Logo BeritaSatu

Tiga Saksi Kunci Tidak Bisa Tunjukkan John Kei Terlibat Penyerangan

Jumat, 26 Februari 2021 | 12:01 WIB
Oleh : Yudo Dahono / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Sidang lanjutan perkara kekerasan yang diduga melibatkan John Refra alias John Kei, kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Rabu (24/2/2021). Pada sidang tersebut, dihadirkan tiga orang saksi dari pihak jaksa penuntut umum (JPU), yakni Angky, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei, dan Gaspar.

Penasihat hukum John Kei mengklaim, seluruh keterangan saksi tak menunjukkan keterlibatan kliennya, terutama dalam peristiwa penganiayaan yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang, di Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat.

"Kami lega dan bisa sumringah atas selesainya persidangan. Bagaimana tidak lega, dari saksi korban tidak dapat menunjukkan atau membuktikan John Refra atau John Kei yang melakukan perintah atas kejadian di Kosambi," kata salah seorang penasihat hukum John Kei, Morris, Jumat (26/2/2021).

Begitu pula kesaksian Nus Kei, orang yang disebut-sebut bersengketa dengan John Kei dalam perkara ini. Menurut Morris, keterangan Nus Kei menegaskan bahwa pria itu tak ada saat peristiwa di Duri Kosambi terjadi. Serta adanya utang Rp 2 miliar Nus Kei, yang hendak ditagih pihak John Kei.

"Kemudian dalam kesaksian kedua yaitu Nus Kei yang di bawah sumpah, setelah digali keterangannya oleh majelis hakim yang terhormat, JPU dan tim lawyer semakin menegaskan bahwa saksi Nus Kei tidak ada di lokasi kejadian Kosambi," tutur Morris. "Kemudian adanya penagihan uang Rp 2 miliar beberapa kali sampai penagihan terakhir terjadilah pengrusakan rumahnya yang di Greenlake."

Nus Kei dalam keterangannya, kata Morris, juga menyampaikan pengakuan jika telah mendatangi John Kei untuk meminta bantuan dana Rp 1 miliar.

"Serta dengan tegas saksi menerangkan bahwa benar saksi mendatangi klien kami untuk meminta bantuan dana Rp 1 miliar, kemudian klien kami yang menghubungi rekannya yang dipanggil 'bos kecil'," tutur Morris.

"Perlu diketahui, klien kami menegaskan dari awal bahwa setelah klien kami menghubungi bos kecil itu maka disepakati penggunaan uang bos kecil sebesar Rp 500 juta, dikarenakan Rp 500 juta lainnya dari uang klien kami dan akan dikembalikan sebesar Rp 2 miliar seperti sesuai dalam dakwaan JPU," lanjutnya.

Sementara menurut pengacara John Kei lainnya, Yenny Rossa, uang tersebut lalu diserahkan istri John Kei ke Nus Kei, dan selanjutnya diberikan ke seorang pengacara bernama Taufik Chandra. Uang dipakai untuk mengurus perkara di Mahkamah Agung, terkait sebuah lahan di Ambon.

"Jadi sampai selesainya saksi memberikan kesaksian, tidak ada satupun yang dapat menunjukkan atau membuktikan adanya perintah dari klien kami John Refra atau John Kei terkait peristiwa Kosambi," jelasnya.

Begitu juga saksi lainnya, Gasper, yang juga disebut tak menunjukkan keterlibatan John Kei dalam peristiwa di Duri Kosambi.

"Kami tetap akan istikamah memperjuangan nasib klien kami John Refra atau John Kei dan sadar bahwa JPU dan kami sedang menggoda keyakinan majelis hakim sesuai lima alat bukti yang akan disajikan oleh JPU dan penasihat hukum. Kami berharap JPU tidak datang ke pengadilan hanya untuk menang, akan tetapi datang ke pengadilan untuk membuka keadilan seterang-terangnya," papar Yenny.

Yenny menuturkan, dalam hukum pidana bukti itu harus seterang cahaya. Tidak boleh bukti itu hanya dari asumsi, ilusi atau ego penegak hukum itu sendiri. Begitu juga apabila ada suatu tindak pidana, pihaknya menegaskan bukan hadir untuk menghilangkan pidana tersebut. Tetapi untuk mengurangi pidana itu, untuk mendapatkan kesadaran serta efek jera bagi si pelaku.

"Akan tetapi jika klien kami John Refra atau John Kei tidak terbukti bersalah maka harus dibebaskan. Semua penegak hukum tidak boleh menzalimi siapapun apalagi John Refra atau John Kei. Kami akan lawan kezaliman atau kriminalisasi tersebut," tegas Yenny.

"Kami pun mendoakan majelis hakim yang mengadili perkara kami agar terus diberikan rahmat, kesehatan serta perlindungan dari Allah SWT agar selalu istikamah," tandasnya.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

BNPB: Bencana Hidrometeorologi Diperkirakan Merata pada Desember

BNPB menyatakan, potensi terjadi bencana hidrometeorologi diperkirakan merata pada Desember 2022 mendatang.

NEWS | 29 November 2022

Tim Peneliti UGM Klaim Deteksi Gejala Sebelum Gempa Cianjur

Gejala gempa Cianjur itu tertangkap melalui sistem peringatan dini yang dikembangkan UGM dengan mengukur konsentrasi gas radon dan groundwater level 1-3.

NEWS | 29 November 2022

Ganjar Instruksikan Pemda ke Lapangan Antisipasi Inflasi

Ganjar Pranowo menginstruksikan 35 pemda untuk turun ke lapangan secara rutin hingga Januari 2023 guna mencegah terjadinya inflasi.

NEWS | 29 November 2022

Menlu Retno: Indonesia Akan Jadikan ASEAN sebagai Pusat Pertumbuhan Dunia

Menlu Retno Marsudi menegaskan, Indonesia akan menjadikan kawasan ASEAN sebagai pusat pertumbuhan dunia selama menjabat sebagai Ketua ASEAN. 

NEWS | 29 November 2022

Hujan Deras Guyur DKI, Beberapa Ruas Jalan Terendam Banjir

Hujan deras yang mengguyur Jakarta pada Senin (28/11/2022) petang, mengakibatkan beberapa ruas jalan teredam banjir.

NEWS | 28 November 2022

DPR Bakal Sahkan Kasal Yudo Margono Jadi Panglima TNI Sebelum 15 Desember

Ketua DPR Puan Maharani meyakini, pihaknya dapat mengesahkan Kasal Laksamana Yudo Margono sebagai Panglima TNI sebelum masa reses 15 Desember mendatang.

NEWS | 28 November 2022

Ada 9 Panggung di Resepsi Pernikahan Kaesang dan Erina

Erick Thohir mengungkapkan ada sembilan panggung di acara resepsi pernikahan Kaesang dan Erina yang digelar di Pura Mangkunegaran Solo.

NEWS | 28 November 2022

Presiden Pilihan Versi Adian Napitupulu, Yang Lanjutkan Program Jokowi

Politikus PDI Perjuangan (PDIP) Adian Napitupulu mengungkapkan kriteria sosok yang dia nilai pantas untuk dipilih menjadi presiden pilihan berikutnya.

NEWS | 28 November 2022

Kocak, Tanggapan Wagub Jabar soal Pemimpin Berambut Putih

Menanggapi pernyataan Jokowi soal pemimpin berambut putih, Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum malah mengunggah fotonya dengan rambut kuning, mirip Naruto.

NEWS | 28 November 2022

KPK Umumkan Penetapan Tersangka Hakim Agung Gazalba Saleh

KPK mengumumkan Hakim Agung Gazalba Saleh sebagai tersangka atas kasus dugaan suap pengurusan perkara di Mahkamah Agung (MA).

NEWS | 28 November 2022


TAG POPULER

# Gempa Cianjur


# Piala Dunia 2022


# Vaksinasi Booster


# Pushbike


# Ferdy Sambo


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Babak Pertama, Portugal vs Uruguay Masih Tanpa Gol

Babak Pertama, Portugal vs Uruguay Masih Tanpa Gol

SEMESTA BOLA 2022 | 39 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE