Logo BeritaSatu

KPK Tetapkan Bupati Banggai Laut Sebagai Tersangka Suap

Jumat, 4 Desember 2020 | 21:27 WIB
Oleh : Fana Suparman / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Banggai Laut, Wenny Bukamo sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait proyek pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemkab Banggai Laut tahun 2020.

Selain Wenny Bukamo, KPK juga menetapkan lima orang lainnya sebagai tersangka, yakni Recky Suhartono Godiman, orang kepercayaan Wenny sekaligus Komisaris Utama PT Alfa Berdikari Group; Hengky Thiono, Direktur PT Raja Muda Indonesia; Hedy Thiono, Komisaris PT Bangun Bangkep Persada; Djufri Katili, Direktur PT Antarnusa Karyatama Mandiri; serta Andreas Hongkiriwang, Direktur PT Andronika Putra Delta. Penetapan tersangka terhadap enam orang ini dilakukan KPK melalui gelar perkara setelah memeriksa 16 orang yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Banggai Laut, Luwuk dan Jakarta pada Kamis (3/12/2020).

Advertisement

"Setelah dilakukan serangkaian pemeriksaan dan sebelum batas waktu 24 jam sebagaimana diatur dalam KUHAP, dilanjutkan dengan gelar perkara, KPK menyimpulkan adanya dugaan tindak pidana korupsi berupa penerimaan hadiah atau janji oleh penyelenggara negara terkait pengadaan barang atau jasa di lingkungan pemerintah Kabupaten Banggai Laut Provinsi Sulteng Tahun Anggaran 2020. KPK menetapkan enam orang tersangka," kata Wakil Ketua KPK, Nawawi Pomolango dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (4/12/2020).

Wenny melalui Recky dan Hengky Thiono diduga telah menerima suap setidaknya sebesar Rp 1 miliar dari sejumlah rekanan Pemkab Banggai Laut. Suap itu merupakan bagian dari commitment fee agar sejumlah kontraktor mendapatkan proyek pada dinas PUPR di Kabupaten Banggai Laut tahun anggaran 2020. Atas pengkondisian pelelangan sejumlah paket pekerjaan di Dinas PUPR, Wenny diduga menerima suap sebesar Rp 200 juta hingga Rp 500 juga dari sejumlah kontraktor, termasuk Hedy Thiono, Djufri Katili, dan Andreas Hongkiriwang.

"Sejak September sampai m dengan November 2020, telah terkumpul uang sejumlah lebih dari Rp1 miliar yang dikemas di dalam kardus yang disimpan di rumah HTO (Hengky Thiono)," kata Nawawi.

Atas tindak pidana yang diduga dilakukannya, Wenny, Recky dan Hengky yang ditetapkan sebagai tersangka penerima suap dijerat dengan Disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Sementara untuk pihak pemberi suap, yakni

Hedy Thiono, Djufri Katili, dan Andreas Hongkiriwang disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Pesan Sandiaga ke Anak Muda: Jangan Jadi Kaum Rebahan

Menparekraf Sandiaga Unno juga berharap mereka bisa membantu target 4,4 juta lapangan kerja di 2024 tercapai.

NEWS | 2 Februari 2023

Kasus Brigadir J, Kuasa Hukum Putri Mohon Hakim Tolak Tanggapan Jaksa

Kuasa hukum Putri Candrawathi memohon agar majelis hakim PN Jaksel menolak semua dalil replik atau tanggapan jaksa penuntut umum. 

NEWS | 2 Februari 2023

Pengacara Putri Candrawathi Nilai Replik Jaksa Lebih Buruk daripada Skenario Ferdy Sambo

Pengacara Putri Candrawathi, Febri Diansyah menilai replik jaksa penuntut umum lebih buruk dibandingkan skenario fiktif yang sempat disusun oleh Ferdy Sambo.

NEWS | 2 Februari 2023

Atasi Kemiskinan Ekstrem, Ganjar Terapkan Link and Match

Upaya Ganjar yang kini sedang digenjot adalah menyerap tenaga kerja SMK dengan melakukan link and match bersama industri dan perusahaan.

NEWS | 2 Februari 2023

Mutasi Jabatan 84 Perwira Tinggi, Danpaspampres Termasuk

Terjadi mutasi 84 jabatan di TNI, termasuk untuk posisi komandan Pasukan Pengamanan Presiden atau Danpaspampres.

NEWS | 2 Februari 2023

Kemenkes Sebut Ada 400.000 Anak di Dunia Menderita Kanker

Berdasarkan data Globocan 2020, terdapat sekitar 400.000 anak usia 0-15 tahun di dunia termasuk dari Indonesia yang menderita kanker.

NEWS | 2 Februari 2023

Gusuran IKN Nusantara Minta Ganti Rugi Rp 1 Juta, Ini Kata Pemkab PPU

Masyarakat menuntut agar nilai ganti rugi lahan yang terdampak IKN minimal adalah Rp 1 juta per meter.

NEWS | 2 Februari 2023

Kemenkes: Kanker Masih Sebabkan Kematian Tertinggi di Dunia

Kemenkes mengatakan bahwa kanker masih menjadi penyebab kematian tertinggi di dunia. Tercatat, ada 10 juta kematian akibat kanker pada tahun 2020.

NEWS | 2 Februari 2023

Turunkan Stunting, Ganjar Libatkan Ahli Gizi dan Kader Kesehatan di Puskesmas

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo memaksimal upaya penurunan stunting dengan melibatkan ahli gizi dan kader kesehatan hingga ke tingkat puskesmas.

NEWS | 2 Februari 2023

Kasus Brigadir J, Eks Jubir KPK Tuding Jaksa Sudutkan Kaum Perempuan

Pengacara Putri Candrawathi, Febri Diansyah menuding JPU menyudutkan kaum perempuan. Hal itu tak lepas dari tudingan jaksa soal Putri mengenakan baju seksi.

NEWS | 2 Februari 2023


TAG POPULER

# Harga Bawang


# Koalisi Indonesia Bersatu


# Bunda Corla


# Serial Killer


# Penculikan Anak


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Perlunya Literasi Pemasaran PAYDI berdasarkan SEOJK

Perlunya Literasi Pemasaran PAYDI berdasarkan SEOJK

LIFESTYLE | 13 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE