Logo BeritaSatu

Dhany Kogoya Cs Resmi Ditahan

Selasa, 4 September 2012 | 14:40 WIB
Oleh : B1

Keenam tersangka yang ditahan itu diduga kuat mengeroyok dan menganiaya korban.

Polisi telah resmi menetapkan enam dari puluhan terduga pelaku kasus kekerasan di Papua yang dibekuk dalam operasi pada Minggu (2/9) dan Senin (3/9) sebagai tersangka. Keenam tersangka itupun langsung ditahan.

"Dari sekitar 25 orang yang telah diperiksa oleh penyidik Polda. Info pagi ini, ada enam yang positif tersangka dan ditahan. Mereka adalah DK (Dhany Kogoya), LS (Lambertus Siep), NJ (Nabi Jikwa), KJ (Krema Jikwa), TK (Tandius Kogoya), dan SK (Sony Kosay) yang diduga kuat melakukan tindak pengeroyokan dan penganiayaan terhadap korban di Nafri," kata Karo Penmas Polri Brigjen Boy Rafly Amar di Mabes Polri, hari ini.

Seperti diketahui, mereka ditangkap oleh penyidik dari Polda Papua yang di-back up Bareskrim Polri di dua lokasi yang berbeda di Jayapura. Yang pertama adalah penangkapan di Hotel Dhany Entrop di Jayapura pada pukul 22.45 WIT.

Di situ ada tiga orang yang ditangkap yang diduga terkait penganiayaan dan pembunuhan di Jayapura. Mereka adalah Dhany Kogoya, Petrus Jikwa, dan Sony Kosay.

Saat hendak dilakukan penangkapan, Sony mencoba melakukan perlawanan menggunakan sangkur. Polisi pun akhirnya melumpuhkan yang bersangkutan.

Dhany dan Petrus juga berusaha melarikan diri dengan cara menabrak polisi. Tapi, aksi keduanya berhasil ditangkap dengan cara dilumpuhkan. Kaki kanan Dhany ditembak dan dia dibawa ke RS Bhayangkara untuk perawatan.

Dari situ, polisi bergerak ke BTN Puskopad Atas Kampkey Kelurahan Wahno Distrik Abepura yang merupakan tempat persembunyian kelompok Dhany. Dalam penggerebekan yang berlangsung pada Senin (3/9) sekitar pukul 01.30 WIT itu berhasil ditangkap 22 orang di mana empat di antaranya merupakan buron.

Ke empat DPO itu adalah Nabi Jikwa, Krema Jikwa, Lambertus Siep, dan Tandius Kogoya. Sementara itu sisanya, di antaranya, adalah Yunus Hiluka, Benis Wanimbo alias Ben, Hengky Nius Boma, dan Saleh Pagawak.

Yang lain adalah Evri Tabuni, Sumy Tabuni, Robinus Jikwa, Devison Wanimb, dan Bonibus Koroba. Mereka berusia antara 20 hingga 26 tahun.

Ada beberapa barang bukti yang disita seperti senjata api double loop dua pucuk, tiga bilah parang, tiga buah anak panah, satu kampak, dan satu sangkar M16.

Kekacauan yang dilakukan kelompok Dhany pada 1 Agustus itu adalah saat pelaku melakukan kekacauan dan pembunuhan di kamp Nafri, Abepura, Jayapura.

Dalam peristiwa ini ada empat orang yang meninggal dunia dan tujuh luka berat. Yang meninggal adalah Prajurit Satu Don Keraf (anggota Kompi C Yonif Senggigi), Sardi (sopir angkutan), Wisman, dan istrinya yang bernama Titin.

Sementara itu yang terluka adalah Siti Aminah, M Saiun, Ahmad Saud, Tarmuji, Budiono, Suyono, dan Yulianto. Mereka juga diduga terlibat dalam penyerangan pada 29 Juli 2011 di mana saat itu kelompok ini menyerang pembangunan tower TV Papua.

Saat itu disita dua buah tas, tujuh lembar baju loreng, tujuh butir amunisi SSI, satu butir amunisi mouser, dan satu dokumen OPM.

Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Barang Bukti Kasus Tewasnya Brigadir J, Ada 3 Pistol

Polri melimpahkan barang bukti kasus tewasnya Brigadir J, Salah satu barang bukti yang dilimpahkan, adalah pistol.

NEWS | 4 Oktober 2022

NEC Indonesia akan Tampilkan Solusi Keuangan Digital di WFIS 2022

PT NEC Indonesia (NEC Indonesia) akan menampilkan solusi keuangan digitalnya termasuk solusi electronic Positive Identification (ePID)di gerai NEC pada acara “World Financial Innovation Series (WFIS) 2022” yang akan digelar pada 4-5 Oktober 2022 di Hotel Mulia Senayan, Jakarta.

NEWS | 4 Oktober 2022

Moeldoko Sebut Lahan di Bima Cocok untuk Budidaya Sorgum

Moeldoko menyebutkan lahan di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) dinilai cocok untuk budidaya tanaman sorgum.

NEWS | 4 Oktober 2022

Nasdem Calonkan Anies, Wagub Riza: Itu Hak Setiap Parpol

Nasdem mengusung Gubernur Anies Baswedan sebagai calon presiden pada Pemilu 2024. Wagub Riza menilai, keputusan itu merupakan hak setiap parpol.

NEWS | 4 Oktober 2022

Anies Maju Capres 2024, Wagub: Saya Dukung Prabowo

Anies Baswedan dicalonkan sebagai presiden pada Pemilu 2024. Namun, Wagub DKI Riza Patria hanya akan mendukung Prabowo Subianto di Pilpres 2024.

NEWS | 4 Oktober 2022

Capaian Vaksinasi Rendah, Alasan Pemerintah Perpanjang PPKM

Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang PPKM, baik di Jawa-Bali maupun di luar Jawa-Bali, salah satu alasannya karena vaksinasi Covid-19 masih rendah.

NEWS | 4 Oktober 2022

Pengamat Militer: Oknum Prajurit TNI “Tendangan Kungfu” Harus Disanksi Tegas

Khairul Fahmi meminta agar oknum prajurit TNI yang melakukan kekerasan “tendangan kungfu” diberi sanksi tegas.

NEWS | 4 Oktober 2022

Surya Paloh Pastikan Pencapresan Anies Baswedan Tidak Terkait Isu di KPK

Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh menegaskan langkah pencapresan Anies Baswedan tidak terkait dengan isu dugaan kasus korupsi Formula E Jakarta di KPK.

NEWS | 4 Oktober 2022

Besok, Ferdy Sambo Dkk Dilimpahkan ke Kejari Jaksel

Polri akan melimpahkan Ferdy Sambo dan kawan-kawan (dkk), tersangka kasus tewasnya Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J

NEWS | 4 Oktober 2022

Stok Habis, Vaksinasi Covid-19 Kota Bogor Dihentikan Sementara

Seluruh sentra vaksinasi Covid-19 di Kota Bogor, Jawa Barat (Jabar), dihentikan sementara, karena stok vaksin tak tersedia.

NEWS | 4 Oktober 2022


TAG POPULER

# Tragedi Kanjuruhan


# Lesti Kejora


# Pembantaian di Papua Barat


# Arema FC


# Raja Charles III


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
BLT Jadi Katalis Positif Tingkat Kepuasan untuk Jokowi

BLT Jadi Katalis Positif Tingkat Kepuasan untuk Jokowi

EKONOMI | 7 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings