Logo BeritaSatu

Saksi Akui Serahkan Rp 1,5 Miliar ke Rano Karno

Kamis, 20 Februari 2020 | 17:05 WIB
Oleh : Fana Suparman / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Mantan pegawai PT Bali Pasific Pragama (BPP) Ferdy Prawiradireja mengakui menyerahkan uang ke mantan Wakil Gubernur Banten Rano Karno. Uang sebesar Rp 1,5 miliar itu diserahkan melalui ajudan Rano Karno bernama Yadi. Hal ini diungkapkan Ferdy saat bersaksi dalam sidang perkara dugaan korupsi dan pencucian uang dengan terdakwa Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (13/2/2020).

Ferdy menuturkan penyerahan uang itu salah satunya dilakukan di sebuah hotel di kawasan Serang, Banten. Uang dibungkus kantong kertas diserahkan ke ajudan Rano Karno. "Iya (Rp 1,5 miliar). (Uang dalam bentuk) rupiah. Satu kantong aja. Kantong apa namanya, yang ada di toko buku, kantong kertas gitu. Itu tahun 2012 atau 2013 ya, saya lupa," kata Ferdy Prawiradireja.

Tak Hanya Rano Karno, Suti "Atun" Karno Disebut Tercatat di Proyek Pemprov Banten

Ferdy mengklaim tidak tahu menahu mengenai asal sumber uang itu. Namun Ferdy menduga uang itu berasal dari kas kantor perusahaan milik Wawan yang berada di The East Kuningan Jakarta.

Dalam surat dakwaan Wawan, Rano Karno disebut jaksa menerima uang Rp 700 juta terkait pengadaan alat kesehatan Pemerintah Provinsi Banten. Rano Karno saat itu menjabat Wakil Gubernur Banten.

Istri Rano Karno Disebut Ikut Terima Uang dalam Proyek Alkes Banten

Dikonfirmasi terpisah, Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata memastikan pihaknya bakal mencermati setiap fakta yang mencuat di persidangan. Termasuk mengenai kerapnya nama Rano Karno disebut dalam sidang "Kita lihat perkembangan fakta hukum di persidangan apa yang terjadi dan terungkap di sana nanti JPU akan membuat laporan terkait fakta persidangan itu akan dipaparkan apakah akan dilakukan penyelidikan atau tidak," kata Alex, sapaan Alexander Marwata di Gedung KPK, Jakarta.

Jaksa KPK sedianya telah dua kali memanggil Rano Karno untuk dihadirkan dan bersaksi di sidang Wawan, yakni pada 31 Januari 2020 dan 6 Februari 2020. Namun, Rano Karno mangkir dari dua panggilan tersebut. Disinggung mengenai hal ini, Alex memastikan Jaksa akan kembali memanggil Rano Karno sepanjang keterangannya dibutuhkan untuk pembuktian di persidangan. "Nanti JPU yang akan nilai. Tetap akan dihadirkan kalau JPU menilai keterangan yang bersangkutan dirasa diperlukan sementara yang bersangkutan dipanggil nggak hadir kan bisa minta penetapan hakim untuk hadir," kata Alexander Marwata.

Diketahui, Wawan didakwa telah melakukan tindak pidana korupsi dengan mengatur proses pengusulan anggaran Dinas Kesehatan Provinsi Banten pada APBD TA 2012 dan APBD-P TA 2012 dan mengarahkan pelaksanaan Pengadaan Alat Kedokteran Rumah Sakit Rujukan Provinsi Banten pada Dinas Kesehatan Provinsi Banten TA 2012 serta mengatur dan mengarahkan pelaksanaan Pengadaan Alkes Kedokteran Umum Puskesmas Kota Tangerang Selatan APBD-P TA 2012. Atas tindak pidana tersebut, Wawan didakwa menguntungkan diri sendiri orang lain dan korupsi yang merugikan keuangan negara sekitar Rp94,2 miliar. Selain itu, Wawan juga didakwa melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dari hasil korupsinya dengan nilai mencapai lebih dari Rp 500 miliar.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Pemimpin Taiwan Tsai Ing-wen Mundur dari Ketua Partai Progresif Demokratik

Pemimpin Taiwan Tsai Ing-wen mundur dari ketua Partai Progresif Demokratik yang berkuasa.

NEWS | 26 November 2022

Pramono Anung Ingatkan Kader PDIP Target Hattrick pada Pemilu 2024

Pramono Anung mengingatkan seluruh jajaran kader PDIP soal target meraih hattrick atau tiga kali kemenangan berturut-turut pada Pemilu 2024.

NEWS | 26 November 2022

Wamenag Ingatkan Santri Siap Hadapi Tantangan Baru

Wakil Menteri Agama mengingatkan bahwa zaman terus berubah dan santri harus menghadapi tantangan tantangan baru masa kini.

NEWS | 26 November 2022

PT KAI Pastikan Tak Ada Korban di Gerbong Anjlok di Kampung Bandan

PT KAI Kereta Api Commuter memastikan tak ada korban jiwa dalam peristiwa gerbong anjlok kereta rel listrik (KRL) di sekitaran stasiun Kampung Bandan.

NEWS | 26 November 2022

Platform Merdeka Mengajar: 1,6 Juta Guru Belajar dan Berbagi

Lebih dari 1,6 juta guru di seluruh Indonesia terkoneksi untuk saling belajar dan berbagi melalui platform Merdeka Mengajar.

NEWS | 26 November 2022

Dian Meninggal Terakhir di Keluarga Tewas di Kalideres, Jasad Ibu Termumifikasi

Kombes Hengki Haryadi mengatakan, diduga yang terakhir meninggal dunia dari sekeluarga tewas di Kalideres, Jakarta Barat, adalah korban bernama Dian (40).

NEWS | 26 November 2022

Viral Video Angin Puting Beliung Terjang Tenda Resepsi Pernikahan

Sebuah video amatir menjadi viral karena merekam angin puting beliung yang memporak-porandakan resepsi pernikahan warga di Kampung Kukun, Cikarang.

NEWS | 26 November 2022

Sekjen PDIP Bawa Oleh-oleh Khusus untuk Megawati Soekarnoputri

Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri mendapatkan hadiah khusus berupa tanaman Puring.

NEWS | 26 November 2022

Kosgoro 1957: Soliditas dengan Rakyat Kunci Kemenangan Pemilu

Ketum Kosgoro 1957 Dave Laksono meminta kadernya di seluruh Indonesia membangun soliditas dengan rakyat.

NEWS | 26 November 2022

Guru dan Tenaga Kependidikan Inspiratif Dapatkan Apresiasi

Kemendikbudristek memberikan apresiasi kepada guru dan tenaga kependidikan melalui Apresiasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Inspiratif 2022.

NEWS | 26 November 2022


TAG POPULER

# Kasus Tambang Ilegal


# Henry Yosodiningrat


# Net89


# Tiket KCJB


# PLN


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Lionel Messi dan Enzo Fernandez Angkat Kembali Pamor Argentina

Lionel Messi dan Enzo Fernandez Angkat Kembali Pamor Argentina

SEMESTA BOLA 2022 | 1 jam yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE