Logo BeritaSatu

New Normal, MTI Cermati Kesiapan Transportasi Umum

Minggu, 31 Mei 2020 | 18:44 WIB
Oleh : Mikael Niman / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Pada saat penerapan tatanan kenormalan baru atau new normal di wilayah Jabodetabek diberlakukan, potensi penumpukan penumpang diperkirakan bakal terjadi saat menunggu angkutan umum.

Baca Juga: Pemerintah Diminta Bentuk Satgas Transportasi

Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) meminta pemerintah segera menambah sarana dan prasarana pendukung agar tidak timbul kekacauan di sektor transportasi.

"Sumber permasalahan bukan di sektor transportasinya namun pada bagaimana pengaturan kegiatan manusianya. Tidak hanya penambahan sarana yang perlu diatur, namun penambahan kapasitas prasarana pendukung juga harus dipikirkan,” ujar Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan MTI Pusat, Djoko Setijowarno, Minggu (31/5/2020).

Menurut Djoko, untuk menampung pengguna angkutan umum yang sedang menunggu kedatangan kereta atau bus juga perlu diatur. Dengan kondisi kapasitas stasiun dan halte seperti sekarang, perlu dipikirkan penambahan ruang tunggu sementara di stasiun kereta dan halte bus.

Baca Juga: Transportasi Umum Mutlak Terapkan Protokol Kesehatan

"Di setiap stasiun dapat dilengkapi thermal camera untuk sensor suhu tubuh. Bagi pengguna bus, sensor suhu tersebut dapat disediakan di pintu masuk bus,” tuturnya.

Dapat pula ditambahkan aturan, seperti membatasi usia yang rentan terhadap penyakit menular bagi pengguna transportasi umum. “Selama berada di kereta atau bus dilarang menggunakan telpon genggam,” katanya.

MTI menilai, kata Djoko, mengatur aktivitas untuk memahami atau taat aturan bertransportasi menuju era new normal tidaklah mudah.

Baca Juga: Cegah Mudik Lokal, Angkutan Umum di Jabodetabek Dibatasi

“Ini merupakan peluang bagi pemerintah untuk menata layanan transportasi umum higienis. Penyelenggaraan sistem transportasi higienis menjadi keharusan mengikuti arah perkembangan kenormalan baru,” imbuhnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, kemacetan di jalan pasti akan lebih parah daripada sebelum pandemi Covid-19 karena mereka yang memiliki kendaraan pribadi akan menghindari angkutan umum massal dengan memilih kendaraan pribadi.

"Disini juga tantangannya, apakah kebijakan ganjil-genap tetap dilaksanakan atau ditiadakan,” pungkas Djoko yang juga akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Update Korban Gempa Cianjur: 323 Meninggal Dunia dan 9 Orang Hilang

BNPB mencatat 323 korban meninggal dunia akibat gempa Cianjur, per Senin 28 November 2022. Sementara itu sebanyak 9 orang masih dinyatakan hilang.

NEWS | 28 November 2022

Cegah Politik Uang, Bawaslu Kerja Sama dengan Gopay dan OVO

Bawaslu akan lakukan kerja sama dengan platform digital seperti Gopay dan OVO untuk mencegah terjadinya politik uang.

NEWS | 28 November 2022

Calon Panglima TNI Yudo Margono Punya Harta Rp 17,9 Miliar

Kasal Laksamana Yudo Margono yang diusulkan oleh Presiden Jokowi sebagai calon Panglima TNI memiliki harta Rp 17,9 miliar.  

NEWS | 28 November 2022

DPR Bakal Gali 5 Hal Ini kepada Yudo Margono Saat Fit and Proper Test

DPR akan menggali lima hal utama kepada Kasal Laksamana Yudo Margono saat fit and proper test calon Panglima TNI nanti. 

NEWS | 28 November 2022

Puan Ungkap Alasan Kasal Yudo Margono Dipilih Jadi Calon Panglima TNI

Ketua DPR, Puan Maharani mengungkapkan alasan Kasal Laksamana Yudo Margono menjadi calon panglima TNI menggantikan Jenderal Andika Perkasa. 

NEWS | 28 November 2022

Solidaritas Guru, Alumni UPI Himpun Bantuan untuk Korban Gempa Cianjur

56 guru tewas akibat gempa Cianjur, Alumni UPI serentak bergerak menggalang bantuan untuk para korban.

NEWS | 28 November 2022

Tilang Manual Masih Diberlakukan terhadap Sejumlah Pelanggaran

Polda Metro Jaya masih melakukan tilang manual terhadap sejumlah pelanggaran di jalan raya, seperti kendaraan tanpa pelat nomor.

NEWS | 28 November 2022

Menangis, Ferdy Sambo Sebut Sia-sia Pangkat Jenderal jika Tak Bisa Jaga Istri

Ferdy Sambo menangis karena menilai sia-sia bagi dirinya sudah berpangkat jenderal jika tidak mampu menjaga istrinya, Putri Candrawathi.

NEWS | 28 November 2022

Putri Terus Menangis Saat Beberkan Skenario Ferdy Sambo

Putri Candrawathi terus menangis saat membeberkan skenario Ferdy Sambo terkait peristiwa tewasnya Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

NEWS | 28 November 2022

UMP DKI Naik 5,6% Jadi Rp 4,9 Juta, Ini Penjelasan Disnaker

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menetapkan upah minimum provinsi (UMP) naik 5,6% menjadi sebesar Rp 4,9 juta pada 2023.

NEWS | 28 November 2022


TAG POPULER

# Gempa Cianjur


# Piala Dunia 2022


# Vaksinasi Booster


# Pushbike


# Ferdy Sambo


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Piala Dunia 2022: Kamerun Samakan Kedudukan Lawan Serbia

Piala Dunia 2022: Kamerun Samakan Kedudukan Lawan Serbia

SEMESTA BOLA 2022 | 3 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE