Logo BeritaSatu

Kesaktian Kiai Idris Kamali Tak Pernah Kehabisan Uang

Sabtu, 21 Juli 2012 | 19:45 WIB
Oleh : B1

Orang saleh bisa memiliki karomah (keampuhan-kesaktian) yang susah dinalar. Inilah salah satu kehebatan Kiai Idris Kamali Tebung Ireng.

Di kalangan Islam dikenal istilah karomah. Istilah yang merujuk pada kesalehan seseorang baik saleh pribadi maupun saleh sosial. Buah dari kesalehan pada diri orang tersebut adalah ia bisa membuat kejadian yang luar biasa di luar nalar dan kemampuan manusia awam. Dalam bahasa orang awam dipersingkat maknanya dengan sebutan sakti atau ampuh. Kesaktian itu tidak datang tiba-tiba. Orang tersebut sedemikian dekat dengan Allah hingga semua doanya terkabul. Sedemikian dekat ia dengan sang pencipta hingga tak ada hal mustahil yang tak bisa dikerjakan.

Salah satu kisah keampuhan orang saleh ada pada diri Kiai Idris Kamali. Kiai Idris adalah salah satu santri terpilih yang masuk dalam kelas musyawarah. Sebuah kelas khusus yang santrinya dipilih oleh Kiai Hasyim Asy'ari. Tidak semua santri bisa masuk ke kelas ini.

Kelas ini hanya dihuni 20 santri. Hanya santri yang memiliki potensi kecerdasan, kepemimpinan dan keluhuran budi yang masuk ke dalam kelas ini. Kelak di kemudian hari para santri kelas ini menjadi pendiri pesantren baru di berbagai kota di Jawa. Selain Kiai Idris Kamali, beberapa nama lain yang mengisi kelas ini antara lain Kiai Chudlori (pendiri Asrama Pelajar Islam, Tegal Rejo Magelang), Pondok Pesantren Ploso Kediri, , Pondok Pesantren Blokagung.

Sepeninggal Kiai Hasyim pada tahun 1947, Kiai Idris mengabdikan diri sebagai tenaga pengajar di Pesantren Tebu Ireng. Kecerdasannya dalam penguasaan ilmu agama membuat beliau jagoan ilmu gramatika Bahasa Arab (syarah Ibnu Aqil, mantiq dll). Ia pun dinikahkan dengan putri Kiai Hasyim yaitu Azzah. Tahun 1930-an istri Kiai Idris meninggal dunia. Kiai Idris hingga akhir hayatnya memilih tidak menikah lagi, meski memiliki tampang yang ganteng dan atletis. Sepeninggal istrinya ia memilih tinggal di kamar sebelah masjid ukuran 4x5 meter.

Kiai Idris kalau mengajar di Tebu Ireng lebih memilih mengajar di masjid ketimbang di ruangan kelas yang disediakan yayasan. Kelas yang diasuh Kiai Idris adalah kelas santri pilihan. "Para santri dites dulu. Yang lulus tes seluruh biaya di pondok akan ditanggung beliau," kata Shalahuddin Wahid, Pimpinan Pondok Pesantren Tebu Ireng. Tidak heran muridnya tidak banyak.

Di antara murid Kiai Idris adalah Kiai Tolhah Hasan yang kelak di kemudian hari menjadi menteri agama RI. Kiai Idris ini sangat tersohor di Jombang sebagai orang yang welas asih dan suka menolong sesama. Tidak pernah ada orang yang datang ke rumahnya yang tak dibantu. "Kiai Idris suka membantu orang baik memberi atau meminjami uang," ujar Gus Sholah. Setiap ada yang datang dan minta bantuan uang, Kiai Idris selalu mengambil uang dari balik kasur.

Suatu hari, Kiai Idris meminta Tolhah Hasan membersihkan kamarnya. Lantaran didorong rasa penasaran yang tinggi, Tolhah berusaha mencari tahu seberapa banyak uang yang disimpan Kiai Idris di balik kasur. Betapa kagetnya Kiai Tolhah, karena di balik kasur itu tidak ada serupiahpun uang. "Tidak ada uang. Dan Kiai Idris belum mengenal rekening bank. Kesimpulan Kiai Tolhah, kalau Kiai Idris butuh uang selalu ada," ujar Gus Sholah.

Kisah karomah lain Kiai Idris adalah soal hewan piaraannya: kambing. Kiai Idris memang memiliki banyak hewan piaraan. Ada sapi, kambing, bebek, ayam dan lainnya. Susu kambing diminum para santri. Semua orang Jombang saat itu tahu hewan piaraan milik Kiai Idris. Kambing Kiai Idris bebas berkeliaran makan apa saja.

Tak ada yang berani menghardik atau melarangnya. Bahkan jika kambing Kiai Idris memakan tanaman atau dagangan warga, tetap dibiarkan saja karena dipercaya bakal membawa berkah. Demikian pula kalau kambing Kiai Idris naik kereta apik jurusan PAre-Jombang tak ada masinis atau petugas kereta yang memiliki nyali menurunkan. "Menurunkan kambing takut malati (celaka)," ujar Gus Sholah.

Saat Gus Dur menikah dengan Shinta Nuriyah, Kiai Idris menghadiahi beberapa kambing untuk pesta pernikahan.

Satu waktu kambing Kiai Idris hilang. Pencuri kambing itu kesulitan menjual kambing hasil curian karena semua warga tahu kambing Kiai Idris hilang. Membeli kambing hasil curian bakal celaka. Alhasil si pencuri gagal menjual kambing tersebut. Singkat cerita. si maling akhirnya datang ke Kiai IDris untuk mengaku mencuri kambing karena butuh uang. Akhirnya sama Kiai Idris kambing itu malah dihibahkan.

Kebaikan Kiai Idris yang memberikan kambing itu didengar semua orang. Animo orangpun berbondong-bondong untuk memperebutkan kambing tersbut. Kambingpun terjual dengan harga mahal.

Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Dihantam Badai Ian, Kuba Masih Gelap Tanpa Listrik

Kuba masih tanpa listrik pada hari Rabu (28/9/2022), lebih dari 12 jam setelah pemadaman listrik besar-besaran yang disebabkan oleh Badai Ian.

NEWS | 28 September 2022

Anies Menguat Jadi Capres, Koalisi Nasdem, Demokrat, dan PKS Cari Cawapres

Anies Baswedan makin menguat untuk menjadi calon presiden (capres) yang bakal diusung Partai Nasdem, Partai Demokrat, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

NEWS | 28 September 2022

BNPT Bersinergi dengan Guru SMA se-DIY Perkuat Moderasi Beragama

BNPT terus menjalin sinergi dengan pemangku kepentingan terkait, yakni guru SMA/SMK se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

NEWS | 28 September 2022

Masyarakat Papua Diimbau Tak Terprovokasi Bela Lukas Enembe

Benhur Yaboisembut mengajak masyarakat adat Sentani untuk tidak terprovokasi atau terlibat untuk membela para pejabat korup, termasuk Lukas Enembe.

NEWS | 28 September 2022

Ini Penjelasan Ahli Soal Pergerakan Tanah di Bojong Koneng

Pergerakan tanah di Bojong Koneng, Kabupaten Bogor, menurut Agus Budiaanto,merupakan longsoran tipe rayapan.

NEWS | 28 September 2022

Kesembuhan Covid-19 di 10 Provinsi pada 28 September 2022

Infografik tentang data jumlah kesembuhan Covid-19 di 10 provinsi di Indonesia pada tanggal 28 September 2022.

NEWS | 28 September 2022

Kasus Positif dan Kematian Covid-19 sampai 28 September 2022

Infografik tentang data kasus positif dan jumlah kematian Covid-19 di Indonesia sampai tanggal 28 September 2022.

NEWS | 28 September 2022

Empat Kriteria Pj Gubernur DKI Jakarta Menurut Pakar Otda

Pj Gubernur DKI Jakarta harus paham manajemen, menguasai perkara teknis sektoral, paham situasi kultural Jakarta, dan mempunyai kepekaan politik.

NEWS | 28 September 2022

Akrabnya Puan Bersama Warga Transplantasi Terumbu Karang di Pantai Pandawa

Kehadiran Ketua DPR Puan Maharani di Bali mendapat sambutan hangat dari warga. Ia menemui warga transplantasi terumbu karang di Pantai Pandawa, Badung.

NEWS | 28 September 2022

Pemkab Bekasi Jatuhkan Sanksi terhadap Pabrik Keramik karena Cemari Lingkungan

PT Sarana Griya Lestari Keramik terbukti melakukan pencemaran lingkungan di Desa Sukadanau, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi.

NEWS | 28 September 2022


TAG POPULER

# Kevin Sanjaya


# Es Teh Indonesia


# Anies Baswedan


# Pertalite Boros


# Ketiak Basah


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Dihantam Badai Ian, Kuba Masih Gelap Tanpa Listrik

Dihantam Badai Ian, Kuba Masih Gelap Tanpa Listrik

NEWS | 6 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings