Logo BeritaSatu

Pengamat: Jangan Habiskan Seluruh Anggaran Kuota untuk Subsidi Internet

Selasa, 22 September 2020 | 18:43 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / IDS

Jakarta, Beritasatu.com - Penggunaan subsidi kuota internet yang diatur oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) memicu kontroversi di tengah masyarakat. Pasalnya, kuota umum yang bisa bebas digunakan untuk berbagai aplikasi lebih sedikit ketimbang kuota belajar yang penggunaannya terbatas. Sementara, baik guru, siswa, maupun dosen dan mahasiswa lebih banyak menggunakan aplikasi yang membutuhkan kuota umum.

Pemerhati pendidikan, Indra Charismiadji mengatakan, sebaiknya Kemdikbud melakukan koordinasi dengan dinas pendidikan di semua daerah untuk menginventarisir kebutuhan apa saja selama pembelajaran jarak jauh (PJJ). Dengan demikian, anggaran Rp 7,2 triliun ini tidak semuanya dibelikan kuota internet.

Apalagi, ia melanjutkan, tidak semua siswa memiliki gawai untuk PJJ.

“Kalau semua anggaran untuk beli kuota internet, enggak akan bermanfaat karena ada orang yang enggak punya gawai. Dikasih kuota tentu enggak dipakai,” kata Indra kepada Suara Pembaruan, Selasa (22/9/2020).

Menurut Indra, dengan melakukan koordinasi, akan ada beragam bantuan. Misalnya untuk anak yang di rumahnya berlangganan internet seperti Indonesia Digital Home (Indihome) atau yang lainnya tentu tidak akan memanfaatkan bantuan kuota. Sebaiknya mereka dibantu untuk subsidi pembayaran wifi rumah atau RT/RW untuk membantu mereka belajar.

Selain itu, anggaran Rp 7,2 triliun juga dapat dimanfaatkan untuk membeli gawai bagi siswa yang membutuhkan bantuan atau membuat pelatihan guru dan lainnya.

“Jika dialokasikan semua untuk kuota, ternyata ada berapa juta nomor mati (tidak aktif, red). Tentu kebijakan ini ujung-ujungnya menghambur-hamburkan uang rakyat dan tidak memperbaiki kondisi. Mumpung masih belum terlambat apa susahnya koordinasi dengan pemda,” ucapnya.

Merespons hal tersebut, Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat Kemdikbud, Evy Mulyani menuturkan, aturan tentang pembagian kuota telah diatur dalam Peraturan Sekretaris Jenderal Kemendikbud Nomor 14 Tahun 2020 tentang Petunjuk Teknis Bantuan Kuota Data Internet Tahun 2020.

Di situ disebutkan bahwa bantuan kuota data internet dibagi atas kuota umum yang dapat digunakan untuk mengakses seluruh laman dan aplikasi serta kuota belajar yang hanya dapat digunakan untuk mengakses laman dan aplikasi pembelajaran dengan daftar yang tercantum pada http://kuota-belajar.kemdikbud.go.id/.

“Dengan adanya pembagian kuota atas kuota umum dan kuota belajar serta kejelasan daftar laman dan aplikasi pembelajaran yang dapat diakses menggunakan kuota belajar, maka seharusnya tidak ada kekhawatiran kuota data internet disalahgunakan,” kata Evy kepada Suara Pembaruan.

Evy menuturkan, Kemdikbud memberi akses lebih banyak pada kuota belajar karena dari daftar yang dicantumkan, terdapat banyak laman serta aplikasi dan konferensi video yang utama dan banyak digunakan dalam PJJ. Diyakini, hal itu akan memadai untuk pemenuhan kebutuhan PJJ.

Adapun kuota belajar ini dapat mengakses 19 aplikasi, 5 konferensi video, 22 situs, dan 401 situs kampus.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

2 Orang Terluka Dampak Gempa Garut Sudah Ditangani Medis

Dua orang yang terluka tertimpa material bangunan akibat gempa Garut sudah mendapatkan penanganan medis dengan kondisi mulai membaik

NEWS | 4 Desember 2022

Polda Metro Tetapkan 2 Tersangka Pinjol Ilegal di Manado

Polda Metro Jaya menetapkan dua orang sebagai tersangka dalam kasus pinjaman daring atau pinjaman online/pinjol ilegal di Manado, Sulawesi Utara.

NEWS | 4 Desember 2022

Kasal Baru Harus Memiliki Kemampuan Diplomasi Tingkat Tinggi

Calon Kasal pengganti Laksamana Yudo Margono harus sosok memiliki kemampuan diploasi tingkat tinggi dan paham tentang geopolitik maritim Indonesia.

NEWS | 4 Desember 2022

Hingga 4 Desember, Cianjur Diguncang 384 Kali Gempa Susulan

BMKG mencatat total gempa susulan di Cianjur hingga 4 Desember 2022 pukul 15.00 WIB mencapai 384 kali.

NEWS | 4 Desember 2022

Rem Blong Diduga Penyebab Bus Masuk Jurang di Magetan

Bus masuk jurang yang menewaskan tujuh orang di Magetan, Jawa Timur, diduga karena rem blong, Minggu (4/12/2022).

NEWS | 4 Desember 2022

Pemkab: Rumah Rusak Berat Akibat Gempa Cianjur Jadi 8.151 Unit

Jumlah rumah yang rusak berat akibat gempa Cianjur bermagnitudo 5,6 bertambah menjadi 8.151 rumah hingga Minggu (4/12/2022).

NEWS | 4 Desember 2022

Kabur, Satu Tahanan Lapas Pangkalan Bun Bawa Senjata Petugas

Seorang tahanan kabur dan diduga mencuri senjata petugas yang berisi enam butir peluru dari Lapas Pangkalan Bun, Kalteng, Minggu (4/12/2022).

NEWS | 4 Desember 2022

Delapan Korban Hilang Gempa Cianjur Belum Ditemukan

Hari ini upaya pencarian 8 korban gempa Cianjur belum membuahkan hasil, sehingga total jumlah korban yang meninggal dunia masih 334 jiwa.

NEWS | 4 Desember 2022

Kasus Keluarga Tewas di Kalideres Rampung Sebelum HUT Polda Metro

Kasus keluarga tewas di Kalideres rampung sebelum hari ulang tahun (HUT) Polda Metro Jaya, 6 Desember 2022.

NEWS | 4 Desember 2022

Penerbangan di Bandara Juanda Tak Terganggu Erupsi Semeru

Bandara Juanda Surabaya di Sidoarjo, Jawa Timur, tidak terganggu adanya erupsi Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, Minggu (4/12/2022).

NEWS | 4 Desember 2022


TAG POPULER

# Penumpang Air Asia Diseret


# Tenda Sakinah


# Piala Dunia 2022


# Paspampres Perkosa Kostrad


# Sidang Ferdy Sambo


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Liga 1: Seto Minta Pemain PSS Tidak Gugup Hadapi Bhayangkara FC

Liga 1: Seto Minta Pemain PSS Tidak Gugup Hadapi Bhayangkara FC

BOLA | 17 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE