Logo BeritaSatu

Istri Rano Karno Disebut Ikut Terima Uang dalam Proyek Alkes Banten

Jumat, 31 Januari 2020 | 06:44 WIB
Oleh : Fana Suparman / JAS

Jakarta, Beritasatu.com - Istri dari mantan Wakil Gubernur Banten, Rano Karno disebut turut kecipratan fee sekitar Rp 150 juta dari proyek alat kesehatan (alkes) di Pemprov Banten.

Hal itu terungkap saat karyawan PT Balipacific Pragama, Dadang Prijatna bersaksi dalam sidang perkara dugaan korupsi dan pencucian uang dengan terdakwa mantan bosnya, pemilik PT Balipacific Pragama, Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (30/1/2020) malam.

Advertisement

Dadang yang merupakan staf Wawan membenarkan catatan pengeluaran uang untuk sejumlah pihak yang dibuatnya, setelah dikonfirmasi oleh JPU KPK.

"Dari Jaja (Kepala Dinas Kesehatan Banten Jaja Budi) untuk istri Rano Karno via pak Yudi pada tanggal 6 Maret 2013 sebesar Rp 150 juta? Betul itu?," cecar jaksa KPK dalam persidangan.

"Betul," jawab Dadang.

Selain pemberian uang itu, Dadang mengakui adanya pemberian uang Rp 150 juta untuk Rano Karno pada 30 November 2012. Dalam catatan tersebut, uang untuk Rano Karno tertulis A2. Dadang membenarkan kode A2 merupakan Rano Karno.

"Jadi pak Jaja minta ke saya, 'Dang Pak Rano Karno minta duit,'" ujar Dadang.

Dalam surat dakwaan Wawan, Rano disebut turut diuntungkan senilai Rp 700 juta dari proyek Alkes Banten. Dalam persidangan ini, jaksa menggali lebih lanjut soal aliran uang itu kepada Dadang. Hal ini lantaran dalam sidang sebelumnya ada saksi yang menyebut uang dengan jumlah lain untuk Rano Karno.

"Dari Jaja via Yusuf sebesar Rp 350 juta. Karena saksi sebelumnya menerangkan uang milik A2," tanya jaksa.

Diterangkan Dadang, uang tersebut memang tak tercantum dalam catatan untuk Rano. Meski demikian, Dadang tak membantah uang yang diminta Jaja untuk Rano Karno.

"Bisa jadi itu untuk Rano Karno juga. Iya itu. Makanya di catatan saya tidak ada Rano Karno-nya, karena di catatan cuma dua (yang diperuntukkan buat Rano Karno)," kata Dadang.

Sedianya dalam persidangan hari ini, Jaksa KPK menjadwalkan menghadirkan Rano Karno sebagai saksi. Namun, Rano mangkir dari panggilan tersebut.

"Ini seharusnya kami konfirmasikan juga, karena tadi seharusnya kami panggil juga saksi bersangkutan (Rano Karno) karena ada di BAP saudara (Dadang) karena saudara (Dadang) orang yang mencatat fee," kata Jaksa.

Diketahui, Wawan didakwa telah melakukan tindak pidana korupsi dengan mengatur proses pengusulan anggaran Dinas Kesehatan Provinsi Banten pada APBD TA 2012 dan APBD-P TA 2012 dan mengarahkan pelaksanaan Pengadaan Alat Kedokteran Rumah Sakit Rujukan Provinsi Banten pada Dinas Kesehatan Provinsi Banten TA 2012 serta mengatur dan mengarahkan pelaksanaan Pengadaan Alkes Kedokteran Umum Puskesmas Kota Tangerang Selatan APBD-P TA 2012.

Atas tindak pidana tersebut, Wawan didakwa menguntungkan diri sendiri orang lain dan korupsi yang merugikan keuangan negara sekitar Rp94,2 miliar. Selain itu, Wawan juga didakwa melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dari hasil korupsinya dengan nilai mencapai lebih dari Rp 500 miliar.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: Suara Pembaruan

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Tepis Pembatasan, Panitia Satu Abad NU: Semua Boleh Datang ke Sidoarjo

Wasekjen PBNU Rahmat Hidayat Pulungan menegaskan, acara puncak resepsi Satu Abad NU dipastikan terbuka untuk semua golongan masyarakat.

NEWS | 3 Februari 2023

Pertama di Indonesia, Bendungan Tamblang Gunakan Teknologi Inti Aspal

Presiden Jokowi meresmikan proyek Bendungan Tamblang yang dikerjakan oleh PTPP di Kabupaten Buleleng, Bali, dengan anggaran dari APBN senilai Rp 820 miliar.

NEWS | 3 Februari 2023

Duloh Mengaku Bersetubuh dengan Noneng Mertua Wowon Sebelum Membunuhnya

Solihin alias Duloh mengaku bahwa dirinya bersetubuh terlebih dahulu dengan Noneng Suryati, mertua Wowon sebelum akhirnya dibunuh.

NEWS | 3 Februari 2023

Menko Airlangga Apresiasi Progres Konstruksi Smelter Manyar

Menko Airlangga optimis konstruksi smelter Manyar milik PT Freeport Indonesia rampung tepat waktu pada Desember 2023.

NEWS | 3 Februari 2023

Toko Material di Pondok Labu Ludes Terbakar

Sebuah toko penjual material bangunan di Jalan Wijaya Kusuma, Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan, ludes terbakar, Jumat (3/2/2023) pagi.

NEWS | 3 Februari 2023

Lukas Enembe Tagih Janji Firli, KPK: Suratnya Masih di Bagian Persuratan

Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan surat Lukas Enembe kepada Ketua KPK Firli Bahuri masih di bagian persuratan lembaga antikorupsi.

NEWS | 3 Februari 2023

Soal Kasus Formula E, KPK Klaim Tak Ragu Jerat Siapa pun

KPK mengeklaim tidak ragu menjerat pihak yang terlibat dalam dugaan korupsi Formula E.

NEWS | 3 Februari 2023

Bukan karena Formula E, Ini Alasan Direktur Penuntutan KPK Kembali ke Kejagung

KPK membantah Direktur Penuntutan Fitroh Rohcahyanto kembali ke Kejagung karena kasus dugaan korupsi Formula E

NEWS | 3 Februari 2023

IPK Indonesia Merosot 4 Poin, KPK Tak Ingin Disalahkan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak ingin disalahkan atas merosotnya corruption perception index (CPI) atau indeks persepsi korupsi (IPK) Indonesia.

NEWS | 3 Februari 2023

Banjir Bandang Terjang Dua Kecamatan di Kabupaten Dompu

Banjir bandang menerjang Dompu, NTB akibat dua sungai meluap sehingga menggenangi pemukiman warga.

NEWS | 3 Februari 2023


TAG POPULER

# Transmart


# Mutasi Perwira


# Ganjar


# Kawasan Halal di Jakarta


# Eliezer


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Persipura dan Pelatih Ricky Nelson Sepakat Berpisah

Persipura dan Pelatih Ricky Nelson Sepakat Berpisah

BOLA | 10 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE