Logo BeritaSatu

Banyak Sekolah Menolak Anak HIV-AIDS

Selasa, 31 Juli 2012 | 20:52 WIB
Oleh : B1

Banyak guru kurang mendapat informasi yang benar tentang HIV-AIDS.

Diskriminasi terhadap anak dengan HIV-AIDS atau mempunyai orang tua berstatus HIV positif telah menghambat pendidikan dan anak untuk bertumbuh kembang.

"Dari berbagai advokasi yang dilakukan sejak tahun 2009 belum pernah ada yang menjawab kebutuhan ODHA anak atau anak yang terdampak karena orang tuanya positif HIV," kata aktivis Indonesia AIDS Coalition (IAC), Aditya Wardhana.

Ia mengatakan, berbeda dengan 10 tahun lalu dimana kebanyakan ODHA anak akhirnya meninggal, saat ini pengobatan dengan anti retroviral telah memberi kesempatan bagi anak dengan HIV untuk hidup lama dan bertumbuh kembang.

Sayangnya banyak ODHA anak mengalami diskriminasi di sekolah apabila status HIV-nya diketahui orang lain.

"Sekolah kadang menolak anak karena guru-gurunya kurang mendapat informasi tentang HIV," katanya.

Aditya meyakinkan guru dan pihak sekolah biasanya tidak terlalu sulit dibandingkan meyakinkan orang tua murid lain yang sering menolak keberadaan anak dengan HIV untuk berada di sekolah yang sama dengan anaknya.

Baby Rivona Nasution, Koordinator Nasional Ikatan Perempuan Positif Indonesia (IPPI), mengatakan banyak angggota IPPI yang cemas melihat banyaknya kasus diskriminasi anak di sekolah.

"Pemerintah harus menindak tegas sekolah yang mendiskriminasi anak atau membiarkan proses diskriminasi terjadi," ujarnya.

Baby sendiri mempunyai anak yang akan memasuki masa sekolah dan ia mengakui dirinya mempunyai kecemasan akan nasib anaknya.

Tahun lalu tepat pada perayaan hari AIDS sedunia publik dikejutkan dengan peristiwa penolakan seorang anak untuk masuk sekolah Don Bosco karena sang ayah, Fajar Jasmin, positif HIV.

Sekolah mendesak Fajar untuk melampirkan surat keterangan yang menyatakan anaknya, Immi, negatif HIV.

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Iswandi Mourbas, mengatakan ada sederetan undang-undang yang menjamin anak untuk mendapat pendidikan dan layanan kesehatan bebas dari diskriminasi.

KPAI sendiri mencatat sudah banyak penolakan dari sekolah karena seorang anak positif HIV atau memiliki orang tua ODHA.

Iswandi mengatakan KPAI siap menerima aduan jika ada sekolah dan komunitas yang mendiskriminasi ODHA anak.

Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

17 Orang Tewas dalam Kebakaran di Restoran di Tiongkok

17 orang tewas akibat kebakaran di restoran di Kota Changchun di timur laut Tiongkok, paa Rabu (28/9/2022) kata pihak berwenang.

NEWS | 28 September 2022

Reformasi Birokrasi Harus Hasilkan Karakter Berkelas Dunia

Reformasi birokrasi itu diharapkan menghasilkan karakter birokrasi yang berkelas dunia atau world class bureaucracy.

NEWS | 28 September 2022

Sekaligus, Kejagung Gabung 2 Berkas Perkara Ferdy Sambo Cs

Kejagung menggabungkan dua berkas perkara Irjen Ferdy Sambo dan tersangka lainnya pada dua kasus.

NEWS | 28 September 2022

Rudal-rudal Rusia Hantam Kharkiv, Matikan Listrik di 18.000 Rumah

Rusia menembakkan sejumlah rudal ke Kharkiv semalam, yang mematikan listrik ke lebih dari 18.000 rumah tangga.

NEWS | 28 September 2022

Jokowi Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Maluku Utara di Atas Nasional

Presiden Jokowi optimistis pertumbuhan ekonomi di Provinsi Maluku Utara berada di atas angka pertumbuhan ekonomi nasional.  

NEWS | 28 September 2022

Total 63,39 Juta Orang Dapatkan Vaksinasi Covid-19 Booster

Hingga hari ini, Rabu (28/9/2022) sebanyak 63.396.824 orang telah mendapatkan vaksinasi Covid-19 dosis booster.

NEWS | 28 September 2022

Update Covid-19: Kasus Positif Hari Ini Naik 1.915

Update Covid-19 pada hari ini, Rabu (28/9/2022), kasus positif mengalami kenaikan sebanyak 1.915 kasus.

NEWS | 28 September 2022

Polisi Belgia Baku Tembak dengan Kelompok Ekstrem Kanan, 1 Tewas

Satu orang tewas pada Rabu (28/9/2022) ketika polisi Belgia terlibat baku tembak saat melakukan penggerebekan dengan kelompok ekstrem kanan.

NEWS | 28 September 2022

Keputusan Anies Capres Nasdem Jadi Kewenangan Penuh Surya Paloh

Waketum Partai Nasdem Ahmad Ali menegaskan keputusan Anies Baswedan menjadi capres Nasdem jadi kewenangan penuh Ketua Umum Nasdem Surya Paloh.  

NEWS | 28 September 2022

Ancam Bawa Bom di Tas, Penumpang Singapore Airlines Ditangkap

Polisi menangkap seorang pria berusia 37 tahun dalam penerbangan Singapore Airlines setelah dia diduga menyerang awak kabin dan mengancam bawa bom di tas jinjingnya.

NEWS | 28 September 2022


TAG POPULER

# Kevin Sanjaya


# Es Teh Indonesia


# Anies Baswedan


# Pertalite Boros


# Ketiak Basah


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
17 Orang Tewas dalam Kebakaran di Restoran di Tiongkok

17 Orang Tewas dalam Kebakaran di Restoran di Tiongkok

NEWS | 5 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings