Logo BeritaSatu

Guru Besar UGM Kembangkan Aplikasi Pencatatan Usaha Tani

Selasa, 11 Februari 2020 | 23:09 WIB
Oleh : Fuska Sani Evani / FER

Yogyakarta, Beritasatu.com - Guru besar Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Dr Irham, mengembangkan sebuah platform pencatatan usaha tani yang diberi nama Rektanigama atau Rekam Usahatani Gadjah Mada. Aplikasi Rektanigama berfungsi sebagai alat pencatatan usaha tani berbasis digital.

Kebijakan Kampus Merdeka Dorong Pembangunan Desa

Irham mengatakan, aplikasi ini agar bisa menjadi mitra petani dalam memudahkan pencatatan usaha tani khususnya dalam mendukung kebutuhan administrasi sertifikasi organik dan secara umum menjadi bagian kegiatan manajerial dalam berusaha tani dengan komoditas yang kompleks.

"Kita sudah tertinggal dalam hal ini. Di Inggris sistem pencatatan usaha tani semacam ini sudah ada sejak 1800 dan kita tahu petani kita itu malas untuk mencatat," kata Irham di Yogyakarta, Selasa (11/2/2020).

Dikatakan, inisiasi pencatatan digital ini sudah dimulai sejak tahun 2013 dengan nama introduksi Pokniluh, sebuah portal tabulasi data usaha tani dalam jaringan dan diujicobakan di Kulon Progo melalui dukungan dana pengabdian dari LPPM UGM. Dalam rangka menanggapi kebutuhan petani sebagai pengguna akhir maka Pokniluh ini bertransformasi menjadi Rektanigama.

Menurutnya, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristek Dikti) menjadi salah satu pihak yang berperan besar dalam transformasi ini.

Peneliti UGM Ciptakan Solusi Olah Limbah Batik

Rektanigama memiliki beberapa keunggulan dibandingkan Pokniluh, salah satunya petani tidak hanya mencatat input usaha tani pada akhir pengelolaan, tetapi juga mencatat aktivitas harian dengan rinci serta tetap mengedepankan asas mudah dan praktis.

"Kondisi sosial dan budaya petani menjadi pertimbangan utama bagi tim Rektanigama. Tim ini terus berkomitmen agar aplikasi berbasis website Rektanigama mudah untuk diakses dan digunakan oleh petani," tutur Irham.

Irham mengatakan, pada dasarnya pencatatan usaha tani (farm record) tidak hanya bermanfaat pada jenis usaha tani komersial, tapi juga usaha tani dengan tipe subsistem, baik dengan sistem usaha organik maupun konvensional (non organik). Pada usaha tani dengan sistem organik, pencatatan usaha tani bahkan menjadi aspek yang dipersyaratkan secara teknik untuk keperluan sertifikasi.

"Dari sisi produk, pencatatan usaha tani memberikan jaminan kemampuantelusuran suatu komoditas sehingga bisa memberikan informasi yang memadai bagi konsumen," ujarnya.

Irham menambahkan, aplikasi ini bahkan sudah diuji-cobakan di Kabupaten Sleman dan Magelang dan terus akan dikembangkan menuju kesempurnaan aplikasi.

"Kita berharap Rektanigama menjadi aplikasi yang direkomendasikan bagi petani karena keandalan dan kepraktisannya," tandas Irham.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: Suara Pembaruan

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Perguruan Tinggi Dunia Apresiasi Kemendikbudristek Selenggarakan Program IISMA

IISMA adalah salah satu program paling kompetitif dari Kemendikbudristek yang diminati. Tahun ini jumlah pendaftar mencapai 7.500 mahasiswa dari 31 provinsi.

NEWS | 9 Desember 2022

Top News, Wakil Wali Kota Pagar Alam Meninggal dan Kebakaran Gedung Kemenkumham

Berita meninggalnya Wakil Wali Kota Pagaralam, Sumatera Selatan Muhammad Fadli dan kebakaran gedung Kemenkumham paling banyak dibaca.

NEWS | 9 Desember 2022

Soal Motif Bom Bunuh Diri Bandung, Pengamat Singgung ISIS dan KUHP

Pengamat terorisme, Stanislaus Riyanta menyinggung soal ISIS dan KUHP terkait motif Agus Sujatno melakukan bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar Bandung.

NEWS | 9 Desember 2022

Patahan Cugenang, Pemicu Gempa Cianjur Belum Pernah Teridentifikasi

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan, selama ini patahan Cugenang, pemicu gempa Cianjur, Jawa Barat, belum teridentifikasi.

NEWS | 9 Desember 2022

Aksi Bom Bunuh Diri Bukan Bagian dari Amalan Jihad

Aksi bom bunuh diri seperti bom Bandung itu, menurut Sekum DDI KH Suaib Tahir, bukan bagian amalan jihad.

NEWS | 9 Desember 2022

Hendra Kurniawan Bantah Menemui Ferdy Sambo pada 13 Juli

Hendra Kurniawan membantah keterangan mantan staf pribadi Ferdy Sambo yang menyebutnya menemui Ferdy Sambo di ruang Kadiv Propam Polri pada 13 Juli 2022.

NEWS | 8 Desember 2022

Eks Napiter Tegaskan Ekonomi Bukan Motif Bom Bunuh Diri

Pujianto alias Raider Bakiyah, mantan narapidana terorisme (napiter) mengatakan ekonomi bukan motif teroris melakukan bom bunuh diri.

NEWS | 8 Desember 2022

Masyarakat Harus Dibekali Kemampuan Deteksi Dini Ancaman Terorisme

Masyarakat harus bersatu memerangi terorisme. Pemerintah harus mulai membekali masyarakat dengan kemampuan mendeteksi dan pencegahan dini.

NEWS | 8 Desember 2022

Pernikahan Kaesang, Erick Thohir: Jokowi Ingin Festival Budaya

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan Presiden Joko Widodo ingin konsep Festival Budaya sehingga dekat dengan rakyat saat menggelar pernikahan Kaesang Pangarep

NEWS | 8 Desember 2022

Ganjar Sebut 97 Perusahaan Relokasi Pabrik ke Jateng

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyebut, puluhan perusahaan melakukan relokasi pabrik ke berbagai daerah di Jateng.

NEWS | 8 Desember 2022


TAG POPULER

# Bom Bandung


# UU KUHP


# Ferdy Sambo


# Piala Dunia 2022


# Gempa Sukabumi


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Pilarmas: IHSG di Bawah Tekanan, Saham-saham Ini Bisa Jadi Pilihan

Pilarmas: IHSG di Bawah Tekanan, Saham-saham Ini Bisa Jadi Pilihan

EKONOMI | 50 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE