Logo BeritaSatu

Ragu Vaksinasi, Eijkman: Manfaat Vaksin Lebih Besar dari Risikonya

Kamis, 14 Januari 2021 | 23:08 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / EAS

Jakarta, Beritasatu.com - Kepala Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman, Amin Soebandrio mengatakan, untuk melihat keamanan suatu produk kesehatan, seperti vaksin, maka harus membandingkan dua hal, yakni manfaat dan risiko.

Amin menyebutkan, semua vaksin tentu ada manfaat dan risikonya. Untuk itu, perlu ada pembanding antara manfaat dan risikonya. Hal ini untuk melihat seberapa manfaat dari vaksin tersebut. Semisalnya, apakah vaksin dapat mengurangi angka kesakitan, kematian, dan mengurangi penularan.

"Intinya kita ingin melindungi diri dan orang lain. Nah manfaat itu yang kita lihat saat ini sangat besar. Di satu sisi kita tidak melihat ada risiko yang serius. Tapi kalau vaksinasi ini bisa berhasil dan diterima oleh sebagian besar penduduk, maka bisa melindungi orang yang divaksinasi dan orang yang karena suatu hal tidak bisa divaksinasi,” kata Amin pada acara virtual talkshow tentang "Vaksin Covid-19: Tak Kenal Maka Tak Sayang, Komorbid, Bolehkah?", Kamis (14/1/2021).

Amin menambahkan, masyarakat yang tidak bisa divaksinasi tetap butuh perlindungan. Dalam hal ini, mereka dilindungi oleh kelompok masyarakat yang divaksinasi. Sementara itu, adapun risiko yang dihadapi seseorang ketika divaksinasi, minimum sakit saat disuntik, atau beberapa jam kemudian merasa pegal.

Menurut Amin, kejadian ikutan pascaimunisasi (KIPI), apapun dikeluhkan oleh subjek setelah menerima vaksinasi nanti akan dilaporkan. Setelah dilaporkan ke layanan kesehatan terdekat. Laporan masyarakat tersebut akan ditindaklanjuti sehingga dipelajari untuk menarik kesimpulan.

"Apakah peristiwa itu berhubungan atau tidak dengan vaksinasi tersebut. Karena tidak selalu berhubungan. Semisal terjadi insiden kebetulan pas mau disuntik,” katanya.

Sementara Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung, Kementerian Kesehatan(Kemkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan, apabila masyarakat mengalami KIPI, maka akan dilakukan penanganan secara gratis.

Selain itu, vaksin Covid-19 juga diberikan secara gratis kepada masyarakat dan tidak ada keterkaitan dengan kepesertan BPJS Kesehatan. Namun masyarakat akan mendapatkan pesan singkat untuk diundang dan mendaftarkan diri melalui SMS di aplikasi pedulilindungi.id dan mendapatkan e-tiket.

Nadia menyebutkan, untuk tahap pertama vaksin Covid-19 akan diberikan kepada garda terdepan yakni, tenaga kesehatan dan petugas pemberi pelayanan publik.

Khusus untuk vaksin Sinovac, kriteria pemberian vaksin meliputi usia 18 -59 tahun, sehat, tidak sedang menderita penyakit Covid-19 dan tidak sedang menyusui.

Sementara untuk masyarakat dengan penyakit penyerta seperti hipertensi ataupun penyakit gula, bila belum terkontrol dengan baik, belum dapat mendapat vaksin.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: Suara Pembaruan

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Pemimpin Taiwan Tsai Ing-wen Mundur dari Ketua Partai Progresif Demokratik

Pemimpin Taiwan Tsai Ing-wen mundur dari ketua Partai Progresif Demokratik yang berkuasa.

NEWS | 26 November 2022

Pramono Anung Ingatkan Kader PDIP Target Hattrick pada Pemilu 2024

Pramono Anung mengingatkan seluruh jajaran kader PDIP soal target meraih hattrick atau tiga kali kemenangan berturut-turut pada Pemilu 2024.

NEWS | 26 November 2022

Wamenag Ingatkan Santri Siap Hadapi Tantangan Baru

Wakil Menteri Agama mengingatkan bahwa zaman terus berubah dan santri harus menghadapi tantangan tantangan baru masa kini.

NEWS | 26 November 2022

PT KAI Pastikan Tak Ada Korban di Gerbong Anjlok di Kampung Bandan

PT KAI Kereta Api Commuter memastikan tak ada korban jiwa dalam peristiwa gerbong anjlok kereta rel listrik (KRL) di sekitaran stasiun Kampung Bandan.

NEWS | 26 November 2022

Platform Merdeka Mengajar: 1,6 Juta Guru Belajar dan Berbagi

Lebih dari 1,6 juta guru di seluruh Indonesia terkoneksi untuk saling belajar dan berbagi melalui platform Merdeka Mengajar.

NEWS | 26 November 2022

Dian Meninggal Terakhir di Keluarga Tewas di Kalideres, Jasad Ibu Termumifikasi

Kombes Hengki Haryadi mengatakan, diduga yang terakhir meninggal dunia dari sekeluarga tewas di Kalideres, Jakarta Barat, adalah korban bernama Dian (40).

NEWS | 26 November 2022

Viral Video Angin Puting Beliung Terjang Tenda Resepsi Pernikahan

Sebuah video amatir menjadi viral karena merekam angin puting beliung yang memporak-porandakan resepsi pernikahan warga di Kampung Kukun, Cikarang.

NEWS | 26 November 2022

Sekjen PDIP Bawa Oleh-oleh Khusus untuk Megawati Soekarnoputri

Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri mendapatkan hadiah khusus berupa tanaman Puring.

NEWS | 26 November 2022

Kosgoro 1957: Soliditas dengan Rakyat Kunci Kemenangan Pemilu

Ketum Kosgoro 1957 Dave Laksono meminta kadernya di seluruh Indonesia membangun soliditas dengan rakyat.

NEWS | 26 November 2022

Guru dan Tenaga Kependidikan Inspiratif Dapatkan Apresiasi

Kemendikbudristek memberikan apresiasi kepada guru dan tenaga kependidikan melalui Apresiasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Inspiratif 2022.

NEWS | 26 November 2022


TAG POPULER

# Kasus Tambang Ilegal


# Henry Yosodiningrat


# Net89


# Tiket KCJB


# PLN


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Lionel Messi dan Enzo Fernandez Angkat Kembali Pamor Argentina

Lionel Messi dan Enzo Fernandez Angkat Kembali Pamor Argentina

SEMESTA BOLA 2022 | 2 jam yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE