Logo BeritaSatu

Penolakan Menguat, Ancol Sebut Perluasan Bukan Reklamasi

Kamis, 9 Juli 2020 | 07:38 WIB
Oleh : HS

Jakarta, Beritasatu.com – Gelombang penolakan terkait rencana reklamasi kawasan Ancol dengan total luas 155 hektare (ha) terus menguat dari berbagai kelompok masyarakat. Terakhir, aksi bakar ban meramaikan demonstrasi puluhan pemuda dan mahasiswa di depan gerbang Ancol Barat, Jakarta Utara dengan agenda utama penolakan reklamasi Ancol, Rabu (8/7) petang. Masa aksi yang tergabung dalam Gerakan Nasional Tolak Reklamasi (Gentar) itu memaksa masuk ke Taman Impian Jaya Ancol.

"Masyarakat Jakarta harus menelan kekecewaan, karena gubernur pilihan rakyat, Anies Baswedan mengingkari janji," tegas koordinator aksi, Mahameru.

Masa aksi menuntut tiga hal kepada pihak pengelola Ancol yakni tolak reklamasi Ancol, tangkap dan periksa komisaris Ancol serta kekecewaan terhadap Anies Baswedan yang dinilai sebagai pembohong.

Sebelum mengelar aksi di gerbang barat, massa juga menyuarakan pendapatnya di depan puluhan aparat kepolisian dan TNI yang berjaga di depan gerbang timur Ancol.

Masa membubarkan diri sekitar pukul 17.30 WIB dengan pengawalan puluhan aparat gabungan.
Sementara itu, BUMD DKI PT Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta membantah bahwa tanah buangan hasil galian proyeknya selama ini digunakan untuk kepentingan reklamasi kawasan Taman Impian Jaya Ancol.

Secara terpisah, Manajemen PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk menolak proyek perluasan kawasan Ancol seperti tertera dalam SK Gubernur DKI Jakarta Nomor 237 Tahun 2020 disebut sebagai proyek reklamasi.

"Ini perluasan daratan. Kan nempel darat," kata Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Teuku Sahir Syahali usai rapat kerja dengan Komisi B di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu.

Diketahui, Ancol mendapatkan izin perluasan kawasan dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan rincian 120 hektare untuk wilayah Ancol Timur dan 35 hektare untuk wilayah Dufan.

Dalam rapat kerja tersebut, sejumlah anggota Komisi B sempat mendebatkan istilah reklamasi dalam izin perluasan kawasan Ancol.

Menurut salah satu anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Gilbert Simanjuntak, perluasan daratan dengan penambahan tanah kerukan tetap disebut reklamasi.

Anggota Komisi B lainnya, Hasan Basri Umar dari Fraksi Nasdem menilai bahwa perluasan daratan ini tidak perlu diasumsikan sebagai reklamasi karena akan menimbulkan polemik.

Teuku Sahir juga mengakui proses pengembangan dengan perluasan daratan tersebut dilakukan bertahap. Dan saat ini pihaknya akan melakukan berbagai kajian yang belum dilakukan seperti analisis dampak lingkungan (amdal) soal perluasan lahan seluas 155 hektare tersebut.

"Tahapan-tahapan berikutnya kita akan lakukan kajian-kajian, kajian amdal. Kajian amdal belum karena amanah dari diktum SK Gubernur DKI itu harus melakukan kajian," ujar Sahir.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: ANTARA

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Direktur Utama Jakpro Widi Amanasto Dicopot

Pemprov DKI Jakarta selaku pemegang saham utama PT Jakpro memutuskan merombak direksi Jakpro. Dirut Jakpro, Widi Amanasto dicopot dari jabatannya. 

NEWS | 28 November 2022

Rotasi Matra Jadi Pertimbangan Jokowi Pilih Kasal Yudo Margono

Mensesneg Pratikno mengungkapkan salah satu alasan Presiden Jokowi mengusulkan Kasal Laksamana Yudo Margono sebagai calon panglima TNI karena rotasi matra.

NEWS | 28 November 2022

Diguyur Hujan Deras, 4 Ruas Jalan di Jakarta Tergenang

BPBD DKI Jakarta menyatakan empat ruas jalan di Jakarta tergenang akibat hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang melanda pada Senin (28/11/2022).

NEWS | 28 November 2022

Update: Pengungsi Korban Gempa Cianjur Capai 100.300 Orang

Bupati Cianjur, Herman Suherman mengatakan total pengungsi akibat gempa Cianjur, Jawa Barat per Senin 28 November 2022 sebanyak 100.300 orang. 

NEWS | 28 November 2022

RSUD Sayang: Korban Gempa Cianjur Terserang ISPA di Pengungsian

Wakil Direktur RSUD Sayang, Neneng Efa Fatimah korban gempa Cianjur terserang infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) di posko pengungsian. 

NEWS | 28 November 2022

Update Korban Gempa Cianjur: 323 Meninggal Dunia dan 9 Orang Hilang

BNPB mencatat 323 korban meninggal dunia akibat gempa Cianjur, per Senin 28 November 2022. Sementara itu sebanyak 9 orang masih dinyatakan hilang.

NEWS | 28 November 2022

Cegah Politik Uang, Bawaslu Kerja Sama dengan Gopay dan OVO

Bawaslu akan lakukan kerja sama dengan platform digital seperti Gopay dan OVO untuk mencegah terjadinya politik uang.

NEWS | 28 November 2022

Calon Panglima TNI Yudo Margono Punya Harta Rp 17,9 Miliar

Kasal Laksamana Yudo Margono yang diusulkan oleh Presiden Jokowi sebagai calon Panglima TNI memiliki harta Rp 17,9 miliar.  

NEWS | 28 November 2022

DPR Bakal Gali 5 Hal Ini kepada Yudo Margono Saat Fit and Proper Test

DPR akan menggali lima hal utama kepada Kasal Laksamana Yudo Margono saat fit and proper test calon Panglima TNI nanti. 

NEWS | 28 November 2022

Puan Ungkap Alasan Kasal Yudo Margono Dipilih Jadi Calon Panglima TNI

Ketua DPR, Puan Maharani mengungkapkan alasan Kasal Laksamana Yudo Margono menjadi calon panglima TNI menggantikan Jenderal Andika Perkasa. 

NEWS | 28 November 2022


TAG POPULER

# Gempa Cianjur


# Piala Dunia 2022


# Vaksinasi Booster


# Pushbike


# Ferdy Sambo


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Direktur Utama Jakpro Widi Amanasto Dicopot

Direktur Utama Jakpro Widi Amanasto Dicopot

NEWS | kurang dari 1 detik yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE