Logo BeritaSatu

Marzuki Alie: KLB Terjadi karena Ruang Bicara Sudah Ditutup

Jumat, 12 Maret 2021 | 22:41 WIB
Oleh : Markus Junianto Sihaloho / WM

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat (PD) versi Kongres Luar Biasa (KLB) Deli Serdang, Marzuki Alie menyatakan, dirinya bersama para kader partai lain sudah tak diberikan ruang komunikasi dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) maupun kubu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Itu yang menyebabkan akhirnya KLB terjadi.

"Saya sudah mencoba ajak bicara semuanya, tapi ruang bicara itu kayaknya tak terbuka lagi," kata Marzuki Alie.

Hal itu disampaikan Marzuki Alie dalam Special Interview With Claudius Boekan: Adu Kuat Moeldoko & AHY. Acara itu ditayangkan lewat laman Youtube resmi Beritasatu TV (https://www.youtube.com/watch?v=H9bhHShJqY4) pada Jumat (12/3/2021) malam.

Kata Marzuki, pada kongres 2020, sebenarnya banyak yang hendak bicara memberikan kritik. Namun semua yang punya hak bicara disuruh keluar. Dia mencontohkan, Jhoni Allen Marbun, Sekjen PD versi KLB. Memang Marbun tak punya hak suara, tetapi punya hak bicara.

"Nah hak bicaranya itu tak diberikan kesempatan. Beliau duduk di sebelah SBY dan bertanya, dijawab ya nanti kita selesaikan. Akhirnya Pak Jhoni ya keluar dan tak bisa apa-apa. Entah berapa lama kemudian tahu-tahu sudah terpilih ketua umum. Itu cacat prosedural yakni tak mengikuti mekanisme kongres sebenarnya," kata Marzuki.

Karena upaya sudah mampet, akhirnya terjalin komunikasi antara para kader PD itu yang dimulai saat terjadi bencana banjir di Kalimantan Selatan. Meminta bantuan ke Jakarta, disitulah komunikasi awal dengan Moeldoko terjadi.

Yang awalnya obrolan biasa ternyata berkembang cepat, dimana kader PD yang kecewa langsung bekerja. Sayangnya kerja mereka tak rapi sehingga bocor ke DPP PD versi AHY. Akhirnya menimbulkan kegaduhan.

"Sebetulnya Pak SBY itu komandannya Pak Moeldoko. Artinya bisa dibangun komunikasi, dipanggil ke Cikeas. Ditanya apa mau gabung, supaya diberi kesempatan. Kalau dukungan sebagai capres ada, ya diberi. Tetapi ruang itu tak dibuka SBY. Maka gerakan ini diledakkan, seakan-akan diinisiasi orang luar. Mungkin dikhawatirkan Mas AHY nanti tersingkir. Padahal tak ada niat kita-kita ini menyingkirkan," kata Marzuki.

Yang jelas, bagi kubu KLB, sama sekali tak relevan jika kubu AHY menuduh ada pihak istana, dalam hal ini Presiden Jokowi, dengan gerakan PD versi KLB serta Moeldoko. Sebab Moeldoko jadi ketua umum PD karena memang diminta oleh kader.

"Memang tak ada kaitan. Karena ini permintaan kader. Tak mungkin Pak Moeldoko minta izin ke presiden," kata Marzuki.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Warga Lereng Semeru Mengungsi Akibat Luncuran Awan Panas

Sebagian warga yang berada di kawasan zona merah erupsi Gunung Semeru mengungsi ke sejumlah lokasi. Hal itu karena Gunung Semeru meletus.

NEWS | 4 Desember 2022

Polisi Gerebek Kantor Pinjol Ilegal Berkedok Koperasi

Polda Metro Jaya bekerja sama dengan tim Subdit Siber Polda Sulawesi Utara, membongkar aktivitas pinjol ilegal yang berkedok sebagai koperasi.

NEWS | 4 Desember 2022

Bus Masuk Jurang di Magetan, 7 Meninggal Dunia

Sebuah bus masuk jurang di Magetan, Jawa Timur, tujuh orang meninggal dunia, belasan penumpang lainnya luka-luka.

NEWS | 4 Desember 2022

Kasus Net89, Bareskrim Maksimalkan Sita Aset Tersangka

Bareskrim Polri hingga saat ini masih memaksimalkan penyitaan aset milik tujuh tersangka pada kasus Net89

NEWS | 4 Desember 2022

Pesawat Gagal Take Off di Jambi, Lion Air Siapkan Pengganti

Lion Air menyiapkan pesawat pengganti setelah JT601 tujuan Jambi-Jakarta yang dijadwalkan terbang pukul 06.00 WIB mengalami gagal lepas landas.

NEWS | 4 Desember 2022

Kendaraan Berat Terus Melintas, Jembatan Cikereteg di Bogor Rawan Ambrol

Jembatan Cikereteg di Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor rawan ambrol dan diperparah dengan tetap melintasnya kendaraan berat di atasnya.

NEWS | 4 Desember 2022

Erupsi Semeru, Warga Dilarang Beraktivitas Hingga 13 Km dari Puncak

BPBD Lumajang meminta masyarakat tak beraktivitas di lereng tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).

NEWS | 4 Desember 2022

Berkah Pernikahan Kaesang-Erina, Hotel di DIY Full Booked

Reservasi untuk hotel-hotel di DIY sudah mendekati 100% alias full booked menjelang hari pernikahan Kaesang Pangarep dengan Erina Sofia Gundono.

NEWS | 4 Desember 2022

Menikah, 2 Sejoli Korban Gempa Cianjur Tak Pikirkan Malam Pertama

Dua sejoli menikah di tengah suasana duka akibat gempa Cianjur, Jawa Barat. Mereka pun tidak memikirkan malam pertama.

NEWS | 4 Desember 2022

Wabup Lumajang Minta Warga di Zona Merah Semeru Dikosongkan

Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati meminta semua warga yang berada di zona merah erupsi dan awan panas guguran Gunung Semeru dikosongkan

NEWS | 4 Desember 2022


TAG POPULER

# Penumpang Air Asia Diseret


# Tenda Sakinah


# Piala Dunia 2022


# Paspampres Perkosa Kostrad


# Sidang Ferdy Sambo


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Piala Dunia 2022: Statistik Menarik Jelang Prancis vs Polandia

Piala Dunia 2022: Statistik Menarik Jelang Prancis vs Polandia

SEMESTA BOLA 2022 | 2 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE