Logo BeritaSatu

Soal Vonis Penyerang Nus Kei, Pengacara: Doa John Kei Terjawab

Jumat, 22 Januari 2021 | 06:27 WIB
Oleh : Yudo Dahono / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Majelis hakim Pengadilan Negeri Tangerang telah menjatuhkan vonis bersalah terhadap anak buah John Refra alias John Kei dalam kasus penyerangan terhadap kediaman Nus Kei dan anak buahnya. Sebanyak 13 orang anak buah John Kei diputus dua tahun penjara. Sementara sembilan terdakwa lainnya divonis satu tahun delapan bulan kurungan.

Menurut pengacara John Kei Anton Sudanto vonis terhadap para penyerang Nus Kei tersebut seperti "jawaban" terhadap doa dari John Kei. Anton menegaskan bahwa John Kei telah bersungguh-sungguh bertobat.

Advertisement

"Seperti kita ketahui, klien kami John Kei atau John Refra sudah hijrah ke agamanya dan menjadi pelayan gereja," ujar Anton. "Bung John sedang diuji, orang yang ingin berubah lebih baik, tentunya banyak ujiannya. Klien kami hanya menagih uang tidak lebih dari itu," tandasnya.

Lebih lanjut Anton menyatakan masih pikir-pikir apakah mengajukan banding atau tidak, terhadap putusan yang dibuat hakim ketua Sutarjo dan hakim anggota Arief Budiman serta Mahmudin itu. "Iya, kami mempunyai hak banding selama tujuh hari setelah putusan. Kami sedang menunggu arahan klien kami John Refra atau John Kei," kata Anton, Kamis (21/1/2021).

Kendati begitu, kata Anton pihaknya mengakui adanya kesepahaman antara majelis hakim dengan pengacara terdakwa dalam putusan tersebut. Terutama dalam pertimbangan hakim yang menyebut, bahwa akar persoalan ini hanya merupakan upaya penagihan utang sejumlah uang dari John Kei, terhadap Nus Kei.

"Terpenting dalam pertimbangan hakim menekankan, bahwa ini hanya berupa penagihan yang dilakukan klien kami John Refra atau John Kei yang sangat sesuai dengan fakta persidangan dalam kesaksian saksi korban yaitu Nus Kei, yang mengakui bahwa telah ditagih selama tiga kali dan keempatnya terjadi kejadian tersebut," tuturnya.

Selain itu, Anton menilai selama persidangan tak dibuktikan bahwa ada perintah membunuh Nus Kei dari John Kei, saat penagihan utang. "Dan selama persidangan tidak ada satu bukti apapun bahwa ada perintah dari klien kami John Refra atau John Kei untuk membunuh Nus Kei. Jadi sangat aneh ya (jika disebut ada perintah membunuh Nus Kei)," kata dia.

John Kei sendiri, kata Anton meminta ditagihkan utangnya melalui pengacara bernama Daniel Far Far. Sehingga, menurutnya tak mungkin John Kei memerintahkan seseorang yang notabene penegak hukum, membunuh orang lain atau melanggar hukum.

Apalagi, kata Anton kliennya justru rugi jika akhirnya Nus Kei tewas. "Klien kami John Refra atau John Kei menagih uangnya melalui penegak hukum yaitu pengacara yang bernama Daniel Far Far terhadap Nus Kei. Bahkan dalam proses penagihan tersebut, itu bukan urusan klien kami. Apalagi ada perintah membunuh, itu lebih aneh lagi. Jika Nus Kei mati, maka uang tidak bisa didapatkan dan ada pidananya," papar Anton.

"Biasa itu seorang pengacara diminta untuk menagih utang-piutang," imbuhnya.

"Jangan juga kriminalisasi atau menzalimi klien kami John Refra atau John Kei. Jangankan perkara besar, perkara kecil pun jika pembuktiannya tidak terang, maka seseorang tidak dapat dipidana. Dalam persidangan nanti kami akan membuka kejutan besar agar rakyat Indonesia mengetahui apa yang sebenarnya dan terjadi dan akan melihat kejadian sebenarnya. Tunggu saja kejutan besar akan terjadi di persidangan Pengadilan Negeri Jakarta Barat nanti," lanjut Anton.

Pihaknya optimis majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Barat akan bersikap adil dan menjalankan tugasnya dengan profesional. "Kami selalu percaya majelis hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Barat akan melihat seluruh pembuktian dengan terang sebelum menetapkan keyakinannya dalam perkara klien kami John Refra atau John Kei. Beliau sudah tobat ya," tandas Anton.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Tekan Stunting untuk Turunkan Kemiskinan, Ganjar Luncurkan Kancing Merah

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, meluncurkan program Kancing Merah dalam rangka menekan angka stunting untuk menurunkan tingkat kemiskinan.

NEWS | 3 Februari 2023

Ditemui Menlu Se-ASEAN, Jokowi Tekankan Netralitas dan Stabilitas Perdamaian

Presiden Jokowi menerima kunjungan kehormatan para menteri luar negeri ASEAN dan sekretaris jenderal ASEAN di Istana Negara, Jakarta, Jumat (3/2/2023).

NEWS | 3 Februari 2023

3 Pekan, Polisi Tangkap 16 Pengedar dan Bandar Narkoba

Satresnarkoba Polresta Bandar Lampung menangkap 16 orang pengedar dan bandar narkoba dalam tiga pekan.

NEWS | 3 Februari 2023

Masih Ada Target Pembunuhan Jadi Alasan Wowon Belum Bertobat

Wowon Erawan alias Aki mengaku belum kepikiran untuk bertaubat dan menyudahi aksi pembunuhan berantai atau tobat jika kasusnya tak terungkap.

NEWS | 3 Februari 2023

Kasus KSP Indosurya, Bareskrim Terus Buru Tersangka Suwito Ayub

Dittipideksus Bareskrim Polri terus memburu tersangka Suwito Ayub terkait kasus penipuan investasi dana nasabah KSP Indosurya.

NEWS | 3 Februari 2023

Tepis Pembatasan, Panitia Satu Abad NU: Semua Boleh Datang ke Sidoarjo

Wasekjen PBNU Rahmat Hidayat Pulungan menegaskan, acara puncak resepsi Satu Abad NU dipastikan terbuka untuk semua golongan masyarakat.

NEWS | 3 Februari 2023

Pertama di Indonesia, Bendungan Tamblang Gunakan Teknologi Inti Aspal

Presiden Jokowi meresmikan proyek Bendungan Tamblang yang dikerjakan oleh PTPP di Kabupaten Buleleng, Bali, dengan anggaran dari APBN senilai Rp 820 miliar.

NEWS | 3 Februari 2023

Duloh Mengaku Bersetubuh dengan Noneng Mertua Wowon Sebelum Membunuhnya

Solihin alias Duloh mengaku bahwa dirinya bersetubuh terlebih dahulu dengan Noneng Suryati, mertua Wowon sebelum akhirnya dibunuh.

NEWS | 3 Februari 2023

Menko Airlangga Apresiasi Progres Konstruksi Smelter Manyar

Menko Airlangga optimis konstruksi smelter Manyar milik PT Freeport Indonesia rampung tepat waktu pada Desember 2023.

NEWS | 3 Februari 2023

Toko Material di Pondok Labu Ludes Terbakar

Sebuah toko penjual material bangunan di Jalan Wijaya Kusuma, Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan, ludes terbakar, Jumat (3/2/2023) pagi.

NEWS | 3 Februari 2023


TAG POPULER

# Transmart


# Mutasi Perwira


# Ganjar


# Kawasan Halal di Jakarta


# Eliezer


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Tekan Stunting untuk Turunkan Kemiskinan, Ganjar Luncurkan Kancing Merah

Tekan Stunting untuk Turunkan Kemiskinan, Ganjar Luncurkan Kancing Merah

NEWS | 24 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE