Logo BeritaSatu

Soal WNI Eks ISIS, Perlu Kajian Mendalam dan Prioritaskan Keamanan Masyarakat

Minggu, 9 Februari 2020 | 08:13 WIB
Oleh : Yustinus Paat / RSAT

Solo, Beritasatu.com - Anggota MPR Fraksi PDI Perjuangan M. Nabil Haroen mengingatkan perlu kajian mendalam terkait wacana pemulangan WNI eks kombatan ISIS ke Indonesia yang sekarang menjadi pro-kontra. Menurut Nabil, pemerintah tidak boleh gegabah dan mereka yang mengkhianati Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) harus diberi sanksi.

"Saat ini ada sekitar 600 WNI eks kombatan ISIS yang masih terkatung-katung di luar negeri. Setelah ISIS tumbang, nasib kombatan yang memperjuangkan ISIS juga mengalami ketidakjelasan," ujar Nabil di acara sosialiasi Empat Pilar MPR di Resto Ce-Es Solo, Minggu (9/2/2020).

Acara sosialosasi ini dihadiri lebih dari 250 warga dari berbagai elemen masyarakat, LSM dan organisasi kemasyarakatan, Muslimat NU, Lanange Jagad, dan perwakilan pemuda di daerah Solo Raya. Hadir pula KH Athoillah Habib, Wakil Ketua Umum PP Pagar Nusa Nahdlatul Ulama.

Nabil menilai perlu mengkaji secara detail terhadap 600 orang tersebut untuk memastikan kadar radikalismenya, latar belakang politik, dan ideologinya, serta kondisi sosio-politiknya. Menurut dia, perlu ada perbedaan perlakuan terhadap anak-anak dan perempuan. Selain itu, Nabil mengingatkan terkait politik luar negeri pemerintah Indonesia.

"Perlu ada pemeriksaan dan kajian sebelum eks WNI itu pulang ke Indonesia. Perlu ada koordinasi lebih jauh antara Kementerian Luar Negeri, Kemenkumham, Kementerian Agama dan institusi terkait untuk mengambil langkah preventif. Juga, kita perlu koordinasi dengan lembaga-lembaga internasional yang mengurus masalah ini, terutama terkait dengan hukum internasional dan bantuan kemanusiaan untuk mereka," tandas Nabil.

Dengan adanya kajian tersebut, kata Nabil, Indonesia bisa membandingkan dengan kebijakan di negara lain dan mempertimbangkan dari aspek politik internasional. Nabil mencontohkan Inggris yang sudah menolak warga negera mereka yang bergabung dengan ISIS.

"Negara Inggris sampai sekarang mencabut paspor warga negara mereka yang bergabung ISIS. Untuk Indonesia, kita harus kaji mendalam lagi, bagaimana solusi-solusinya," tegas Ketua Umum PP Pagar Nusa ini.

Lebih lanjut, Nabil mengharapkan pemerintah perlu memiliki prioritas dalam merespon wacana pemulangan WNI eks ISIS ini. Menurut dia, prioritas penting adalah tidak boleh mengorbankan kedamaian dan keamanan mayoritas rakyat Indonesia, hanya untuk kelompok sedikit yang telah mencederai komitmen terhadap NKRI.

"Tentu saja, kita harus melihat kadar kemanusiaan sejauh mana. Dengan pertimbangan kemanusiaan, kita juga harus mementingkan keamanan ratusan juta warga Indonesia. Ini pendekatan Pancasilais, kita perlu memperhatikan keamanan dan perdamaian, juga kemanusiaan yang adil dan beradab," pungkas Nabil.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: Suara Pembaruan

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Polisi Ungkap Peran Istri dan Anak Ismail Bolong di Kasus Tambang Ilegal

Polri membeberkan peran istri dan anak Ismail Bolong dalam kasus tambang ilegal di Kaltim. Istri dan anak Ismail Bolong telah diperiksa penyidik kemarin.

NEWS | 2 Desember 2022

Tiba di DPR, Yudo Margono Didampingi Kasau, Kasad, dan Kapolri

Calon Panglima TNI Laksamana Yudo Margono tiba di Gedung DPR untuk menjalani fit and proper test, Jumat (2/12/2022).

NEWS | 2 Desember 2022

Kasus Tambang Ilegal Mencuat, Rumah Mewah Ismail Bolong Sepi

Rumah mewah Ismail Bolong di Kota Samarinda kini tampak sepi setelah mencuatnya kasus tambang ilegal di Kaltim yang menyeret namanya. 

NEWS | 2 Desember 2022

Bocoran Pertanyaan di Fit and Proper Test Calon Panglima TNI Yudo Margono

Anggota Komisi I DPR Dave Laksono mengatakan akan menggali sejumlah persoalan kepada Laksamana Yudo Margono saat fit and proper test calon panglima TNI. 

NEWS | 2 Desember 2022

Transformasi Pembelajaran melalui Sekolah Responsif Gender

Program kolaboratif, kemitraan antara Pemerintah Indonesia dan Australia di bidang pendidikan bersama dengan UMSIDA (Universitas Muhammadiyah Sidoarjo). 

NEWS | 2 Desember 2022

Disiplin Prajurit Jadi Materi Fit and Proper Test Calon Panglima TNI

Anggota Komisi I DPR TB Hasanuddin mengatakan akan mendalami soal disiplin prajurit TNI saat fit and proper test calon panglima TNI Laksamana Yudo Margono.

NEWS | 2 Desember 2022

Bareskrim Segera Tetapkan Tersangka Kasus Mafia Tanah di Surabaya

Bareskrim Polri tengah mengusut kasus mafia tanah di Surabaya. Terkini, Bareskrim segera menetapkan tersangka kasus mafia tanah tersebut.

NEWS | 2 Desember 2022

Rumah Roboh Akibat Gempa Cianjur Mulai Diratakan

Rumah rumah roboh akibat gempa Cianjur, Jawa Barat, mulai diratakan dengan menggunakan alat berat.

NEWS | 2 Desember 2022

BNPT: Istilah Jihad Sering Disalahartikan untuk Memecah Bangsa

BNPT menegaskan, saat ini istilah jihad sering disalahartikan oleh oknum yang sengaja ingin memecah persatuan bangsa.

NEWS | 2 Desember 2022

Komisi I DPR Verifikasi Administrasi Calon Panglima TNI Yudo Margono

Komisi I DPR memverifikasi administrasi berkas Kasal Laksamana Yudo Margono sebagai calon panglima TNI sebelum menjalani fit and proper test.

NEWS | 2 Desember 2022


TAG POPULER

# Sidang Ferdy Sambo


# Piala Dunia 2022


# Gempa Cianjur


# Pertumbuhan Ekonomi 2023


# One Championship


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Polisi Ungkap Peran Istri dan Anak Ismail Bolong di Kasus Tambang Ilegal

Polisi Ungkap Peran Istri dan Anak Ismail Bolong di Kasus Tambang Ilegal

NEWS | 54 detik yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE