Logo BeritaSatu

MTI Beberkan Alasan Utama Masyarakat Nekat Mudik

Jumat, 22 Mei 2020 | 21:58 WIB
Oleh : Muawwan Daelami / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) mengungkap tiga asumsi yang melandasi mengapa masyarakat nekat mudik di tengah imbauan pemerintah untuk tidak mudik pada Lebaran 2020 ini.

Baca Juga: Kendaraan Luar Tak Boleh Masuk Jakarta

"Mei 2020, kami sampaikan yang perlu kita antisipasi adalah H-15 atau H-16. Karena masyarakat yang nekat mudik punya asumsi. Pertama, mereka merasa sehat begitu sampai di kampung. Lalu langsung isolasi 14 hari sehingga ada kesempatan untuk bisa berlebaran di tanggal 1 Syawal," ucap Ketua Umum MTI, Agus Taufiq Mulyono, dalam diskusi virtual bertajuk "Early Warning Mobilisasi Saat Lebaran Terhadap Bahaya Penularan Covid-19" di Jakarta, Jumat (22/5/2020).

Agus mengatakan, asumsi kedua yang memicu banyak masyarakat nekat mudik pada H-15 kemarin, karena masyarakat sudah mendapat Tunjangan Hari Raya (THR). Faktor lainnya disebabkan oleh beredarnya isu pelonggaran PSBB. "Isu-isu penting ini yang menyebabkan banyak orang nekat mudik H-15 kemarin. Paling besar di H-15," ucap Agus.

Menurut Agus, masyarakat yang nekat mudik ini selalu merasa sehat padahal sebetulnya mereka adalah carrier. Buktinya ketika larangan mudik tidak dipatuhi, muncul kemudian indikasi penularan Covud-19 di kota-kota kecil, kota-kota kabupaten dan kecamatan. Selain itu, daerah-daerah yang menjadi tujuan orang dalam pengawasan (ODP) juga mengalami kenaikan.

Baca Juga: Larangan Mudik, 60.000 Kendaraan Diminta Putar Balik

"Pemda panik, dan bingung. Semakin panik, dan semakin bingung karena sudah mulai terbatas dana operasional perlengkapan petugas dan sebagainya," ungkap Agus.

Sementara itu, pengamat kebijakan publik, Agus Pambagio menyatakan, sejak Februari lalu pihaknya sudah menyampaikan early warning kepada pemerintah untuk menutup sejumah bandara. Namun, pemerintah menolak karena alasan turis asal Tiongkok jumlahnya banyak.

"Kita bicara early warning, hari ini saya terima kabar penambahan yang terinfeksi Covid-19 sebanyak 973. Naik kira-kira 50 persen dari kemarin yang hanya 600 sekian, sekarang sudah 973. Jadi sudah mulai bergerak virus itu ke daerah yang banyak dari Jawa Timur. Saya tidak tahu berapa yang diuji karena seharusnya yang diuji 10.000 per 1 juta penduduk. Sementara kita masih di bawah 5.000 atau 4.000 sekian maksimum," kata Agus Pambagio.

Baca Juga: Gagal Mudik Bisa Memicu Gangguan Jiwa?

Menurut Agus, mengingat angka pengujian belum masuk ke standar, agak sulit untuk memperkirakan posisi Indonesia. Bahkan, sejumlah negara disebutkan sudah memberikan early warning bahwa orang Indonesia atau memiliki paspor Indonesia dan berdomisili Indonesia tidak diizinkan masuk. "Kalau ini sampai terjadi, kita seperti orang diisolasi di kancah global," tegas Agus Pambagio.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Hingga Hari Ini, Total Rumah Rusak Akibat Gempa Cianjur 24.107 Unit

Total rumah rusak akibat gempa Cianjur, Jawa Barat hingga hari ini, Kamis (1/12/2022) sebanyak 24.107 unit.

NEWS | 1 Desember 2022

Pemuda Katolik Siap Berkolaborasi dengan Bawaslu Awasi Pemilu 2024

PP Pemuda Katolik menyatakan kesiapan mereka untuk berkolaborasi dengan Bawaslu dalam mengawasi pelaksanaan Pemilu 2024. 

NEWS | 1 Desember 2022

Bareskrim Limpahkan 3 Tersangka Korupsi Kredit Bank Jateng

Bareskrim Polri melimpahkan tiga tersangka dan barang bukti kasus dugaan korupsi pemberian kredit proyek BPD Jawa Tengah (Jateng) cabang Jakarta.

NEWS | 1 Desember 2022

Kuasa Hukum Hendra Kurniawan dan Agus Cecar Saksi dari Divisi Propam

Kuasa Hukum terdakwa Hendra Kurniawan dan Agus Nurpatria, Henry Yosodingrat mencecar saksi Radite Hernawa yang merupakan Divisi Propam Polri.

NEWS | 1 Desember 2022

Karang Taruna Dukung Pemerintah Wujudkan Kesejahteraan

Ketua Umum Karang Taruna, Didik Mukrianto pihaknya mendukung dan konsisten bersama pemerintah mengurai persoalan, termasuk mewujudkan kesejahteraan sosial.

NEWS | 1 Desember 2022

Saksi dari Timsus Polri Beberkan Kejanggalan Kasus Brigadir J

Saat hadir sebagai saksi di sidang Hendra Kurniawan, salah satu timsus Polri, Agus Saripul Hidayat membeberkan kejanggalan kasus Brigadir J. 

NEWS | 1 Desember 2022

Kasus Suap, Eks Kepala BPN Riau M Syahrir Ditahan KPK

KPK menahan mantan Kepala Kanwil BPN Riau M Syahrir, tersangka kasus dugaan suap terkait pengurusan dan perpanjangan HGU di Kanwil BPN Riau. 

NEWS | 1 Desember 2022

Bertambah, Pengungsi Gempa Cianjur Mencapai 114.414 Orang

Jumlah pengungsi akibat gempa Cianjur bertambah menjadi sebanyak 114.414 orang sementara sehari sebelumnya 109.386 orang. 

NEWS | 1 Desember 2022

CCTV Rumah Ferdy Sambo 26 Kali Dimatikan secara Paksa

CCTV rumah Ferdy Sambo di Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan, 26 kali dimatikan secara paksa.

NEWS | 1 Desember 2022

Sufmi Dasco Jadi Profesor, Prabowo: Guru Besar Penentu Peradaban Bangsa

Terkait pengukuhan Sufmi Dasco Ahmad sebagai profesor, Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto menegaskan guru besar merupakan penentu peradaban bangsa.

NEWS | 1 Desember 2022


TAG POPULER

# Sidang Ferdy Sambo


# Piala Dunia 2022


# Gempa Cianjur


# Pertumbuhan Ekonomi 2023


# One Championship


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Juara Dunia Tinju Minta Maaf karena Ancam Lionel Messi

Juara Dunia Tinju Minta Maaf karena Ancam Lionel Messi

SEMESTA BOLA 2022 | 14 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE