Logo BeritaSatu

Uang Kertas Total £50 Miliar “Hilang” di Inggris

Minggu, 6 Desember 2020 | 15:09 WIB
Oleh : Heru Andriyanto / HA

Beritasatu.com – Ini soal yang cukup rumit: penggunaan uang tunai di Inggris sudah jauh berkurang selama bertahun-tahun, tetapi permintaan pada uang kertas di sana melonjak. Dan tidak seorang pun tahu pasti ke mana perginya uang itu.

Belum lama ini, sejumlah anggota parlemen Inggris mengatakan uang tunai senilai £ 50 miliar (Rp 953 triliun) telah "menghilang" dan mereka mendesak Bank of England untuk menyelidiki.

Advertisement

"Uang itu berada di suatu tempat tetapi Bank of England tidak tahu di mana, dipegang siapa, dan untuk apa, dan tampaknya juga tidak curiga sedikit pun," kata Meg Hillier, yang memimpin Komite Akuntabilitas Publik di parlemen. Tugas komite itu salah satunya mengawasi keuangan pemerintah.

"Perlu dicermati lagi di mana dana £ 50 miliar itu berada," imbuhnya.

Bank sentral segera menjawab.

"Anggota masyarakat tidak wajib menjelaskan ke bank sentral kenapa mereka ingin menyimpan uang kertas. Artinya, uang kertas itu tidak hilang," bunyi pernyataan Bank of England.

Di sejumlah negara maju, permintaan uang tunai meningkat sejak krisis keuangan 2008, meskipun pembayaran digital juga meningkat. Penyebabnya adalah penurunan suku bunga, sehingga mengurangi pendapatan bunga dari tabungan atau deposito di bank.

"Kami melihat adanya penggunaan uang tunai sebagai simpanan, bukan untuk dibelanjakan," kepala kasir Bank of England Sarah John mengatakan dalam kesaksian di depan komite Oktober silam.

Kekhawatiran pada lembaga-lembaga keuangan sejak krisis 2008 juga mendorong permintaan uang tunai, imbuhnya.

Jumlah uang kertas beredar di Inggris mencapai rekor 4,4 miliar lembar pada Juli, dengan nilai total £ 76,5 miliar, menurut data Kantor Pemeriksa Keuangan Nasional (National Audit Office/NAO).

Pada saat yang sama, volume transaksi tunai anjlok drastis, terutama akibat pandemik Covid-19. Satu dekade silam, enam dari 10 transaksi menggunakan uang tunai, dan tahun lalu sudah jauh turun menjadi tiga banding 10.

Bank of England memperkirakan sekitar 20% sampai 24% sirkulasi uang kertas digunakan untuk transaksi tunai, dan 5% disimpan.

"Tidak banyak yang diketahui tentang sisanya, senilai sekitar £ 50 miliar, tetapi penjelasan yang mungkin termasuk penyimpanan di luar negeri untuk transaksi atau tabungan, dan penggunaan dalam negeri untuk tabungan yang tidak dilaporkan, atau bahkan penggunaan di aktivitas ekonomi gelap," bunyi laporan NAO.

Lembaga itu meminta bank sentral untuk bekerja sama dengan lembaga lain dan meneliti penyebab peningkatan permintaan uang tunai, dan siapa saja yang memegang dana £ 50 miliar tersebut.

"Kerja seperti ini bisa membantu penyusunan kebijakan yang lebih luas, misalnya terkait pengemplangan pajak," imbuhnya.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: CNN

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Muncul ke Publik Setelah 36 Hari, Kim Jong-un Minta Korut Bersiap Perang

Pemimpin Korut (Korea Utara) Kim Jong-un muncul di hadapan publik setelah tak terlihat di depan umum, yang menimbulkan spekulasi tentang kesehatannya.

NEWS | 8 Februari 2023

Gagal Ginjal Akut Kembali Terdeteksi, IDI: Monitoring Pemakaian Obat Harus Diperketat

Ketua Umum IDI mengatakan, kesadaran atas efek samping obat sirup merupakan hal yang penting untuk di monitor guna mencegah kasus gagal ginjal akut.

NASIONAL | 8 Februari 2023

MRCCC Siloam Minimalisasi Kesenjangan Perawatan Pasien Kanker

MRCCC Siloam Semanggi meminimalisasi kesenjangan perawatan pasien kanker serta menekankan kesetaraan pasien dalam mendapatkan pelayanan medis.

NASIONAL | 7 Februari 2023

510 Mahasiswa Universitas Brawijaya Malang Keracunan Makanan

Tim kesehatan Puskesmas Wagir mendapat laporan banyak mahasiswa yang mengalami diare saat berada di lokasi perkemahan.

NEWS | 7 Februari 2023

Bappenas: RI Butuh 22 Tahun untuk Jadi Negara Berpendapatan Tinggi

Menteri PPN/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa menyatakan, Indonesia membutuhkan waktu 22 tahun untuk menyandang status negara berpendapatan tinggi.

EKONOMI | 8 Februari 2023

Pelabuhan Iskenderun Turki Terbakar Pascagempa, Operasional Dihentikan

Puluhan kontainer kargo terbakar sejak Senin (6/2/2023) petang hingga Selasa (7/2/2023) di kota pelabuhan Iskenderun yang dilanda gempa dahsyat.

NEWS | 8 Februari 2023

Kasus Baru Gagal Ginjal Akut, Bareskrim Kirim Sampel ke BPOM

Bareskrim Polri mengirimkan sampel ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terkait dua kasus baru gagal ginjal akut yang ditemukan di DKI Jakarta.

NASIONAL | 7 Februari 2023

Ibunya Tewas, Bayi Baru Lahir Selamat dari Puing-puing Gempa Dahsyat

Keajaiban setelah bayi baru lahir ditemukan dalam kondisi selamat dari puing-puing akibat gempa dahsyat di sebuah rumah di Suriah utara.

INTERNASIONAL | 8 Februari 2023

Keren! Qoala Plus Tumbuh Tiga Kali Lipat di Sumatera

Qoala Plus sebagai unit bisnis insurtech Qoala mencatat pertumbuhan tiga kali lipat di wilayah Sumatera.

EKONOMI | 8 Februari 2023

OJK Catat Kredit Macet 21 Fintech Lending di Atas 5 Persen

Sebanyak 21 penyelenggara fintech lending mencatat pembiayaan bermasalah atau tingkat wanprestasi 90 hari (TWP 90) di atas 5%.

EKONOMI | 7 Februari 2023


TAG POPULER

# Warunk Upnormal


# Susi Air


# Gempa Turki


# Jokowi


# Ferdy Sambo


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Javier Rocha Mundur, Arema FC Tunjuk Putu Gede Jadi Pelatih

Javier Rocha Mundur, Arema FC Tunjuk Putu Gede Jadi Pelatih

BOLA | 41 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE