AS dan Rusia Perbarui Pembatasan Senjata Nuklir Hingga 2026

Penulis: Unggul Wirawan | Editor: WIR
Kamis, 4 Februari 2021 | 13:26 WIB
Sistem rudal balistik antarbenua Yars RS-24 Rusia melintas melewati Lapangan Merah di Moskwa saat parade militer Hari Kemenangan pada Mei 2015.
Sistem rudal balistik antarbenua Yars RS-24 Rusia melintas melewati Lapangan Merah di Moskwa saat parade militer Hari Kemenangan pada Mei 2015. (AFP/Getty Images / KIRILL KUDRYAVTSEV)

Washington, Beritasatu.com – Amerika Serikat (AS) dan Rusia memperpanjang perjanjian kendali senjata nuklir hingga tahun 2026. Baik Washington dan Moskwa menganggap perpanjangan itu sebagai kemenangan,

Perjanjian Pengurangan Senjata Strategis Baru (Perjanjian START Baru), yang akan berakhir pada Jumat (5/2), memberlakukan batasan pada rudal dan pembom antarbenua Rusia dan AS. Tetapi perjanjian itu tidak mencakup jenis senjata baru.

Baik Washington dan Moskwa menganggap perpanjangan itu sebagai kemenangan. Kedua negara menyatakan perjanjian itu akan akan memberikan stabilitas dan transparansi pada masalah nuklir sambil mengakui beberapa ketidaksepakatan mereka.

"Bahkan saat kami bekerja dengan Rusia untuk memajukan kepentingan AS, kami juga akan berupaya meminta pertanggungjawaban Rusia atas tindakan permusuhan serta pelanggaran hak asasi manusia," kata Menteri Luar Negeri Antony Blink.

Blinken mengatakan Washington akan menggunakan perpanjangan lima tahun untuk mengejar batasan tambahan pada semua senjata nuklir Rusia.

"Presiden [Joe] Biden telah menjelaskan bahwa perpanjangan Perjanjian START Baru hanyalah awal dari upaya kami untuk mengatasi tantangan keamanan abad ke-21," katanya.

Pekan lalu, Rusia dan AS mengumumkan rencana untuk memperpanjang perjanjian, bahkan ketika pemerintahan Biden telah meningkatkan kritik terhadap Rusia atas pemenjaraan pemimpin oposisi Alexey Navalny, dugaan keterlibatannya dalam peretasan besar-besaran pemerintah AS dan masalah lainnya.

Perjanjian START Baru, yang mulai berlaku pada tahun 2011, membatasi AS dan Rusia untuk masing-masing mengerahkan tidak lebih dari 1.550 hulu ledak nuklir strategis. Perjanjian memberlakukan pembatasan pada rudal dan pembom darat dan kapal selam.



Bagikan

BERITA TERKAIT

Kapolri Benarkan Pilot Susi Air Kapten Philips Disandera KKB Papua

Kapolri Benarkan Pilot Susi Air Kapten Philips Disandera KKB Papua

NEWS
Kapolri: Pilot dan Penumpang Susi Air yang Diamankan KBB Papua Sedang Dicari

Kapolri: Pilot dan Penumpang Susi Air yang Diamankan KBB Papua Sedang Dicari

NEWS
Gempa Turki, 104 WNI Tak Punya Tempat Tinggal Layak dan Segera Dievakusi ke Ankara

Gempa Turki, 104 WNI Tak Punya Tempat Tinggal Layak dan Segera Dievakusi ke Ankara

NEWS
Dubes RI: Gempa Turki, Ibu dan 2 Anak dari Indonesia Hilang Kontak

Dubes RI: Gempa Turki, Ibu dan 2 Anak dari Indonesia Hilang Kontak

NEWS
Erick Thohir Jelaskan ke Jokowi Simbol Baju Banser yang Dipakainya Saat Puncak 1 Abad NU

Erick Thohir Jelaskan ke Jokowi Simbol Baju Banser yang Dipakainya Saat Puncak 1 Abad NU

NEWS
Video Membeludaknya Warga Nahdliyin di Puncak 1 Abad NU

Video Membeludaknya Warga Nahdliyin di Puncak 1 Abad NU

NEWS

BERITA TERKINI

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon