Logo BeritaSatu

FKMTI Ungkap Pola Mafia Tanah

Senin, 13 Juli 2020 | 18:54 WIB
Oleh : Fana F Suparman / WM

Jakarta, Beritasatu.com - Forum Korban Mafia Tanah (FKMTI) mengungkapkan aksi-aksi yang dilakukan mafia tanah dalam merampas memiliki pola yang tak jauh berbeda satu dan lainnya. Mafia tanah kerap menggunakan jalur peradilan dengan modal alas hak yang sebenarnya berbeda untuk mengklaim suatu bidang tanah yang diincarnya.

"Polanya sama. Mendalilkan hak di tempat lain untuk mengklaim di lokasi yang ingin dirampas. Polanya sama," kata Ketua Pengurus FKMTI, Supiardi Kendi Budiardjo, dalam konferensi pers melalui daring, Senin (13/7/2020).

Advertisement

Budi menuturkan, sebagian besar anggota FKMTI yang berjumlah sekitar 2.000 anggota dan tersebar di berbagai daerah menjadi korban mafia tanah dengan pola yang tak jauh berbeda.

Dicontohkan, kasus mafia tanah dengan korban Robert Sudjasmin. Dituturkan, Robert membeli tanah Sertifikat Hak Milik no.139/Pegangsaan II melalui proses lelang yang dilakukan Badan Urusan Piutang Negara (BUPN) pada 1990 seluas hampir 9.000 meter persegi.

Nama Robert Sudjasmin pun sudah tercatat di Badan Pertanahan Nasional (BPN) sebagai pemilik tanah tersebut yang dalam proses ganti nama pemilik sebelumnya. Namun, tanah Robert tersebut dirampas oleh sebuah korporasi hanya dengan bermodal Girik C nomor 868 di daerah Petukangan dan risalah lelang nomor 388.

"Contoh kasus pak Robert. Sangat sederhana. Beli SHM nomor 139 dari lelang nomor 388. Oleh perusahaan digugat dengan risalah lelang 388. SHM 139 berlokasi Pegangsaan sementara yang satu lagi di Petukangan. Sederhana sebenarnya. BPN seharusnya tahu. Girik 868 itu di Petukangan bukan Pesanggrahan. Ini namanya merampas di depan penegak hukum. Ada pembiaran perampasan tanah di depan penegak hukum," tegasnya.

Budi menegaskan, aksi mafia tanah bukanlah sengketa tanah. Dikatakan, sengketa tanah hanya terjadi jika terdapat dua ahli waris memperebutkan satu bidang tanah. Namun, pola yang dilakukan mafia tanah merupakan perampasan. Hal ini lantaran mafia tanah umumnya tidak memiliki hubungan apapun dengan pemiliki hak. Padahal, sebagian besar anggota FKMTI memiliki SHM dan tidak pernah menjual atau mengalihkan hak kepemilikannya.

"Punya SHM belum tentu aman," tegasnya.

Untuk itu, Budi mendorong para korban mafia tanah maupun masyarakat umumnya untuk melengkapi dokumen dan menyusunnya secara rapi agar mudah dipahami. Dengan modal yang dimilikinya, para mafia kerap menggunakan jalur peradilan untuk mencaplok tanah incarannya.

Tanpa kelengkapan dokumen membuat masyarakat yang awam hukum kerap kalah di pengadilan. Kalaupun menang, seringkali masyarakat tetap kesulitan untuk kembali mengurus hak kepemilikannya.

Selain itu, FKMTI juga mendorong agar BPN segera membatalkan sertifikat yang terbukti penerbitannya maladministrasi dan digunakan mafia untuk merampas tanah masyarakat. Lebih jauh, FKMTI juga mendorong agar segera dibentuk Badan Peradilan Agraria serta meminta pemerintah untuk menaati UU 5/1960 tentang Peraturan Dasar-Dasar Pokok Agraria, Peraturan Pemerintah (PP) nomor 10 tahun 1961 tentang Pendaftaran Tanah serta merevisi atau mengoreksi PP 24/1997. FKMTI menilai PP tersebut menjadi celah hukum maraknya mafia yang merampas tanah masyarakat.

"FKMTI mendorong pemerintah mengoreksi PP 24/1997," tegasnya.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Sidang Obstruction of Justice Hari Ini, Hendra Kurniawan Cs Hadapi Tuntutan

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) akan menggelar sidang tuntutan terhadap para terdakwa Obstruction of Justice (ooj).

NEWS | 27 Januari 2023

Jadwal Perempat Final Indonesia Masters Hari Ini, Ada Jojo dan Bagas/Fikri di Awal

Aksi Jonatan Christie alias Jojo dan ganda putra Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri bakal mengawali babak perempat final turnamen Indonesia Masters 2023.

NEWS | 27 Januari 2023

Pakar: Richard Eliezer Diperalat Ferdy Sambo

Richard Eliezer atau Bharada E, terdakwa kasus pembunuhan Brigadir J, menyatakan dirinya diperalat mantan atasannya Ferdy Sambo.

NEWS | 27 Januari 2023

Kecelakaan Beruntun di Lintas Padang Panjang-Bukittinggi, 3 Tewas

Tiga orang tewas dalam kecelakaan beruntun yang melibatkan sembilan kendaraan di Jalan Lintas Padang Panjang-Bukittinggi.

NEWS | 27 Januari 2023

PBB Ungkap Budidaya Opium di Myanmar Meningkat sejak Junta Berkuasa

PBB mengungkap adanya peningkatan signifikan dalam budidaya opium di Myanmar, setelah junta militer mengambil alih kekuasaan.

NEWS | 27 Januari 2023

LPSK: Ada Potensi Ancaman Tinggi ke Bharada E Saat Bongkar Kasus Brigadir J

LPSK menilai ada potensi ancaman tingkat tinggi yang akan dihadapi Bharada E saat hendak membongkar kasus tewasnya Brigadir J.

NEWS | 27 Januari 2023

Gelar Bazar di Gedung DPR, PPP Akan Terus Perjuangkan UMKM

PPP menggelar bazar untuk ratusan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Gedung DPR, Senayan, Jakarta. PPP akan memperjuangkan UMKM.

NEWS | 27 Januari 2023

9 Jenazah Korban Pembunuhan Berantai Wowon Cs Selesai Diautopsi

Sembilan jenazah korban pembunuhan berantai Wowon cs selesai diautopsi di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur.

NEWS | 27 Januari 2023

PUPR Sebut 22 Menara Hunian Pekerja di IKN Sudah Terbangun

Secara umum, sebanyak 22 tower atau menara Hunian Pekerja Konstruksi (HPK) di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara sudah selesai terbangun.

NEWS | 27 Januari 2023

Dinilai Jadi Pemicu, Putri Candrawathi Bisa Dijatuhi Hukuman Lebih Berat

Putri Candrawathi dinilai sebagai sosok pemicu dalam kasus pembunuhan berencana yang menewaskan Brigadir J sehingga bisa dijatuhi hukuman lebih berat.

NEWS | 26 Januari 2023


TAG POPULER

# Pleidoi Ferdy Sambo


# Serial Killer


# RUU Kesehatan


# Insiden Lion Air


# Biaya Haji 2023


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
CEO Toyota Motor Mundur dari Jabatannya

CEO Toyota Motor Mundur dari Jabatannya

OTOMOTIF | 5 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE