Logo BeritaSatu

Langkah Pemerintah Alokasikan Rp 20 Triliun untuk BPUI Tak Tepat

Selasa, 9 Februari 2021 | 07:20 WIB
Oleh : Triyan Pangastuti / RSAT

Jakarta, Beritasatu.com - Sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) memandang langkah pemerintah tidak tepat terkait mengalokasikan dana sebesar Rp 20 triliun dalam rangka penyertaan modal negara (PMN) untuk PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero) atau BPUI.

Nantinya dana akan digunakan untuk restrukturisasi polis Jiwasraya melalui aset yang dipindahkan IFG Life sebagai anak usaha BPUI.

Anggota Komisi XI, Anis Byarwati mengatakan pemberian PMN kepada BPUI yang merupakan perusahaan asuransi BUMN yang menjadi IFG Life untuk membayar polis jiwasraya merupakan skema financial engineering. Hal ini telah menyebabkan rakyat negara menanggung beban berat atas skandal kasus Jiwasraya.

“Skandal Jiwasraya merupakan korupsi dan kejahatan terkoordinir dilakukan sekelompok orang yang menyebabkan perusahaan mengalami kerugian besar,” jelasnya dalam Rapat Komisi XI bersama Kementerian Keuangan, Senin (8/2/2021).

Ia mengatakan bahwa pemberian PMN merupakan skema menanggung beban skandal Jiwasraya yang dilakukan menggunakan uang rakyat, sehingga sangat tidak adil memberikan PMN dari uang rakyat, kepada perusahaan yang dirampok oleh sekelompok orang atau kejahatan terorganisir (organized crime) yang dilakukan secara terstruktur.

Padahal seharusnya kata Anis, PMN itu menjadi pendorong untuk memperbaiki kinerja dan daya saing BUMN sehingga berdampak besar bagi kemakmuran rakyat.

“Kami berpendapat PMN untuk BPUI senilai Rp 20 triliun kurang tepat dan tidak bisa disetujui dengan mempertimbangkan beban negara dan beban rakyat saat ini,” ujarnya.

Ia mengatakan bahwa seharusnya pemerintah mengalokasikan PMN untuk skala yang lebih prioritas dan lebih tepat dalam membantu masyarakat yang terdampak kesehatan, ekonomi akibat Covid-19.

Seharusnya pemerintah mengalokasikan PMN untuk BUMN yang tidak memiliki permasalahan kejahatan, fraud, korupsi dan moral hazard untuk mendorong perbaikan kinerja usaha sehingga bisa berkembang lebih optimal dan membantu akselerasi pemulihan ekonomi nasional.

Menurutnya langkah penyelesaian polis nasabah melalui PMN akan menimbulkan beban di kemudian hari, ditengah munculnya kasus serupa seperti Asabri dan BPJS Ketenagakerjaan.

“Pemerintah masih memiliki opsi untuk mengelola dan membuat skala prioritas pembayaran kewajiban nasabah tradisional yang jatuh tempo dengan perkiraan nilai Rp 500 miliar hingga Rp 1 triliun, dan restrukturisasi untuk nasabah Jiwasraya Saving Plan,” jelasnya.

Disisi lain, Fraksi PKS mendorong pemerintah untuk mengembangkan skema alternatif untuk pemenuhan kewajiban bagi 5,2 juta nasabah tradisional Jiwasraya yang masih akan jatuh tempo secara bertahap dalam jangka panjang.

Sementara itu, ia mengingatkan agar pemerintah memiliki due diligence untuk seluruh perusahaan asuransi BUMN untuk melakukan deteksi dini adanya unsur fraud, korupsi atau moral hazard sehingga pemerintah memiliki kesempatan untuk mengambil kebijakan memperbaiki dan reformasi perusahaan secara dini.

“Kami menolak kebijakan PMN untuk BPUI sebesar Rp 20 triliun dan mendorong pemerintah kembangkan skema untuk pemenuhan kewajiban bagi 5,2 juta nasabah tradisional Jiwasraya yang masih akan jatuh tempo secara bertahap dalam jangka panjang,” tegasnya.

Anggota Komisi XI DPR Vera Febyanthy mengatakan dalam beberapa kesempatan rapat kerja antara pihaknya dengan BPUI, perusahaan pelat merah itu justru kebingungan untuk mengalokasikan suntikan dana dari pemerintah tersebut.

“Ini seperti BPUI secara mereka memberikan presentasi kepada kami, tapi mereka belum bisa meyakinkan dirinya sendiri apalagi kepada kami untuk menggunakan dana Rp 20 triliun,” kata Vera.

Vera menegaskan, seharusnya pemerintah mengalokasikan PMN tergantung dari kapasitas BUMN penerima. Dalam hal BPUI, Vera terhadap BUMN tersebut bisa lebih mengeksplor bisnis usahanya dan merevisi key performance indicators (KPI).



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

BPBD Jatim Fasilitasi 2.219 Warga Semeru di Pengungsian

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jatim Gatot Soebroto menjelaskan ribuan pengungsi  erupsi Semeru tersebut saat ini ditampung di 12 tempat.

NEWS | 5 Desember 2022

7 Jenazah Korban Bus Jatuh ke Jurang di Magetan Dipulangkan ke Semarang

Tujuh jenazah korban bus jatuh ke jurang di Magetan, Jawa Timur dipulangkan ke Semarang, Minggu (4/12/2022) malam.

NEWS | 5 Desember 2022

Kaesang-Erina Menikah, Jokowi Minta Maaf ke Warga Yogya dan Solo

Jokowi memohon maaf jika pernikahan putranya, Kaesang dengan Erina Gundono nantinya menganggu aktivitas warga Yogyakarta dan Sol.

NEWS | 5 Desember 2022

Bahlil Lahadalia: Stabilitas Politik Jadi Kunci Keberhasilan Investasi 2023

Bahlil Lahadalia menekankan langkah pemerintah untuk mencapai target investasi hanya bisa terjadi bila terjadi stabilitas politik dan ekonomi.

NEWS | 4 Desember 2022

2 Orang Terluka Dampak Gempa Garut Sudah Ditangani Tim Medis

Dua orang yang terluka tertimpa material bangunan akibat gempa Garut sudah mendapatkan penanganan medis dengan kondisi mulai membaik

NEWS | 4 Desember 2022

Polda Metro Tetapkan 2 Tersangka Pinjol Ilegal di Manado

Polda Metro Jaya menetapkan dua orang sebagai tersangka dalam kasus pinjaman daring atau pinjaman online/pinjol ilegal di Manado, Sulawesi Utara.

NEWS | 4 Desember 2022

Kasal Baru Harus Memiliki Kemampuan Diplomasi Tingkat Tinggi

Calon Kasal pengganti Laksamana Yudo Margono harus sosok memiliki kemampuan diploasi tingkat tinggi dan paham tentang geopolitik maritim Indonesia.

NEWS | 4 Desember 2022

Hingga 4 Desember, Cianjur Diguncang 384 Kali Gempa Susulan

BMKG mencatat total gempa susulan di Cianjur hingga 4 Desember 2022 pukul 15.00 WIB mencapai 384 kali.

NEWS | 4 Desember 2022

Rem Blong Diduga Penyebab Bus Masuk Jurang di Magetan

Bus masuk jurang yang menewaskan tujuh orang di Magetan, Jawa Timur, diduga karena rem blong, Minggu (4/12/2022).

NEWS | 4 Desember 2022

Pemkab: Rumah Rusak Berat Akibat Gempa Cianjur Jadi 8.151 Unit

Jumlah rumah yang rusak berat akibat gempa Cianjur bermagnitudo 5,6 bertambah menjadi 8.151 rumah hingga Minggu (4/12/2022).

NEWS | 4 Desember 2022


TAG POPULER

# Penumpang Air Asia Diseret


# Tenda Sakinah


# Piala Dunia 2022


# Paspampres Perkosa Kostrad


# Sidang Ferdy Sambo


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Jadi Pencetak Gol Terbanyak Timnas Prancis, Ini Respons Olivier Giroud

Jadi Pencetak Gol Terbanyak Timnas Prancis, Ini Respons Olivier Giroud

SEMESTA BOLA 2022 | 20 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE