besar UGM yang meninggal terseret ombak, BNPB mengingatkan masyarakat terkait keamanan berwisata di pantai.

NEWS | 25 September 2022

Jelang Kunjungan Kamala Harris, Korut Lepas Rudal Balistik

Jelang kunjunan Wapres AS Kamala Harris, Korut menembakkan rudal balistik ke arah timur di lepas pesisir pantai pada Minggu (25/9/2022).

NEWS | 25 September 2022

Perubahan Jam Kerja Dinilai Belum Maksimal Kurangi Kemacetan Jakarta

Rekayasa lalu lintas seperti pengaturan jam kerja tidak bisa dijadikan satu-satunya tumpuan kebijakan dan belum maksimal kurangi kemacetan di Jakarta.

NEWS | 25 September 2022

Vaksinasi Covid-19 Dosis Booster Hari Ini Sebanyak 44.853

Update vaksinasi Covid-19 dosis booster atau dosis ketiga diberikan kepada 44.853 orang pada hari ini, Minggu (25/9/2022).

NEWS | 25 September 2022

UGM Beri Penghormatan Terakhir Guru Besar yang Meninggal Terseret Ombak

UGM memberikan penghormatan terakhir kepada guru besar Fakultas Kedokteran Prof Samekto Wibowo yang meninggal dunia setelah terseret ombak.

NEWS | 25 September 2022

Gubernur Lukas Enembe Disebut Bermain Judi di Tiga Negara

Gubernur Papua, Lukas Enembe diduga pernah berjudi di tiga negara berdasarkan informasi dari orang-orang terdekatnya.

NEWS | 25 September 2022


TAG POPULER

# OTT Hakim Agung


# Penipuan Jam Tangan


# Pertalite


# Curacao


# Lukas Enembe


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Cerita Rektor UGM Saat Jadi Mahasiswa Almarhum Samekto

Cerita Rektor UGM Saat Jadi Mahasiswa Almarhum Samekto

NEWS | 33 detik yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings