Logo BeritaSatu

Kasus Gayus Bidik Dirjen Pajak

Senin, 20 September 2010 | 15:10 WIB
Oleh : B1

Rekening senilai Rp 28 miliar diblokir. Anehnya, pihak-pihak pemberi dana tak diperiksa. Termasuk ‘gelapnya’ sosok sang aktor utama.

Kasus Gayus Tambunan terus "memakan korban". Setelah beberapa aparat kepolisian masuk pengadilan, kini dirjen pajak ikut dibidik.

"Seharusnya dirjen pajak diperiksa, kenapa dia menandatangani laporan bawahannya? Apakah dia dibodohi? Dibohongi oleh bawahannya? Adakah permainan? Ya bongkarlah. Jangan satu orang saja Gayus jadi korban," kata Adnan Buyung Nasution, pengacara Gayus Tambunan, seusai persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, hari ini.
Bagi Adnan, kliennya dianalogikan sebagai korban lantaran masih ada pihak-pihak yang tidak diperiksa. Adnan juga menunjukkan diagram asal muasal uang senilai Rp28 miliar yang ada di rekening Gayus kepada majelis hakim. Ia berharap, pihak penyidik segera memeriksa “traffic money” ini.
Pada diagram, salah satunya tertera bahwa uang tersebut berasal dari PT Kaltim Prima Coal senilai US$ 500 ribu. Sejumlah uang ini diberikan kepada Gayus, sebagai “upah” membantu mengurus surat ketetapan pajak perusahaan tersebut.
Data berikutnya menyebutkan PT Bumi Resources juga pernah mengajukan banding pajak. Pada simpul inilah, Gayus menjalankan perannya dan mendapat ‘uang lelah’ senilai US$ 500 ribu. Sementara dari PT Arutmin dan KPC yang terantuk masalah sunset policy, Gayus diberi uang senilai US$2 juta.
Jika selama ini, santer disebut beberapa perusahaan milik keluarga Bakrie terlibat dalam kasus ini, maka Adnan menambahi bahwa perusahaan lain juga harus diperiksa.
"Tidak saja dari perusahaan Bakrie. Tapi periksa juga perusahaan lain,” tegas pria yang akrab disapa Abang tersebut.
Dana dari Langit?
Pada intinya, persidangan lanjutan kasus Gayus ini, menitikberatkan pada lemahnya kinerja penyidik Polri. Pasalnya, aparat kepolisian tak menguak asal muasal uang senilai Rp28 miliar yang berada di rekening Gayus.
Pasalnya, siapa-siapa saja yang memberikan uang kepada Gayus, dinilai sangat penting untuk membongkar kasus ini sampai ke akar-akarnya. Jangan hanya main blokir rekening, seperti yang dialami Gayus sekarang ini.
"Dari siapa-siapa dana itu? Kan tidak datang dari langit? Rekening diblokir dengan alasan kejahatan. Kejahatannya apa? Tidak dibuka sama sekali" urai Adnan.
Meski sekarang ini, beberapa nama masuk jerat hukum terkait kasus Gayus, namun Adnan menganggap semua itu belum final. Apalagi diperiksanya Ajun Komisaris Polisi Sri Sumartini [salah satu penyidik Polri], Kompol Arafat Enani dan Hakim Muhtadi Asnun, belum menunjukkan aliran dana yang signifikan.
"Itu juga tidak sampai Rp 1 miliar" cetusnya.
Diakui Adnan, kliennya telah memberikan US$ 700 ribu atau sekitar Rp 7 miliar kepada Haposan Hutagalung [mantan pengacara Gayus]. Sejumlah uang tersebut diberikan Gayus, agar dirinya tidak ditahan.
Selain itu, Gayus juga berharap petugas tidak menyita rumah miliknya yang terletak di Kelapa Gading. Terakhir, uang Rp 7 miliar tadi diberikan Gayus kepada Haposan, untuk melicinkan harapannya agar petugas tidak menyidik dan segera membuka blokir atas rekeningnya senilai Rp28 miliar di Bank Mandiri.
Dalam eksepsinya, Adnan juga menyatakan surat dakwaan jaksa tidak cermat. Lantaran tidak mengurai dengan jelas siapa pelaku utama dari kasus ini.
Sebelumnya, jaksa mendakwa Gayus bersama Humala S.Leonardo Napitupulu, Maruli Pandopotan Manurung, Jhony Marihot dan Bambang Heru Ismiarso. Sementara “aktor utamanya” justru tak tersentuh.
“Ini merupakan pembodohan rakyat melalui proses penyidikan dan penuntutan" kata Adnan.

Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: -

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Update Covid-19: Hari Ini Kasus Positif Capai 1.134

Hari ini, Senin (3/10/2022), kasus harian Covid-19 di Indonesia sebanyak 1.134. Sehingga total kasus Covid-19 pada hari ini tercatat 6.435.719

NEWS | 3 Oktober 2022

Jokowi Gelar Rapat untuk Matangkan Persiapan KTT G-20

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengadakan rapat untuk mematangkan persiapan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-20.

NEWS | 3 Oktober 2022

Anies Capres, Ridwan Kamil Ucapkan Selamat sebagai Sahabat

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyampaikan ucapan selamat kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai capres yang diusung Partai Nasdem.

NEWS | 3 Oktober 2022

DPR Pilih 9 Komisioner Komnas HAM, Ini Daftarnya

Komisi III DPR telah memilih sembilan komisioner Komnas HAM periode 2022-2027, Senin (3/10/2022).

NEWS | 3 Oktober 2022

Usut Tragedi Kanjuruhan, Itsus dan Propam Periksa 18 Polisi

Inspektorat Khusus (Itsus) dan Divisi Propam Polri memeriksa 18 anggota Polri berkaitan dengan tragedi Kanjuruhan.

NEWS | 3 Oktober 2022

Tragedi Kanjuruhan, Polri Dalami Penggunaan Gas Air Mata

Polri saat ini tengah mendalami penerapan prosedur tetap (protap) pengunaan gas air mata untuk membubarkan massa di Stadion Kanjuruhan.

NEWS | 3 Oktober 2022

Andika Akan Sanksi Pidana Oknum Prajurit TNI yang Diduga Tendang Suporter

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa menegaskan oknum prajurit TNI yang diduga menendang suporter dalam tragedi Kanjuruhan, bakal disanksi pidana.

NEWS | 3 Oktober 2022

Eksepsi Ditolak, Sidang Korupsi Rp 86,5 Triliun Surya Darmadi Dilanjutkan

Eksepsi atau keberatan bos PT Duta Palma Group Surya Darmadi alias Apeng ditolak oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor pada PN Jakarta Pusat.

NEWS | 3 Oktober 2022

Evaluasi Total Tragedi Kanjuruhan, Mahfud Minta Menpora Panggil PSSI

Menko Polhukam Mahfud MD meminta Menpora Zainudin Amali untuk segera memanggil Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).

NEWS | 3 Oktober 2022

Elektabilitas Puan Meningkat, Serangan Buzzer Tak Berpengaruh

Elektabilitas Puan Maharani berdasarkan survei Indikator Politik Indonesia, terus meningkat.

NEWS | 3 Oktober 2022


TAG POPULER

# Tragedi Kanjuruhan


# Lesti Kejora


# Pembantaian di Papua Barat


# Arema FC


# Raja Charles III


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
<em>Update</em> Covid-19: Hari Ini Kasus Positif Capai 1.134

Update Covid-19: Hari Ini Kasus Positif Capai 1.134

NEWS | 19 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings