Logo BeritaSatu
RUU Keamanan Nasional Disetujui

Status Unik Hong Kong Terancam Hilang

Jumat, 29 Mei 2020 | 14:02 WIB
Oleh : Natasia Christy Wahyuni / JAI

Beijing, Beritasatu.com - Status unik Hong Kong sebagai negara otonomi khusus terancam hilang setelah Parlemen Tiongkok, Kongres Nasional Rakyat (NPC), mendukung resolusi untuk pengesahan rancangan undang-undang (RUU) Keamanan Nasional.

Dalam voting yang berlangsung pada sidang tahunan NPC, di Beijing, Kamis (28/5/2020) sore waktu setempat, sebanyak 2.878 anggota parlemen menyatakan setuju dengan pengesahan RUU tersebut.

Hasil voting itu memberikan kekuasaan kepada Komite Tetap NPC untuk mengajukan RUU yang melarang tindakan pemisahan diri, subversi, terorisme, atau konspirasi dengan pengaruh asing di Hong Kong.

RUU itu telah memicu keprihatinan karena bisa mengakhiri status unik Hong Kong. Lewat RUU itu, Tiongkok dianggap bisa menempatkan agen keamanannya sendiri di kawasan itu untuk pertama kalinya. RUU itu juga menyebabkan gelombang protes terbaru anti-daratan.

Parlemen Hong Kong juga berdebat mengenai RUU tersebut. Setidaknya dua legislator pro-demokrasi Hong Kong dikeluarkan dari dewan pada Kamis (28/5/2020).

Salah satunya, Ted Hui, melemparkan tanaman busuk ke lantai ruang sidang parlemen, dan menyebutnya sebagai simbol pembusukan sistem politik di Hong Kong. “Saya ingin ketua merasakan apa artinya busuk,” kata Ted Hui.

Ketua parlemen menganggap paket itu sebagai benda berbahaya yang tidak diketahui, kemudian memanggil polisi dan anggota pemadam kebakaran untuk mengamankan paket tersebut dan mengusir Ted Hui dan salah satu rekannya dari ruang sidang.

Hingga kini, rincian lengkap tentang perilaku yang sebenarnya dilarang di bawah RUU Keamanan Nasional Hong Kong masih belum jelas. RUU tersebut akan diberlakukan sebelum September 2020.

Dua Bulan

Pertemuan NPC di Beijing dilakukan setelah penundaan dua bulan karena pandemi Covid-19, menghasilkan dukungan bulat terhadap RUU Keamanan Nasional Hong Kong, di mana 2.878 suara mendukung, satu suara menolak, dan enam suara abstain.

“Itu akan menjunjung tinggi dan meningkatkan kebijakan satu negara, dua sistem. Ini sejalan dengan konstitusi dan Hukum Dasar Hong Kong serta demi kepentingan seluruh rakyat Tiongkok termasuk warga Hong Kong,” kata Ketua NPC, Li Zhanshu, saat upacara penutupan.

NPC hanya menyetujui RUU yang dibuat pemerintah, sehingga tidak ada peluang RUU itu tidak disetujui. RUU keamanan nasional akan diserahkan kepada Komite Tetap Partai Komunis yang akan menyusun detil menyeluruh hukum baru tersebut.

Beberapa hal yang diatur dalam RUU tersebut, antara lain akan mengkriminalkan tindakan pemisahan diri dari Tiongkok, subversi yaitu merusak kekuasaan atau otoritas pemerintah pusat, terorisme yakni menggunakan kekerasan atau intimidasi terhadap orang, dan aktivitas oleh pasukan asing yang mengintervensi Hong Kong.

Komite Tetap, yang terakhir bertemu April, menggelar pertemuan setiap dua bulan dan dperkirakan pertemuan tercepat dilakukan pada Juni. Ini waktu paling awal untuk pengajuan RUU keamanan tersebut.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: South China Morning Post, Suara Pembaruan

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Pemimpin Taiwan Tsai Ing-wen Mundur dari Ketua Partai Progresif Demokratik

Pemimpin Taiwan Tsai Ing-wen mundur dari ketua Partai Progresif Demokratik yang berkuasa.

NEWS | 26 November 2022

Pramono Anung Ingatkan Kader PDIP Target Hattrick pada Pemilu 2024

Pramono Anung mengingatkan seluruh jajaran kader PDIP soal target meraih hattrick atau tiga kali kemenangan berturut-turut pada Pemilu 2024.

NEWS | 26 November 2022

Wamenag Ingatkan Santri Siap Hadapi Tantangan Baru

Wakil Menteri Agama mengingatkan bahwa zaman terus berubah dan santri harus menghadapi tantangan tantangan baru masa kini.

NEWS | 26 November 2022

PT KAI Pastikan Tak Ada Korban di Gerbong Anjlok di Kampung Bandan

PT KAI Kereta Api Commuter memastikan tak ada korban jiwa dalam peristiwa gerbong anjlok kereta rel listrik (KRL) di sekitaran stasiun Kampung Bandan.

NEWS | 26 November 2022

Platform Merdeka Mengajar: 1,6 Juta Guru Belajar dan Berbagi

Lebih dari 1,6 juta guru di seluruh Indonesia terkoneksi untuk saling belajar dan berbagi melalui platform Merdeka Mengajar.

NEWS | 26 November 2022

Dian Meninggal Terakhir di Keluarga Tewas di Kalideres, Jasad Ibu Termumifikasi

Kombes Hengki Haryadi mengatakan, diduga yang terakhir meninggal dunia dari sekeluarga tewas di Kalideres, Jakarta Barat, adalah korban bernama Dian (40).

NEWS | 26 November 2022

Viral Video Angin Puting Beliung Terjang Tenda Resepsi Pernikahan

Sebuah video amatir menjadi viral karena merekam angin puting beliung yang memporak-porandakan resepsi pernikahan warga di Kampung Kukun, Cikarang.

NEWS | 26 November 2022

Sekjen PDIP Bawa Oleh-oleh Khusus untuk Megawati Soekarnoputri

Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri mendapatkan hadiah khusus berupa tanaman Puring.

NEWS | 26 November 2022

Kosgoro 1957: Soliditas dengan Rakyat Kunci Kemenangan Pemilu

Ketum Kosgoro 1957 Dave Laksono meminta kadernya di seluruh Indonesia membangun soliditas dengan rakyat.

NEWS | 26 November 2022

Guru dan Tenaga Kependidikan Inspiratif Dapatkan Apresiasi

Kemendikbudristek memberikan apresiasi kepada guru dan tenaga kependidikan melalui Apresiasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Inspiratif 2022.

NEWS | 26 November 2022


TAG POPULER

# Kasus Tambang Ilegal


# Henry Yosodiningrat


# Net89


# Tiket KCJB


# PLN


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Lionel Messi dan Enzo Fernandez Angkat Kembali Pamor Argentina

Lionel Messi dan Enzo Fernandez Angkat Kembali Pamor Argentina

SEMESTA BOLA 2022 | 43 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE