Logo BeritaSatu

Pemerhati Pendidikan: Alokasi Anggaran Pendidikan Masih untuk Kebijakan Rutinitas

Sabtu, 5 September 2020 | 10:56 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / RSAT

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerhati Pendidikan, Indra Charismiadji mengatakan, pagu anggaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) tahun anggaran (TA) 2021 yang fokus pada tujuh program prioritas masih belum dapat memberi dampak bagi peningkatan mutu pendidikan Indonesia.

Indra menuturkan, dari tujuh program yang dipaparkan Mendikbud Nadiem Anwar Makarim dengan memanfaatkan pagu anggaran senilai Rp 81. 534.001.080 atau Rp 81,53 triun, pada umumnya untuk mendanai program rutinitas yang hanya diganti nama tanpa ada perubahan yang signifikan.

“Saya tidak melihat ada konsep baru yang mau dibuat dari pagu anggaran tersebut. Pemegang kebijakan masih sulit terlepas dari kebiasaan business as usual with more money (bisnis seperti biasa dengan lebih banyak uang, red),” kata Indra kepada SP, Jumat (4/9/2020).

Dalam hal ini, Indra menyoroti anggaran digitalisasi sekolah senilai Rp 1,49 triliun untuk kemerdekaan mendapatkan akses informasi dan konten kesetaraan. Anggaran tersebut untuk penguatan platform digital senilai Rp 109,85 miliar, bahan belajar dan model media pendidikan digital senilai Rp 70,02 miliar, konten pembelajaran di program TVRI Rp 132 miliar, dan penyedia saluran pendidikan atau peralatan TIK Rp 1.175,65 miliar.

Menurut Indra, konsep digitalisasi sekolah yang ditawarkan ini seharusnya ada konsep jelas, karena hingga saat ini Kemdikbud belum menunjukan blueprint (cetak biru) pendidikan. Dalam hal ini, Indra menegaskan, perlu cetak biru itu agar konsep pendidikan tidak bersifat rutinitas tetapi harus benar-benar menyasar pada tujuan peningkatan mutu karena ada pemetaan tujuan matang sejak awal. Misalnya, untuk digitalisasi sekolah ini dengan adanya cetak biru, negara mempunyai data berapa anak Indonesia tidak belum mempunyai akses internet. “Ini dirinci apakah anak ini terkendala gawai, karena sinyal, atau tidak punya kuota. Jadi jelas sehingga programnya jelas,” ucapnya.

Selanjutnya, ketika ditanya cetak biru selama ini telah dibuat Kemdikbud, Indra menuturkan, yang dibuat Kemdikbud adalah peta jalan, namun tidak menjabarkan tujuan yang akan dicapai. Pasalnya, pada peta jalan tersebut tidak ada kejelasan posisi pendidikan Indonesia berada pada level apa, sehingga apa harus dicapai.

“Yang disebut peta jalan itu harus jelas dari mana mau ke mana? Harus ada posisi yang jelas (pendidikan Indonesia, red) itu harus melangkah dari mana sebagai titik jemput. Lalu, kita itu mau di antara sampai titik mana atau targetnya. Ini ibarat Kemdikbud membuat peta jalan yang rumit,” terang Indra.

Selanjutnya, Indra mempertanyakan anggaran untuk konten program TVRI yang menjadi bagian dari digitalisasi sekolah. Padahal program TVRI tidak dapat disebut digital tetapi konsep analog karena anak belajar secara pasif. Selain itu, belajar menggunakan televisi berdampak buruk bagi anak.

Indra juga menyoroti terkait anggaran Rp 1,48 triliun untuk kurikulum dan asesmen kompetensi minimum. Dengan lima cakupan, yakni Pertama, pelatihan dan pendampingan terkait kurikulum untuk guru dan tenaga kependidikan (GTK) Rp 518,8 miliar.

Kedua, pengembanan kurikulum dan perbukuan Rp 137,8 miliar. Ketiga, implementasi kurikulum pada satuan pendidikan dan daerah Rp 346,9 miliar. Keempat, asesmen kompetensi minimum (AKM) dan akreditasi Rp 358,2 miliar, dan Kelima, pendampingan pemerintah daerah terkait AKM dan tindak lanjut hasil AKM Rp 120,2 miliar.

Menurut Indra, AKM hadir sebagai pengganti ujian nasional (UN), seharusnya tidak membutuhkan anggaran yang lebih besar seperti yang dialokasikan dalam pagu TA 2021.

Bahkan, Indra membandingkan alokasi anggaran Kemdikbud untuk UN selama lima tahun terakhir yang mengalami penurunan hingga hanya mencapai Rp 200 miliar, setelah sebagian besar sekolah beralih menggunakan ujian nasional berbasis daring (UNBK).

“Kenapa sekarang menjadi RP 1,48 triliun? Ini berarti ada peningkatan luar biasa, padahal kita menjaga jangan menghambur-hamburkan uang,” ujarnya.

Kendati demikian, Indra berharap alokasi anggaran untuk AKM ini, maka target pendidikan di 2021 mendatang harus melampaui target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) untuk tingkat literasi dan numerasi. “Jadi anggaran besar harus ada lompatan sepadan,” ujarnya.

Sementara itu, anggota Komisi X DPR, Muhammad Kadafi mengatakan, adanya program digitalisasi sekolah dan guru penggerak diharapkan akan ada pemerataan pendidikan di Indonesia dari sisi kualitasnya.

“Jangan sampai semakin jomplang antara sekolah-sekolah yang di kota-kota besar dengan sekolah-sekolah di daerah-daerah yang sedikit tertinggal,” ujarnya dalam Raker Komisi X dengan Mendikbud terkait Pagu Anggaran Kemdikbud TA 2021, Kamis (4/9/2020).

Kadafi juga mengusulkan untuk mendorong pemerataan pendidikan, dengan membuat smart class room untuk mewadahi guru saling bertukar ilmu edukasi, join riset, serta sebagai wadah sosialisasi pembelajaran.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Tiba di Ruang Sidang, Bharada E Disambut Para Pendukung

Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E disambut para pendukungnya saat tiba di ruang persidangan.

NEWS | 28 November 2022

Helikopter Polri Hilang Kontak, Nelayan Temukan Sandaran Kursi Penumpang

Terkait helikopter Polri jatuh, seorang nelayan bernama Sobri Wassholat menemukan sandaran kursi penumpang helikopter di Perairan Manggar Belitung Timur, Bangka Belitung.

NEWS | 28 November 2022

Jenazah Bripda Khoirul Anam Ditemukan di Pantai Burung Mandi

Jenazah yang ditemukan di Pantai Burung Mandi itu bernama Bripda Khoirul Anam. Ia merupakan kru helikopter Polri yang hilang kontak.

NEWS | 28 November 2022

Akses bagi Anak-Anak Buruh Tani Sawit Dapatkan Pendidikan Berkualitas

Untuk menguatkan pemulihan pembelajaran, Kepala SDN 005 Tanjung Palas Timur Ludiah Liling merancang empat strategi implementasi Kurikulum Merdeka.

NEWS | 28 November 2022

Helikopter Polri yang Hilang Kontak Diduga Jatuh karena Cuaca

Helikopter Polri yang jatuh hilang kontak di dekat perairan Kabupaten Belitung Timur, Bangka Belitung, pada Minggu (27/11/2022), diduga jatuh karena cuaca.

NEWS | 28 November 2022

Bertemu Tokoh Supremasi Kulit Putih, Donald Trump Dikritik Republikan

Mantan Presiden AS Donald Trump mendapat kritikan tajam dari sejumlah Republikan atau anggota Partai Republik.

NEWS | 28 November 2022

Surpres Calon Panglima TNI Akan Diterima DPR Sore Ini

Surpres calon Panglima TNI dijadwalkan akan diterima Dewan Perwakilan Rakyat Senin (28/11/2022) pukul 16.00 WIB.

NEWS | 28 November 2022

Tak Terima Dikalahkan Maroko, Fan Belgia Mengamuk di Jalanan Brussel

Tak terima kalah dari timnas Maroko di ajang Piala Dunia Qatar, Minggu (27/11/2022), para fan Belgia mengamuk di jalanan ibu kota Brussel.

NEWS | 28 November 2022

Helikopter Polri Hilang Kontak, 1 Jenazah Diduga Kru Ditemukan di Pantai

Kru helikopter Polri yang jatuh dengan nomor registrasi 105/P-1103 ditemukan di Pantai Burung Mandi, Bangka Belitung.

NEWS | 28 November 2022

Emak-emak Rusia Bikin Petisi Antiperang Ukraina di Hari Ibu

Emak-emak dari tentara Rusia membuat petisi antiperang online untuk menuntut penarikan pasukan dari Ukraina pada perayaan Hari Ibu.

NEWS | 28 November 2022


TAG POPULER

# Gempa Cianjur


# Piala Dunia 2022


# Vaksinasi Booster


# Pushbike


# Ferdy Sambo


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Tiba di Ruang Sidang, Bharada E Disambut Para Pendukung

Tiba di Ruang Sidang, Bharada E Disambut Para Pendukung

NEWS | 3 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE