Logo BeritaSatu

Sifat Guyub Orang Indonesia Sulitkan Protokol Kesehatan Jaga Jarak

Minggu, 22 November 2020 | 23:19 WIB
Oleh : Ari Supriyanti Rikin / IDS

Jakarta, Beritasatu.com - Sifat guyub masyarakat Indonesia membuat upaya menjaga jarak dan menghindari kerumunan paling sulit diterapkan. Namun di masa pandemi, adaptasi kehidupan baru melalui protokol kesehatan (prokes) 3M wajib dilakukan bersamaan.

3M ini meliputi memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak serta menghindari kerumunan.

Epidemiolog Universitas Airlangga, Laura Navika Yamani berpandangan, pemerintah harus tegas agar tidak terjadi kegiatan kerumunan kembali di masa pandemi ini.

"Indonesia sedang berjuang untuk mengendalikan penyebaran kasus dan kita tidak ingin akan terjadi lonjakan kasus yang tinggi muncul dari kegiatan kerumunan," kata Laura kepada Suara Pembaruan di Jakarta, Minggu (22/11/2020).

Terkait kegiatan kerumunan yang sudah terjadi, tambahnya, pemerintah harus melakukan testing secara aktif di tempat-tempat atau masyarakat yang melakukan kegiatan kerumunan. Dengan demikian, kemungkinan kasus positif akan segera ditemui dan tidak terjadi klaster baru.

"Jadi selain 3M, yang perlu diperhatikan juga kondisi yang berisiko tinggi untuk terjadi penyebaran kasus Covid-19 adalah 3C (closed contact, closed spaces, dan crowded place)," paparnya.

Di luar negeri, 3C ini bisa diartikan sebagai physical distancing atau jaga jarak.

Laura menambahkan, dari sifat yang guyub tersebut, masyarakat memang butuh waktu dalam menerapkan 3M secara bersamaan, khususnya menjaga jarak. Oleh karena itu, saat ini ada kebijakan ubah laku melalui protokol kesehatan.

Menurutnya, 3M dan 3C harus dilakukan masyarakat untuk mencegah dan memutus penularan Covid-19. Sedangkan pemerintah melakukan 3T (testing, tracing, dan treatment).

Sementara itu, menanggapi rencana pembukaan sekolah dan pembelajaran tatap muka Januari 2021, Laura menilai hal tersebut harus dikaji mendalam dan harus dipastikan aman dalam pelaksanaannya.

"Cepat atau lambat, kita akan menuju adaptasi kebiasaan baru. Kesiapan sekolah offline (tatap muka) harus dilakukan dan disertai monitoring," ungkapnya.

Pada anak, tingkat kerentanannya tidak setinggi kelompok rentan seperti lansia dan orang dengan penyakit penyerta (komorbid). Jika selepas pulang sekolah lalu anak berinteraksi dengan kelompok rentan di rumahnya, ini lah yang berbahaya.

Oleh sebab itu, monitoring dan evaluasi protokol kesehatan perlu dilakukan selain menyiapkan sekolah. Orang tua juga harus diberi pemahaman.

Sama halnya ketika di luar negeri sekolah dibuka lalu ada kasus baru Covid-19, maka sekolah kembali ditutup.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: Suara Pembaruan

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Naik 5,6 Persen, UMP DKI Jakarta Jadi Rp 4,9 Juta

UMP DKI Jakarta tahun 2023 naik sebesar 5,6 persen. Kenaikan itu menjadi Rp 4.900.798 dari yang sebelumnya sebesar Rp 4.641.854.

NEWS | 28 November 2022

Anak Tega Bunuh Ayah Kandung di Indramayu

Seorang anak tega bunuh ayah kandungnya sendiri di Desa Eretan Kulon, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu.

NEWS | 28 November 2022

Ini Pertimbangan Organisasi Profesi Tolak RUU Kesehatan Omnibus Law

Sejumlah organisasi profesi mempunyai beragam alasan untuk menolak penyusunan RUU Kesehatan Omnibus Law oleh Badan Legislasi DPR.

NEWS | 28 November 2022

Prabowo Subianto Pastikan Jokowi Pilih Calon Panglima TNI secara Profesional

Prabowo Subianto memastikan calon Penglima TNI pengganti Jenderal TNI Andika Perkasa telah dipilih oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara profesional.

NEWS | 28 November 2022

Diresmikan Jokowi Besok, BIN Persiapkan AMN Secara Optimal

Peresmian Asrama Mahasiswa Nusantara (AMN) akan dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada besok Selasa, 29 November 2022.

NEWS | 28 November 2022

Fraksi PDIP: Draf RUU Kesehatan yang Beredar Bukan dari DPR

Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) DPR menerima para perwakilan organisasi kesehatan yang berdemontrasi di depan gedung DPR untuk menolak RUU Kesehatan.

NEWS | 28 November 2022

Agus Nurpatria Minta Peti Jenazah Terbaik Buat Brigadir J

Arif Rachman Arifin mengungkap soal permintaan Agus Nurpatria kepadanya. Agus meminta kepasa Arif agar dicarikan peti jenazah terbaik untuk Brigadir J.

NEWS | 28 November 2022

Saksi Ini Ungkap Momen Ferdy Sambo Menangis Lihat Foto Keluarga

Saksi Arif Rachman Arifin mengungkap momen saat Ferdy Sambo menangis ketika melihat foto keluarganya.

NEWS | 28 November 2022

Nelayan Dilibatkan dalam Pencarian 3 Kru Helikopter Polri yang Jatuh

Nelayan dilibatkan dalam pencarian 3 kru helikopter Polri yang jatuh di perairan Kabupaten Belitung Timur, Bangka Belitung, Minggu (28/11/2022).

NEWS | 28 November 2022

Kasal Sematkan Brevet Hiu Kencana kepada Ketua DPR

Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono menyematkan Brevet Hiu Kencana kepada Ketua DPR Puan Maharani di KRI Alugoro-405 saat berlayar ke Teluk Jakarta.

NEWS | 28 November 2022


TAG POPULER

# Gempa Cianjur


# Piala Dunia 2022


# Vaksinasi Booster


# Pushbike


# Ferdy Sambo


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Naik 5,6 Persen, UMP DKI Jakarta Jadi Rp 4,9 Juta

Naik 5,6 Persen, UMP DKI Jakarta Jadi Rp 4,9 Juta

NEWS | 10 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE