Logo BeritaSatu

Kasus Kerumunan Jadi Pintu Masuk Polisi Usut Kasus Lain Rizieq

Jumat, 18 Desember 2020 | 20:33 WIB
Oleh : Tim Beritasatu.com / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Aparat Kepolisian diminta tak berhenti mengusut kasus yang menjerat pemimpin Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Syihab terkait kasus kerumunan. Bahkan, kasus yang membuat Rizieq Syihab ditahan itu seharusnya menjadi pintu masuk untuk mengusut kasus lainnya.

"Sudah saya tegaskan bahwa pelanggaran UU Kekarantinaan ini sebagai pintu masuk bagi pengusutan kasus-kasus lainnya bagi RS (Rizieq Syihab)," kata Guru Besar Hukum Pidana Universitas Krisnadwipayana Indriyanto Seno Adji kepada SP, Jumat (18/12/2020).

Indriyanto mengatakan, status FPI sebagai ormas hingga kini masih menimbulkan polemik dan keraguan. Dikatakan, jika benar Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri) hingga kini tidak menerbitkan Surat Keterangan Terdaftar dan juga Kementerian Hukum dan HAM (Kemkumham) tidak pernah menerbitkan Status Badan Hukum FPI sebagai Ormas, maka FPI tidak memiliki legalitas dalam melakukan aktivitas dan kegiatan, begitu pula dengan visi misinya tersebut.

Untuk itu, Indriyanto mendorong kepolisian untuk tidak hanya menjerat Rizieq Syihab dengan Pasal 93 UU Kekarantinaan, Pasal 160 dan Pasal 216 KUHP. Kepolisian, kata Indriyanto harus berani mendalami kasus lainnya, termasuk adanya delik makar dan terorisme.

"(Kepolisian) Harus berani tegas untuk lebih mendalami kepada delik makar dan delik terorisme," kata Indriyanto.

Indriyanto menilai, pola dan karakter deliknya sudah memenuhi syarat dari hukum pidana. Beberapa di antaranya adanya persiapan perbuatan atau voorbereidiging handeling dan permulaan pelaksanaan atau begin van uitvoering. Hal ini setidaknya terlihat dari AD/ART atau visi misi FPI yang tegas jelas menghendaki adanya penerapan Islam secara kaffah dibawah naungan (negara) Khilafah Islamiyah dan memunculkan nama dan kata NKRI Bersyariah.

"Ini jelas-jelas bertentangan dengan Pasal 1 UU Nomor 16 Tahun 2017 tentang Ormas bahwa tujuan dan aktivitas ormas berdasarkan NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945," kata Indriyanto.

Selain itu, Indriyanto juga meminta pemerintah untuk tegas mencabut dan membubarkan aktivitas dan kegiatan FPI karena tidak memiliki legalitas tentang status hukumnya juga tidak memiliki Surat Keterangan Terdaftar. Indriyanto khawatir jika terus dibiarkan FPI dengan paham negara Khilafah Islamiyah-nya yang bertentangan dengan konstitusi NKRI akan terus berkembang. Kondisi itu akan menimbulkan konflik horizontal serta merusak Kebhinekaan Indonesia dengan cara radikalisme. Hal ini setidaknya sudah terlihat dengan peristiwa bentrokan antara Laskar FPI dan anggota Kepolisian di Jalan Tol Jakarta-Cikampek KM 50 beberapa waktu lalu yang menewaskan enam anggota Laskar FPI.

"Kalau dibiarkan seperti ini, akan lebih cepat berkembang FPI dengan paham negara Khilafah Islamiyah yang bertentangan dengan konstitusi NKRI. Apalagi kalau berkembang untuk menimbulkan konflik horizontal dan perpecahan kebinekaan dengan cara-cara radikalisme," kata Indriyanto.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Pemimpin Taiwan Tsai Ing-wen Mundur dari Ketua Partai Progresif Demokratik

Pemimpin Taiwan Tsai Ing-wen mundur dari ketua Partai Progresif Demokratik yang berkuasa.

NEWS | 26 November 2022

Pramono Anung Ingatkan Kader PDIP Target Hattrick pada Pemilu 2024

Pramono Anung mengingatkan seluruh jajaran kader PDIP soal target meraih hattrick atau tiga kali kemenangan berturut-turut pada Pemilu 2024.

NEWS | 26 November 2022

Wamenag Ingatkan Santri Siap Hadapi Tantangan Baru

Wakil Menteri Agama mengingatkan bahwa zaman terus berubah dan santri harus menghadapi tantangan tantangan baru masa kini.

NEWS | 26 November 2022

PT KAI Pastikan Tak Ada Korban di Gerbong Anjlok di Kampung Bandan

PT KAI Kereta Api Commuter memastikan tak ada korban jiwa dalam peristiwa gerbong anjlok kereta rel listrik (KRL) di sekitaran stasiun Kampung Bandan.

NEWS | 26 November 2022

Platform Merdeka Mengajar: 1,6 Juta Guru Belajar dan Berbagi

Lebih dari 1,6 juta guru di seluruh Indonesia terkoneksi untuk saling belajar dan berbagi melalui platform Merdeka Mengajar.

NEWS | 26 November 2022

Dian Meninggal Terakhir di Keluarga Tewas di Kalideres, Jasad Ibu Termumifikasi

Kombes Hengki Haryadi mengatakan, diduga yang terakhir meninggal dunia dari sekeluarga tewas di Kalideres, Jakarta Barat, adalah korban bernama Dian (40).

NEWS | 26 November 2022

Viral Video Angin Puting Beliung Terjang Tenda Resepsi Pernikahan

Sebuah video amatir menjadi viral karena merekam angin puting beliung yang memporak-porandakan resepsi pernikahan warga di Kampung Kukun, Cikarang.

NEWS | 26 November 2022

Sekjen PDIP Bawa Oleh-oleh Khusus untuk Megawati Soekarnoputri

Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri mendapatkan hadiah khusus berupa tanaman Puring.

NEWS | 26 November 2022

Kosgoro 1957: Soliditas dengan Rakyat Kunci Kemenangan Pemilu

Ketum Kosgoro 1957 Dave Laksono meminta kadernya di seluruh Indonesia membangun soliditas dengan rakyat.

NEWS | 26 November 2022

Guru dan Tenaga Kependidikan Inspiratif Dapatkan Apresiasi

Kemendikbudristek memberikan apresiasi kepada guru dan tenaga kependidikan melalui Apresiasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Inspiratif 2022.

NEWS | 26 November 2022


TAG POPULER

# Kasus Tambang Ilegal


# Henry Yosodiningrat


# Net89


# Tiket KCJB


# PLN


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Lionel Messi dan Enzo Fernandez Angkat Kembali Pamor Argentina

Lionel Messi dan Enzo Fernandez Angkat Kembali Pamor Argentina

SEMESTA BOLA 2022 | 2 jam yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE