Logo BeritaSatu

Tanam Ganja Dekat Sekolah, Oknum Guru di Bengkulu Diciduk

Sabtu, 3 April 2021 | 20:12 WIB
Oleh : CAH

Bengkulu, Beritasatu.com - Kepolisian Resor Rejang Lebong, Bengkulu, menangkap seorang oknum guru di daerah itu karena menanam ratusan batang tanaman ganja.

Kapolres Rejang Lebong AKBP Puji Prayitno saat meninjau langsung lokasi penanaman ganja di Dusun 4, Desa Lubuk Alai, Kecamatan Sindang Beliti Ulu, Sabtu, mengatakan bahwa oknum guru itu berinisial BH (54), yang keseharian mengajar di SDN 151 Rejang Lebong.

Advertisement

"Lokasi penamaannya berjarak beberapa ratus meter dari tempatnya mengajar. Tanaman ganja ini ditanam di kebun belakang rumahnya. Dari lokasi penemuan ladang ganja ini, kami berhasil mengamankan sekitar 400 batang ganja," katanya.

Ratusan batang ganja ini ditanam tersangka BH di atas lahan seluas 1/4 hektare di sela-sela tanaman cabai. Agar tanaman itu tidak meninggi, dibengkokkan dengan cara diikat di sela-sela tanaman cabai.

"Pola tanam yang dilakukan BH ini dengan sistem tumpang sari, yakni menanam ganja bersama tanaman cabai miliknya. Agar tanaman ganja ini tidak terlihat orang lain, dia bengkokkan, kemudian diikat di sela-sela tanaman cabai," katanya menjelaskan.

Selain mengamankan tersangka berikut barang bukti 400 batang ganja, petugas menyita 5 kg daun ganja kering siap edar yang ditemukan saat penggeledahan di rumah BH.

Keberhasilan pengungkapan ladang ganja tersebut, kata dia, bermula dari informasi dari warga bahwa ada tanaman ganja di kebun milik BH. Informasi tersebut disampaikan warga kepada Polsek Bengko.

Mendapat informasi ini, Polsek Bengko melakukan penyelidikan. Setelah dipastikan kebenaran informasinya, pada hari Jumat (2/4) tim dari Polsek Bengko yang dipimpin oleh Kapolsek Ipda Hengki Noprianto langsung melakukan pengintaian.

Selanjutnya, pada hari Sabtu (3/4/2021) sekitar pukul 04.30 WIB, pihaknya mengamankan BH. Tersangka BH di hadapan petugas mengaku menanam ganja sekitar 1 tahun.

Ia juga mengaku beberapa kali menjual ganja kering hasil panen kepada para pembeli dalam bentuk paketan. BH mengaku tidak menyesal telah menanam tanaman yang dilarang pemerintah itu dan tahu konsekuensinya.

Sementara itu, Kepala Desa Lubuk Alai Nata Kusuma mengaku tidak mengetahui jika ada warganya yang berprofesi sebagai guru ASN yang menanam ganja di desanya.

"Dia memang tinggal dan mengajar di Desa Lubuk Alai. Namun, secara administrasi kependudukan, dia tercatat sebagai warga Desa Lawang Agung, Kecamatan SBU," kata Kades Nata Kusuma.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: ANTARA

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Menparekraf Ubah Pembuangan Sampah Jadi Taman Wisata Kreatif

Menparekraf Sandiaga Uno berkolaborasi dengan Laskar Krukut Luhur (Laskaru) menggelar program menciptakan kampung kreatif.

NEWS | 1 Februari 2023

Menteri Muhadjir Dorong Kenaikan Biaya Haji Dilakukan Bertahap

Menko PMK Muhadjir Effendy mengaku telah mengusulkan kepada Menteri Agama (Menag) agar menaikkan biaya haji secara bertahap.

NEWS | 31 Januari 2023

Kuasa Hukum Ricky Rizal: JPU Harus Cabut Tudingan Saya 1 Tim dengan Pengacara Sambo

Kuasa hukum terdakwa Ricky Rizal, Erman Umar minta JPU mencabut tudingan bahwa dia satu tim dengan penasihat Ferdy Sambo.

NEWS | 31 Januari 2023

Ganjar Targetkan Masjid Agung Jawa Tengah Rampung Akhir 2023

Ganjar Pranowo mengatakan, Masjid Agung Jawa Tengah atau MAJT di Magelang yang dimulai pembangunanya hari ini diharapkan rampung akhir 2023.

NEWS | 31 Januari 2023

Jokowi Berikan Kebebasan Kaesang Bila Ingin Maju ke Dunia Politik

Keinginan putra bungsu Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep untuk terjun ke dunia politik mendapat restu dari ayahnya.

NEWS | 31 Januari 2023

Kisah Bocah Perempuan 11 Tahun Lolos dari Penculikan di Semarang

Seorang bocah perempuan berusia 11 tahun lolos dari upaya penculikan dua orang tak dikenal seusai berbelanja di sebuah warung kelontong di Semarang,

NEWS | 31 Januari 2023

Data Pangan Sering Berbeda, Jokowi: Di Era Digital Harusnya Tidak Terjadi

Presiden RI Joko Widodo menyoroti masalah data produksi dan stok pangan yang kerap berbeda antara kementerian atau lembaga terkait.

NEWS | 31 Januari 2023

Presidensi G20 Indonesia Sukses, Jokowi: Modalnya Membangun Trust

Indonesia pada 2022 telah sukses memegang Presidensi Group of 20 (G20), forum kerja sama 20 ekonomi utama dunia.

NEWS | 31 Januari 2023

Turunnya Nilai Manfaat Dana Haji, Penyebab Biaya Haji Naik

Pakar kebijakan publik UPN Veteran, Achmad Nur Hidayat mengatakan, rencana kenaikan biaya haji dipicu turunnya nilai manfaat dana haji yang semakin kecil.

NEWS | 31 Januari 2023

Jadi Ketua ASEAN 2023, Jokowi: Ini Fokus Indonesia

Indonesia kembali menjadi ketua ASEAN tahun 2023 di tengah rivalitas antarnegara yang semakin tajam. Presiden Jokowi menegaskan, dalam kepemimpinan di ASEAN

NEWS | 31 Januari 2023


TAG POPULER

# Serial Killer


# Mahasiswa UI Ditabrak


# Tukang Becak Bobol BCA


# Biaya Haji 2023


# Pembunuhan di Depok


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Sri Mulyani: Modal Asing Masuk Pasar SBN Rp 48,53 Triliun

Sri Mulyani: Modal Asing Masuk Pasar SBN Rp 48,53 Triliun

EKONOMI | 10 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE