Logo BeritaSatu

Indonesia Tolak Rekomendasi WHO soal Legalisasi Ganja

Sabtu, 27 Juni 2020 | 14:58 WIB
Oleh : Farouk Arnaz / CAH

Jakarta, Beritasatu.com — Indonesia tegas menyatakan jika penyalahgunaan ganja adalah pidana. Tak ada rencana untuk melegalkan penggunaan daun memabukkan itu sebagaimana rekomendasi WHO nomor 5.4 dan 5.5 tentang rencana Legalisasi Narkotika jenis ganja.

Hal ini dikatakan Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskim Brigjen Krisno Halomoan Siregar saat dihibungi Beritasatu.com Sabtu (27/6/2020).

Menurut Krisno sikap ini juga akan dibawa atas nama Indonesia di acara Expert Comittee on Drug Dependence ( ECDD ) yang membahas isu legalisasi ganja tersebut.

“Sikap itu merupakan kesimpulan hasil Rakor yang diprakarsai BNN yang diikuti oleh K/L terkait seperti BNN, Dit Narkoba Bareskrim, Kemenkes, Kemenlu, dan Kemenkumham,” kata Krisno.

Indonesia menolak rekomendasi WHO tentang rencana Legalisasi Ganja dengan pertimbangan dan alasan cannabis atau ganja yang tumbuh di Indonesia berbeda dengan ganja yang tumbuh di negara lain seperti Eropa dan Amerika.

Dari hasil penelitian, ganja di Indonesia memiliki kandungan THC yang tinggi (18 %) dan CBD yang rendah (1%). Kandungan THC itu sangat berbahaya bagi kesehatan karena bersifat Psikoaktif.

“Canabis/ Ganja dapat digunakan untuk pengobatan seperti epilepsi adalah yang berasal dar hasil budidaya rekayasa genetik yang menghasilkan kandungan CBD tinggi (high CBD) dan kandungan THC rendah (low THC), bukan seperti Ganja dari Indonesia,” imbuhnya.

Di samping itu ganja Indonesia sangat mudah tumbuh di hutan atau pegunungan maka ganja di Indonesia bukanlah jenis ganja yang dapat digunakan untuk pengobatan.

“Indonesia memiliki UU Nomor 35 tahun 2009 yang telah mengatur Ganja sebagai Narkotika golongan 1 dan ada sanksi tegas terhadap penyalahgunaanya. UU tersebut harus dijunjung tinggi oleh seluruh warga Negara Indonesia karena berbahaya bagi kehidupan masyarakat dan masa depan bangsa,” imbuhnya.

Alasan lain adalah penegakan hukum Ditipid Narkoba dan jajaran serta BNN terhadap kasus ganja cukup besar setiap tahunnya, belum lagi pelaku yang tidak tertangkap. Adanya aturan UU yang tegas saja banyak warga negara yang masih melanggar, apalagi jika ganja dilegalkan maka akan lebih banyak penyalahguna dengan dalih apapun.

“Juga akan banyak lagi masyarakat yang menjadi korbannya dan terdampak oleh bahaya ganja tersebut nantinya. Penyalahgunaan Ganja memiliki kecenderungan digunakan untuk kebutuhan rekreasi ketimbang medis,” tambahnya.

Sehingga tanaman Ganja yang ada di Indonesia mempunyai akibat negatif yang lebih besar (mudharatnya) daripada manfaatnya. Adanya rekomendasi Legalisasi Ganja oleh WHO justru akan menimbulkan permasalahan di Indonesia seperti peningkatan angka orang sakit dan kematian akibat maraknya penggunaan ganja.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Soal Motif Bom Bunuh Diri Bandung, Pengamat Singgung ISIS dan KUHP

Pengamat terorisme, Stanislaus Riyanta menyinggung soal ISIS dan KUHP terkait motif Agus Sujatno melakukan bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar Bandung.

NEWS | 9 Desember 2022

Patahan Cugenang, Pemicu Gempa Cianjur Belum Pernah Teridentifikasi

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan, selama ini patahan Cugenang, pemicu gempa Cianjur, Jawa Barat, belum teridentifikasi.

NEWS | 9 Desember 2022

Aksi Bom Bunuh Diri Bukan Bagian dari Amalan Jihad

Aksi bom bunuh diri seperti bom Bandung itu, menurut Sekum DDI KH Suaib Tahir, bukan bagian amalan jihad.

NEWS | 9 Desember 2022

Hendra Kurniawan Bantah Menemui Ferdy Sambo pada 13 Juli

Hendra Kurniawan membantah keterangan mantan staf pribadi Ferdy Sambo yang menyebutnya menemui Ferdy Sambo di ruang Kadiv Propam Polri pada 13 Juli 2022.

NEWS | 8 Desember 2022

Eks Napiter Tegaskan Ekonomi Bukan Motif Bom Bunuh Diri

Pujianto alias Raider Bakiyah, mantan narapidana terorisme (napiter) mengatakan ekonomi bukan motif teroris melakukan bom bunuh diri.

NEWS | 8 Desember 2022

Masyarakat Harus Dibekali Kemampuan Deteksi Dini Ancaman Terorisme

Masyarakat harus bersatu memerangi terorisme. Pemerintah harus mulai membekali masyarakat dengan kemampuan mendeteksi dan pencegahan dini.

NEWS | 8 Desember 2022

Pernikahan Kaesang, Erick Thohir: Jokowi Ingin Festival Budaya

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan Presiden Joko Widodo ingin konsep Festival Budaya sehingga dekat dengan rakyat saat menggelar pernikahan Kaesang Pangarep

NEWS | 8 Desember 2022

Ganjar Sebut 97 Perusahaan Relokasi Pabrik ke Jateng

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyebut, puluhan perusahaan melakukan relokasi pabrik ke berbagai daerah di Jateng.

NEWS | 8 Desember 2022

Pertukaran Tahanan, Bintang Bola Basket Wanita AS Dibebaskan Rusia

Bintang bola basket wanita AS Brittney Griner dibebaskan dari penjara Rusia, dalam sebuah pertukaran tahanan.

NEWS | 8 Desember 2022

Dapat Suntikan Rp 551 M, Jakpro Segera Bangun ITF Sunter

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyuntikkan modal Rp 551 miliar kepada PT Jakpro untuk pembangunan ITF Sunter.

NEWS | 8 Desember 2022


TAG POPULER

# Bom Bandung


# UU KUHP


# Ferdy Sambo


# Piala Dunia 2022


# Gempa Sukabumi


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Aksi Bom Bunuh Diri Bukan Bagian dari Amalan Jihad

Aksi Bom Bunuh Diri Bukan Bagian dari Amalan Jihad

NEWS | kurang dari 1 detik yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE