Logo BeritaSatu

Mendes: 83 Persen Desa Telah Menyalurkan BLT Dana Desa

Rabu, 10 Juni 2020 | 07:27 WIB
Oleh : Jayanty Nada Shofa / JNS

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemdes PDTT) sebanyak 61.837 desa telah menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa kepada keluarga penerima manfaat (KPM). Jumlah ini merupakan 83 persen dari total 74.953 desa di Indonesia.

Hal ini disampaikan oleh Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar dalam konferensi pers virtual dari Kantor Kemdes PDTT, Jakarta, Selasa (9/6/2020).

Advertisement

Sosok yang akrab disapa Gus Menteri ini menjelaskan, hingga Senin (8/6/2020), dana desa yang telah disalurkan ke rekening kas desa (RKDes) sebanyak 70.786 desa atau setara 94 persen.

Dari data di atas, desa yang telah melakukan musyawarah desa khusus (Musdesus) dan telah menetapkan calon KPM sebanyak 70.315 desa. Sedangkan, terdapat 8.478 desa yang telah melakukan Musdesus dan menentukan KPM namun belum menyalurkan BLT.

Menurut Gus Menteri, berdasarkan evaluasi yang ada di lapangan, ada dua faktor yang menghambat tersalurkannya BLT Dana Desa.

Pertama, dana desa yang belum masuk ke RKDes.

Hal ini dikarenakan status desa yang masih dalam pembahasan di Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri). Misalnya, ketika pemerintah daerah memutuskan wilayah sebagai desa. Namun, Kemdagri menetapkannya sebagai kelurahan.

Belum masuknya dana desa ke RKDes juga disebabkan oleh belum postingnya APBDes ke sistem keuangan desa, serta posisi kepala desa (kades) yang masih sementara sehingga terjadi kekosongan dalam pemerintah desa (pemdes).

Penyebab lainnya meliputi konflik antara pemdes dengan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), permasalahan laporan pertanggung jawaban kades untuk dana desa 2019. Termasuk perangkat desa yang diberhentikan oleh kades yang baru, sehingga belum ada tenaga untuk mengusulkan pencairan Dana Desa.

"Ini adalah beberapa temuan yang kemudian berakibat Dana Desa belum masuk ke RKDes. Kalau Dana Desa belum masuk ke RKDes, ya tentunya BLT Dana Desa tidak tersalur," ungkap Gus Menteri.

Faktor kedua, lanjut Gus Menteri, adalah dana desa yang sudah masuk ke RKDes tetapi belum tersalurkan.

Hal ini disebabkan tidak adanya KK miskin, sehingga Musdesus tidak dapat memutuskan KPM.

"Jadi, seluruh jaring pengaman sosial (JPS) tidak berlaku di desa itu," lanjutnya.

Hambatan lainnya juga termasuk Dana Desa tahap satu yang sudah terpakai untuk kegiatan lainnya sesuai ketentuan, sehingga ditetapkan Dana Desa tahap kedua untuk penyaluran BLT Dana Desa.

Gus Menteri menambahkan ini juga bisa disebabkan oleh kondisi geografis yang sulit untuk mengunjungi KPPN dan bank, pencairan dana dari bank dibatasi, serta data hasil sinkronisasi dari kabupaten yang belum dikeluarkan.

Begitu pula dengan munculnya data baru KPM dan JPS lainnya setelah Musdesus berlangsung. Dengan ini, data KPM dobel dan harus dilakukan perbaikan terlebih dahulu.

Penyaluran juga bisa terhambat karena belum adanya titik temu antara warga dan pemdes yang meminta untuk dibagi secara rata.

"Kita masih terus lakukan komunikasi agar BLT Dana Desa bisa segera tersalurkan dengan cepat," tegas Gus Menteri.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Satu Abad NU, Denny Malik Tertantang Buat Koreografi untuk 12.000 Anggota Banser

Denny Malik mengaku tertantang menjadi koreografer bagi 12.000 anggota Banser saat puncak peringatan Harlah Satu Abad NU atau Nahdlatul Ulama. 

NEWS | 28 Januari 2023

Tempat Penimbunan BBM di Cilegon Kebakaran, Terdengar Suara Ledakan

Kebakaran melanda tempat penimbunan BBM di Kota Cilegon, Jumat (27/1/2023) malam. Terdengar beberapa kali suara ledakan. Sebanyak 2 mobil dan 6 motor hangus.

NEWS | 28 Januari 2023

Angkot Terbalik dan Tabrak Motor di Mandailing Natal, 1 Orang Tewas

Kecelakaan lalu lintas terjadi di Mandailing Natal. Sebuah angkot menabrak motor yang menyebabkan satu orang meninggal dan tiga lainnya terluka. 

NEWS | 28 Januari 2023

Puncak Peringatan Harlah Satu Abad NU Digelar 7 Februari 2023

Puncak Peringatan Harlah Satu Abad NU atau Nahdlatul bakal digelar meriah dan diramaikan sejumlah musisi ternama Tanah Air pada 7 Februari 2023. 

NEWS | 28 Januari 2023

29 Rumah di Lumajang Rusak Diterjang Angin Puting Beliung

Sebanyak 29 rumah warga di Dusun Krajan, Desa Barat, Kecamatan Padang, Kabupaten Lumajang rusak diterjang angin puting beliung, Jumat (27/1/2023). 

NEWS | 28 Januari 2023

KLHK Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan yang Adil dan Nyata

KLHK memperkuat kerja sama dan kolaborasi antar pihak guna mendorong penegakan hukum lingkungan yang adil dan berdampak nyata.

NEWS | 28 Januari 2023

Ibu Mahasiswa UI: Anak Saya Ditabrak dan Dilindas, Mungkinkah Jadi Tersangka?

Ira Adi Saputra, ibu almarhum Hasya Atallah mahasiswa UI yang tewas ditabrak mengaku kecewa sang anak justru ditetapkan polisi sebagai tersangka.

NEWS | 27 Januari 2023

Jurusan Bisnis Masih Pilihan Favorit Calon Mahasiswa

Rektor IBI Kwik Kian Gie, Hisar Sirait mengatakan belajar di jurusan bisnis menjadi investasi masa depan karena membuka kesempatan di pasar kerja global.

NEWS | 28 Januari 2023

Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi III Dorong Humas Perguruan Tinggi Kolaborasi

Dikti mendorong agar Humas perguruan tinggi dapat berkolaborasi antarperguruan tinggi maupun dengan media massa.

NEWS | 27 Januari 2023

Sopir Audi A8 Bantah Tabrak Mahasiswi Cianjur Selvi Amalia

Yudi Junadi, kuasa hukum keluarga Selvi Amalia Nuraini menyatakan, sopir mobil Audi A8 sudah membantah jadi pelaku tabrak lari mahasiswi Cianjur itu. 

NEWS | 27 Januari 2023


TAG POPULER

# Serial Killer


# Mahasiswa UI Ditabrak


# Tukang Becak Bobol BCA


# Biaya Haji 2023


# Pembunuhan di Depok


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Band Wali Rilis Lagu Berbahasa Sunda Kumaha Aing

Band Wali Rilis Lagu Berbahasa Sunda Kumaha Aing

LIFESTYLE | 54 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE