Logo BeritaSatu

Tata Kelola Air DKI Jakarta, Mengoptimalkan Ketersediaan dan Pemerataan

Selasa, 19 Februari 2019 | 14:35 WIB
Oleh : Heriyanto / HS

Jakarta, Beritasatu.com - Persoalan ketersediaan air bersih dalam jumlah cukup dan merata bagi semua penduduk hingga kini masih menjadi tantangan pemerintah daerah untuk memenuhinya. Hal itu karena tidak mudah mewujudkannya. Padahal ketersediaan air bersih yang cukup dan merata merupakan tolok ukur kemampuan pemerintah.

Secara khusus tolok ukur itu untuk wilayah perkotaan karena sempitnya lahan menyebabkan sumber-sumber air tanah pun sedikit, bahkan tidak ada. Itulah sebabnya pemenuhan kebutuhan air bersih tidak bisa ditawar-tawar lagi.

Advertisement

Situasi seperti itu tidak hanya dihadapi pemerintah daerah dan pemerintah kota di Indonesia, namun juga di berbagai kota di dunia.
Itulah sebabnya Perserikatakan Bangsa-Bangsa (PBB) telah lama memberi perhatian serius atas persoalan ini. Pada 2015, PBB memprakarsai Tujuan Pembangunan Milenium (Millennium Development Goals/MDGs) dalam bentuk Deklarasi Milenium yang ditandatangani 147 kepala negara dan kepala pemerintahan. Penandatanganan dilakukan saat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Milenium di New York pada September 2000.

MDGs merupakan hasil kesepakatan kepala negara dan perwakilan dari 189 negara anggota PBB yang mulai dijalankan pada September 2000. MDGs berisi delapan butir tujuan untuk dicapai pada tahun 2015.

Deklarasi ini merupakan komitmen dari pemimpin-pemimpin dunia untuk mengurangi lebih dari separuh orang-orang yang menderita akibat kelaparan dan menjamin semua anak untuk menyelesaikan pendidikan dasarnya. Selanjutnya mengentaskan kesenjangan gender pada semua tingkat pendidikan, mengurangi kematian anak balita hingga 2/3 dan mengurangi hingga separuh jumlah orang yang tidak memiliki akses air bersih pada tahun 2015.

Salah satu perhatian penting di Indonesia adalah akses air bersih. DKI Jakarta, misalnya, masih harus berjuang untuk memenuhi kebutuhan akses air bersih bagi sekitar 40 persen warganya.

Baca : Proses Panjang demi Keadilan dan Pelayanan Air Bersih (2)

Namun untuk mewujudkan dan mengatasi masalah tersebut tampaknya tidak gampang karena pemerintah sudah 'telanjur' menyerahkan pengelolaan air bersih di DKI kepada pihak swasta. Semula harapannya--di tangan swasta--pencapaian perluasan akses air bersih kepada warga DKI akan semakin progresif, ternyata harapan dan prediksi itu meleset.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kemudian mengambilalih pengelolaan air bersih yang sudah ditangani swasta sejak 1997. Kepastian itu disampaikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, beberapa hari lalu. Pengambialihan itu telah diawali dengan kajian oleh Tim Evaluasi Tata Kelola Air. Tim ini telah menyampaikan rekomendasi terkait dengan polemik pengelolaan air.

Intinya pemenuhan kebutuhan air bersih sebagai hak dasar warga Jakarta kini adalah prioritas Pemprov DKI Jakarta. Dengan demikian harus segera dilaksanakan pengambilalihan pengelolaan air di Jakarta dari tangan swasta. Ini juga sekaligus mendukung tercapainya percepatan target perluasan cakupan layanan air bersih bagi warga. Karena itu, langkah pengambilalihan ini amat penting untuk mengoreksi perjanjian yang dibuat pada tahun 1997.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: ANTARA

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Ratusan Warga Bersenjata Tajam Menyerang Polres Malinau

Ratusan warga bersenjata tajam menyerang Polres Malinau, Kalimantan Utara lantaran tidak terima setelah ada warga yang tewas akibat tertembak peluru polisi.

NASIONAL | 6 Februari 2023

PPA Lakukan Pendampingan Psikologis terhadap Korban Pedofilia Ibu Muda

Pendampingan psikologis dan sosial terhadap anak-anak korban seks menyimpang (pedofilia) segera diberikan oleh PPA Provinsi Jambi.

NASIONAL | 5 Februari 2023

Angin Kencang Sebabkan Atap Pusat Belanja di Serang Roboh, 2 Luka

Sebuah atap salah satu pusat perbelanjaan di Kota Serang, Minggu (5/2/2023) sore roboh lantaran angin kencang.

NASIONAL | 5 Februari 2023

PGIW Apresiasi Nahdlatul Ulama sebagai Organisasi Islam Toleran

Ketekunan Nahdlatul Ulama (NU) dalam menjaga dan merawat toleransi antar kerukunan umat beragama telah dirasakan oleh seluruh umat agama lai.

NASIONAL | 5 Februari 2023

Polda Metro: Bripka Madih Tak Konsisten soal Laporan Sengketa Tanah

Polda Metro nilai Bripka Madih tak konsisten soal laporan sengketa tanah milik orang tuanya yang sempat dilaporkannya pada 2011 silam.

NASIONAL | 5 Februari 2023

Top News, Penembakan Calon Anggota DPD hingga Pengakuan Duloh Setubuhi Korbannya

Berita penembakan calon anggota DPD RI Bengkulu hingga pengakuan Duloh bersetubuh dengan mertua Wowon menjadi berita terpopuler

NASIONAL | 4 Februari 2023

Korban Gempa Cianjur Diminta Pastikan Termasuk Penerima Bantuan Perbaikan Rumah

Warga korban gempa di Cianjur diminta memastikan rumahnya masuk dalam penerima bantuan perbaikan rumah yang sudah diumumkan di sejumlah desa terdampak.

NASIONAL | 4 Februari 2023

Kesehatan Lukas Enembe, Komnas HAM dan KPK Lakukan Koordinasi

Guna memastikan diperhatikannya hak-hak tahanan dalam hal ini Gubernur Papua nonaktif Lukas Enembe, Komnas HAM melakukan koordinasi dengan KPK.

NASIONAL | 3 Februari 2023

Bakamla RI Berpartisipasi Latihan Sea Lion SAR Avitex

Bakamla RI berpartisipasi dalam latihan yang digelar Turkish Coast Guard karena kedua negara menghadapi tantangan serupa dalam menjaga keamanan wilayah

NASIONAL | 16 Mei 2022

Kepala BNPT Apresiasi Upaya ESQ Jaga Pancasila dan NKRI

Upaya ESQ guna menjaga Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) mendapatkan apresiasi.

NASIONAL | 16 Mei 2022


TAG POPULER

# Transmart


# Perayaan dan Sejarah Cap Go Meh


# Mutasi Perwira


# Kawasan Halal di Jakarta


# Eliezer


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Investor Pantau Rilis Pertumbuhan Ekonomi, Arah IHSG?

Investor Pantau Rilis Pertumbuhan Ekonomi, Arah IHSG?

EKONOMI | 45 detik yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE