Logo BeritaSatu

Kerusuhan Madina Diduga Dirancang untuk Memeras Dana Desa

Rabu, 8 Juli 2020 | 13:44 WIB
Oleh : Arnold H Sianturi / JEM

Madina, Beritasatu.com - Aksi demo oleh ratusan massa dengan memblokir jalan lintas sumatera (Jalinsum), yang berujung kerusuhan di Desa Mompang Julu, Kecamatan Penyabungan Utara, Sumatera Utara (Sumut), ternyata sudah dirancang oleh tiga orang oknum mahasiswa dengan secara matang, jauh hari sebelum terjadi kerusuhan pada Senin (29/6/2020).

Hal ini terungkap setelah polisi berhasil menangkap tiga orang dalangnya, merupakan oknum mahasiswa yang ingin memeras Kepala Desa Mompang Julu, Hendri Hasibuan. Ketiganya ditangkap dari persembunyiannya di Desa Tor Banua Raja, Kecamatan Panyabungan Utara. Ketiga orang itu juga bukan warga Desa Mompang Julu.

"Ketiga oknum mahasiswa yang ditangkap itu berinisial AA, MG dan AW. Mereka mencoba melakukan pemerasan dengan meminta pembagian 30 persen dari jumlah dana desa yang dikucurkan pemerintah pusat sebesar Rp 1 Miliar, atau sekitar Rp 300 juta," ujar Kepala Satuan Reskrim Polres Madina, AKP Azuar Anas, Rabu (8/7/2020).

Azuar mengatakan, demo yang menuding kepala desa tidak transparan dalam penyaluran dana bantuan oleh pemerintah pusat sebesar Rp 600 ribu untuk masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19, hanya bagian dari skenario yang sudah direncanakan. Mereka memprovokasi masyarakat supaya ikut berdemo dengan memblokir jalinsum.

"Sebelum adanya demo, mereka sudah mengancam kepala desa di sana. Jika tuntutan ini tidak dipenuhi, ketiga orang ini menyampaikan akan mengajak seluruh warga desa untuk memblokir dan melumpuhkan jalinsum. Ketiga orang ini juga yang mempengaruhi masyarakat untuk membakar mobil dan melempari polisi menggunakan batu," katanya.

Azuar menyebutkan, dengan ditangkapnya AA, MG dan AW, maka polisi sudah menetapkan 20 orang tersangka dalam kasus kerusuhan Madina. Dalam waktu dekat, seluruh tersangka ini akan diboyong ke Markas Polda Sumut untuk menjalani pemeriksaan dan pengembanhan lebih lanjut.

Sementara itu, ratusan warga masih bersembunyi di dalam kawasan hutan pascakerusuhan dengan membakar dua unit mobil dan melukai enam polisi di Desa Mompang Julu, Kecamatan Penyabungan Utara, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara (Sumut), Senin (29/6/2020) kemarin.

Hal ini diketahui Beritasatu.com berdasarkan keterangan dari sejumlah ibu rumah tangga (IRT) warga Desa Mompang Julu. Mereka menyatakan suaminya meninggalkan desa karena merasa takut akan ditangkap polisi setelah kejadian kerusuhan. Di desa itu, sedikitnya ada 360 kepala keluarga (KK).

"Sebelum adanya penangakapan, warga Desa Mompang Julu sudah mendengar kabar akan adanya penyisiran oleh polisi. Bapak - bapak di sini dan pemuda yang sebelumnya ikut berdemo langsung pergi meninggalkan rumah. Mereka bersembunyi di dalam hutan," ujar seorang IRT, Dewi (30).

Dewi mengaku tidak mengetahui lokasi persis persembunyian suaminya. Dia juga tidak dapat memastikan suaminya, apakah terlibat dalam pembakaran dua unit mobil, yang salah satunya merupakan milik Wakapolres Madina, Kompol Elizama Zaluku. Saat kejadian, lokasi kejadian sangat kacau.

Hal senada juga dikemukakan Khadijah, seorang nenek berusia 60 tahun, yang mengaku masih trauma setelah melihat kerusuhan tersebut. Dirinya semakin bertambah takut karena melihat banyak polisi yang memasuki desa tersebut.

"Saya tidak berani meninggalkan rumah karena takut ditangkap. Kalau orang - orang sini bilang, semua warga desa mau ditangkap. Tapi saya tidak ditangkap polisi. Mereka mungkin mengetahui bahwa saya tidak ikut terlibat kerusuhan itu," kata Khadizah.

Kapolres Madina, AKBP Horas Tua Silalahi, yang turun langsung ke Desa Mompang Julu, mengimbau masyarakat supaya tidak takut saat melihat kehadiran polisi. Dirinya datang bersama anak buahnya untuk memulihkan situasi agar kembali normal.

"Saya jamin anggota tidak akan sembarangan dalam menangkap orang, apalagi yang tidak bersalah. Jadi saya minta masyarakat supaya tidak perlu takut. Kami hadir untuk melayani, mengayomi dan melindungi masyarakat, dan bukan menakut - nakuti masyarakat," katanya.

Disebutkan, polisi melakukan penangkapan hanya terhadap orang - orang yang terlibat melakukan pelemparan batu sehingga melukai enam orang polisi. Selain itu, polisi akan memproses hukum pelaku pembakaran dua unit mobil dan satu sepedamotor.

"Sudah ada 19 orang yang ditangkap. Mereka masih diperiksa untuk pengembangan lebih lanjut. Mereka adalah orang - orang yang terpantau terlibat melakukan pembakaran mobil dan pelemparan batu saat kerusuhan. Termasuk dua orang anak di bawah umur dan seorang wanita," sebutnya.

Bupati Madina, Dahlan Hasan Nasution menyampaikan, kerusuhan yang terjadi harus dijadikan pelajaran supaya tidak terjadi lagi untuk kemudian hari. Semua pihak juga harus mengambil peranan dalam memulihkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.

"Ini negara hukum. Polisi sudah profeaional menjalankan tugas. Sehingga, mereka yang terlibat melakukan pelanggaran hukum harus diproses sesuai perbuatannya. Bagi warga yang tidak terlibat maka sebaiknya pulang ke rumah masing - masing," sebutnya.

Menurutnya, polisi tidak akan melakukan penangkapan apalagi penahanan terhadap orang yang tidak terlibat dalam pembakaran mobil dan penyerangan yang melukai enam orang polisi saat kerusuhan.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Pemimpin Taiwan Tsai Ing-wen Mundur dari Ketua Partai Progresif Demokratik

Pemimpin Taiwan Tsai Ing-wen mundur dari ketua Partai Progresif Demokratik yang berkuasa.

NEWS | 26 November 2022

Pramono Anung Ingatkan Kader PDIP Target Hattrick pada Pemilu 2024

Pramono Anung mengingatkan seluruh jajaran kader PDIP soal target meraih hattrick atau tiga kali kemenangan berturut-turut pada Pemilu 2024.

NEWS | 26 November 2022

Wamenag Ingatkan Santri Siap Hadapi Tantangan Baru

Wakil Menteri Agama mengingatkan bahwa zaman terus berubah dan santri harus menghadapi tantangan tantangan baru masa kini.

NEWS | 26 November 2022

PT KAI Pastikan Tak Ada Korban di Gerbong Anjlok di Kampung Bandan

PT KAI Kereta Api Commuter memastikan tak ada korban jiwa dalam peristiwa gerbong anjlok kereta rel listrik (KRL) di sekitaran stasiun Kampung Bandan.

NEWS | 26 November 2022

Platform Merdeka Mengajar: 1,6 Juta Guru Belajar dan Berbagi

Lebih dari 1,6 juta guru di seluruh Indonesia terkoneksi untuk saling belajar dan berbagi melalui platform Merdeka Mengajar.

NEWS | 26 November 2022

Dian Meninggal Terakhir di Keluarga Tewas di Kalideres, Jasad Ibu Termumifikasi

Kombes Hengki Haryadi mengatakan, diduga yang terakhir meninggal dunia dari sekeluarga tewas di Kalideres, Jakarta Barat, adalah korban bernama Dian (40).

NEWS | 26 November 2022

Viral Video Angin Puting Beliung Terjang Tenda Resepsi Pernikahan

Sebuah video amatir menjadi viral karena merekam angin puting beliung yang memporak-porandakan resepsi pernikahan warga di Kampung Kukun, Cikarang.

NEWS | 26 November 2022

Sekjen PDIP Bawa Oleh-oleh Khusus untuk Megawati Soekarnoputri

Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri mendapatkan hadiah khusus berupa tanaman Puring.

NEWS | 26 November 2022

Kosgoro 1957: Soliditas dengan Rakyat Kunci Kemenangan Pemilu

Ketum Kosgoro 1957 Dave Laksono meminta kadernya di seluruh Indonesia membangun soliditas dengan rakyat.

NEWS | 26 November 2022

Guru dan Tenaga Kependidikan Inspiratif Dapatkan Apresiasi

Kemendikbudristek memberikan apresiasi kepada guru dan tenaga kependidikan melalui Apresiasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Inspiratif 2022.

NEWS | 26 November 2022


TAG POPULER

# Kasus Tambang Ilegal


# Henry Yosodiningrat


# Net89


# Tiket KCJB


# PLN


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Lionel Messi dan Enzo Fernandez Angkat Kembali Pamor Argentina

Lionel Messi dan Enzo Fernandez Angkat Kembali Pamor Argentina

SEMESTA BOLA 2022 | 2 jam yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE