Logo BeritaSatu

Meliput Demo, Jurnalis Dipukul Bahkan Ditangkap

Jumat, 9 Oktober 2020 | 16:30 WIB
Oleh : Fana Suparman / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers mencatat terdapat sedikitnya tujuh jurnalis menjadi korban kekerasan anggota Polri dalam unjuk rasa tolak Undang-Undang Cipta Kerja (Omnibus Law) di Jakarta, Kamis (8 /10/2020).

Terdapat jurnalis yang mengalami pemukulan, perusakan alat kerja hingga ditangkap saat menjalankan kerja jurnalistik. Salah satunya, jurnalis Merahputih.com, Ponco Sulaksono yang ditangkap aparat saat meliput di kawasan Monas, Jakarta Pusat. Padahal, Ponco telah menegaskan dirinya pers serta menunjukkan ID-Pers.

"Jumlah ini bisa bertambah dan kami masih terus menelusuri dan memverifikasi perkara," kata Ketua AJI Jakarta, Asnil Bambani melalui keterangan, Jumat (9/10/2020).

AJI Jakarta dan LBH Pers menegaskan penganiayaan oleh polisi serta menghalangi kerja jurnalis merupakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Dikatakan, untuk menjamin kemerdekaan pers, pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan dan informasi (Pasal 4 UU Pers); dan setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 tahun atau denda paling banyak Rp500 juta (Pasal 18 ayat 1).

"Artinya, anggota kepolisian yang melanggar UU tersebut pun dapat dipidanakan," katanya.

Kekerasan terhadap jurnalis yang dilakukan kepolisian kerap berulang. Aksi #ReformasiDikorupsi pun aparat mengintimidasi dan melakukan kekerasan terhadap wartawan yang sedang meliput. Namun hingga hari ini perkara itu tidak rampung meski kami telah melaporkan kasus itu ke polisi. "Sanksi etik Polri tak cukup untuk menghukum para terduga kekerasan. Oktober tahun 2019, kami telah melaporkan empat kasus kekerasan, yakni dua laporan pidana dan dua di Propam, namun tak satupun yang berakhir di meja pengadilan," tegasnya.

Dikatakan, wartawan telah melengkapkan diri dengan atribut pers dan identitas pembeda di lokasi demonstrasi, namun tetap saja jadi sasaran amuk polisi. Dalih polisi ‘kartu pers wartawan tak kelihatan’, maupun rencana penggunaan Pita Merah-Putih yang pernah diusulkan Polri sebagai pembeda, hingga kini tak terealisasi.

Atas hal tersebut, AJI Jakarta mendesak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus kekerasan yang dilakukan personel kepolisian terhadap jurnalis dalam peliputan unjuk rasa tolak UU Cipta Kerja; serta menindaklanjuti pelaporan kasus serupa yang pernah dibuat di tahun-tahun sebelumnya. AJI Jakarta juga mengimbau pimpinan redaksi ikut memberikan pendampingan hukum kepada jurnalisnya yang menjadi korban kekerasan aparat sebagai bentuk pertanggungjawaban serta mengimbau para jurnalis korban kekerasan dan intimidasi aparat agar berani melaporkan kasusnya, serta memerkuat solidaritas sesama jurnalis.

"Kami mendesak Kapolri membebaskan jurnalis dan jurnalis pers mahasiswa yang ditahan," tegasnya.

Sejumlah jurnalis yang mengalami kekerasan hingga ditangkap kepolisian saat meliput demonstrasi pada Kamis (8/10/2020), di antaranya Jurnalis CNNIndonesia.com Tohirin yang mengaku kepalanya dipukul dan ponselnya dihancurkan polisi ketika meliput demonstran yang ditangkap dan dipukul di kawasan Harmoni, Jakarta Pusat.

Saat itu, Tohirin tak sedang memotret atau merekam perlakuan aparat tersebut. Namun, polisi tak mempercayai kesaksian Tohirin dan langsung merampas ponsel Tohirin serta memeriksa galerinya. Saat itu, polisi marah ketika melihat terdapat foto aparat memiting demonstran. Akibatnya, gawai digunakan Tohirin sebagai alat liputan dibanting hingga hancur, dan seluruh data liputannya turut rusak. Padahal, Tohirin saat itu sudah menunjukkan kartu pers dan rompi bertuliskan pers yang ia kenakan kepada aparat.

“Saya diinterogasi, dimarahi. Beberapa kali kepala saya dipukul, beruntung saya pakai helm,” kata Thohirin.

Peter Rotti, wartawan Suara.com yang meliput di daerah Thamrin, juga jadi sasaran polisi. Tohirin saat itu merekam polisi yang diduga mengeroyok demonstran. Seorang yang diduga polisi berpakaian sipil dan anggota Brimob kemudian menghampiri Peter. Mereka meminta kamera Peter. Permintaan itu ditolak Peter lantaran sedang menjalanian tugas sebagai jurnalis. Namun, polisi menolak pengakuan Peter, dan langsung merampas kameranya. Tak hanya itu, Peter diseret, dipukul, dan ditendang gerombolan polisi itu, hingga tangan dan pelipisnya memar.

“Akhirnya kamera saya dikembalikan, tapi mereka ambil kartu memorinya,” kata Peter.

Ponco Sulaksono, jurnalis dari Merahputih.com turut menjadi sasaran aparat polisi. Ponco yang meliput aksi demonstrasi di sekitar kawasan Monas Gambir ‘hilang’ kontak selama beberapa jam. Ponco kemudian diketahui ditangkap aparat kepolisian dan ditahan di Polda Metro Jaya. Aldi, jurnalis Radar Depok sempat merekam momen Ponco keluar dari mobil tahanan. Aldi sempat bersitegang dengan polisi, namun kemudian turut diciduk.

Tak hanya itu, Polisi juga menangkap sejumlah pers mahasiswa yang turut meliput aksi. Berthy Johnry, (anggota Lembaga Pers Mahasiswa Diamma Universitas Prof. Dr. Moestopo Jakarta), Syarifah, Amalia (anggota Perslima Universitas Pendidikan Indonesia Bandung), Ajeng Putri, Dharmajati, Muhammad Ahsan (anggota Pers Mahasiswa Gema Politeknik Negeri Jakarta) bernasib sama: mereka ditangkap dan dibawa ke Polda Metro Jaya bersama massa aksi lainnya.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

BPBD Jatim Fasilitasi 2.219 Warga Semeru di Pengungsian

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jatim Gatot Soebroto menjelaskan ribuan pengungsi  erupsi Semeru tersebut saat ini ditampung di 12 tempat.

NEWS | 5 Desember 2022

7 Jenazah Korban Bus Jatuh ke Jurang di Magetan Dipulangkan ke Semarang

Tujuh jenazah korban bus jatuh ke jurang di Magetan, Jawa Timur dipulangkan ke Semarang, Minggu (4/12/2022) malam.

NEWS | 5 Desember 2022

Kaesang-Erina Menikah, Jokowi Minta Maaf ke Warga Yogya dan Solo

Jokowi memohon maaf jika pernikahan putranya, Kaesang dengan Erina Gundono nantinya menganggu aktivitas warga Yogyakarta dan Sol.

NEWS | 5 Desember 2022

Bahlil Lahadalia: Stabilitas Politik Jadi Kunci Keberhasilan Investasi 2023

Bahlil Lahadalia menekankan langkah pemerintah untuk mencapai target investasi hanya bisa terjadi bila terjadi stabilitas politik dan ekonomi.

NEWS | 4 Desember 2022

2 Orang Terluka Dampak Gempa Garut Sudah Ditangani Tim Medis

Dua orang yang terluka tertimpa material bangunan akibat gempa Garut sudah mendapatkan penanganan medis dengan kondisi mulai membaik

NEWS | 4 Desember 2022

Polda Metro Tetapkan 2 Tersangka Pinjol Ilegal di Manado

Polda Metro Jaya menetapkan dua orang sebagai tersangka dalam kasus pinjaman daring atau pinjaman online/pinjol ilegal di Manado, Sulawesi Utara.

NEWS | 4 Desember 2022

Kasal Baru Harus Memiliki Kemampuan Diplomasi Tingkat Tinggi

Calon Kasal pengganti Laksamana Yudo Margono harus sosok memiliki kemampuan diploasi tingkat tinggi dan paham tentang geopolitik maritim Indonesia.

NEWS | 4 Desember 2022

Hingga 4 Desember, Cianjur Diguncang 384 Kali Gempa Susulan

BMKG mencatat total gempa susulan di Cianjur hingga 4 Desember 2022 pukul 15.00 WIB mencapai 384 kali.

NEWS | 4 Desember 2022

Rem Blong Diduga Penyebab Bus Masuk Jurang di Magetan

Bus masuk jurang yang menewaskan tujuh orang di Magetan, Jawa Timur, diduga karena rem blong, Minggu (4/12/2022).

NEWS | 4 Desember 2022

Pemkab: Rumah Rusak Berat Akibat Gempa Cianjur Jadi 8.151 Unit

Jumlah rumah yang rusak berat akibat gempa Cianjur bermagnitudo 5,6 bertambah menjadi 8.151 rumah hingga Minggu (4/12/2022).

NEWS | 4 Desember 2022


TAG POPULER

# Penumpang Air Asia Diseret


# Tenda Sakinah


# Piala Dunia 2022


# Paspampres Perkosa Kostrad


# Sidang Ferdy Sambo


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Jadi Pencetak Gol Terbanyak Timnas Prancis, Ini Respons Olivier Giroud

Jadi Pencetak Gol Terbanyak Timnas Prancis, Ini Respons Olivier Giroud

SEMESTA BOLA 2022 | 44 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE