Logo BeritaSatu

Kebebasan Berpendapat Tuai Sorotan

Rabu, 14 April 2021 | 22:22 WIB
Oleh : Yeremia Sukoyo / CAR

Jakarta, Beritasatu.com - Iklim kebebasan berekspresi dan kebebasan akademik di Indonesia hingga saat ini menuai sorotan. Ada anggapan kebebasan berpendapat terus mengalami kemunduran. Jika terus dibiarkan, maka bukan tidak mungkin Indonesia akan kembali ke zaman otoritarian seperti era Orde Baru (Orba).

Ahli hukum Universitas Airlangga (Unair) Surabaya yang juga anggota Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI), Herlambang P Wiratraman menilai, saat ini kebebasan berekspresi di Indonesia terus terancam dengan adanya berbagai tekanan, intimidasi, hingga pemenjaraan.

“Yang menyebabkan kemunduran demokrasi, sangat beragam. Cirinya hingga ada pembatasan kebebasan berekspresi dan kebebasan akademik,” kata Herlambang dalam diskusi ALMI Scientist bertema “Kebebasan Ekspresi, Hukum, dan Dinamika Perkembangannya” di Jakarta, Rabu (14/4/2021).

Menurutnya, masa depan Indonesia tentunya bisa dikawal para intelektual publik untuk memperkuat benteng kebebasan akademik yang dianggap sebagai bagian dari kebebasan berekspresi. Kendati demikian, dalam kenyataannya, kebebasan akademik saat ini juga seolah ikut dibatasi seiring dengan upaya pembatasan kebebasan berekspresi.

Herlambang mengingatkan yang menyebabkan kemunduran demokrasi tentunya sangat beragam. Salah satu cirinya hingga ada pembatasan kebebasan berekspresi. Kebebasan tersebut seolah dibatasi dengan berbagai kebijakan, sepertinya masih adanya Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik (ITE).

Menurut Herlambang, serangan-serangan tidak hanya diterima oleh masyarakat yang vokal terhadap kondisi yang dihadapi masyarakat. Namun, serangan balik justru juga diterima oleh akademisi, ilmuwan hingga pers.

“Serangan-serangan marak terjadi mulai tahun 2015 sampai 2017. Itu konsisten terjadi. Sebagai contohnya adalah adanya pembubaran diskusi mahasiswa, peretasan akun akademisi, dan lain-lain,” ujarnya.

Untuk menghindar dari negara yang bersifat ototarian, menurut Herlambang, butuh komitmen politik yang kuat dari pemerintah. Semua dilakukan untuk sekaligus memberikan jaminan kebebasan berekspresi.

Ketika ada wacana revisi UU ITE, diakui Herlambang, publik sempat berharap banyak UU tersebut tidak dijadikan alat membatasi kebebasan berekspresi. Namun, pada kenyataannya, upaya revisi itu juga kandas di tengah jalan.

“Revisi UU ITE, masyarakat sipil tetap memberi masukan walaupun tidak bisa berharap banyak. Ruang untuk mendialogkan jangan terlalu masuk ruang privasi. Semua harus dipastikan agar negara tidak sewenang-wenang dalam penyelenggaraan teknologi digital, termasuk melindungi hak-hak digital,” katanya.

Herlambang menambahkan ketika zaman Orba yang bersifat ototarian, oposisi selalu disensor dan ditutup. Kalau yang sekarang malah lebih kompleks. Sensor masih ada, serangan-serangan digital, hingga upaya pemenjaraan yang menjadi bagian intimidasi.

“Cara membungkam kritik bukan hanya dengan cara ditutup aksesnya. Namun juga diserbu dengan informasi-informasi yang tidak relevan melalui buzzer. Hoax itu sudah menjadi produksi. Kita menginginkan republik ini menjamin kebebasan berpendapat dan berekspresi. Artinya, kita tidak ingin kembali ke ototarian,” demikian Herlambang.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Ganjar Pranowo: Pembangunan IKN Amanat Undang-undang

Ganjar Prawono mengatakan bahwa pembangunan IKN sesuai undang-undang tentu akan tetap dilaksanakan karena menjadi amanah undang-undang.

NEWS | 10 Desember 2022

Ganjar: Kawasan Industri Kendal Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi

Ganjar Prawono menyebutkan Kawasan Industri Kendal saat ini menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.

NEWS | 10 Desember 2022

5.000 Petugas Gabungan Bersihkan Material Bangunan Akibat Gempa Cianjur

5.000 petugas gabungan diterjunkan untuk membantu membersihkan puing dan material rumah yang rusak akibat gempa Cianjur,

NEWS | 10 Desember 2022

Ganjar Sebut Pernikahan Kaesang Jadi Ajang Pertunjukan Budaya

Ganjar Pranowo mengatakan, momen pernikahan Kaesang dengan Erina bakal menjadi ajang pertunjukan budaya. 

NEWS | 10 Desember 2022

Forensik Patahkan Teori Keluarga Tewas di Kalideres Akibat Mogok Makan

Tim forensik mematahkan teori yang menyebut satu keluarga tewas di Kalideres akibat mogok makan.

NEWS | 10 Desember 2022

Soal Hubungan dengan Jokowi, Ini Pengakuan Ganjar Pranowo

Ganjar Pranowo mengaku menjalin hubungan baik dengan Presiden Joko Widodo sejak ia masih menjabat sebagai anggota DPR.

NEWS | 9 Desember 2022

Mengenal Taman Pracima yang Jadi Lokasi Resepsi Pernikahan Kaesang-Erina

Taman Pracima, Solo, menjadi lokasi resepsi pernikahan Kaesang-Erina pada Minggu 11 Desember 2022.

NEWS | 9 Desember 2022

Panitia Siapkan Layar untuk Saksikan Akad Nikah Kaesang-Erina

Layar itu untuk masyarakat yang ingin menyaksikan prosesi akad nikah Kaesang-Erina di Mal Plaza Ambarrukmo, Sleman.

NEWS | 9 Desember 2022

BNPT: Masyarakat Harus Cerdas Deteksi Dini Ancaman Terorisme

Masyarakat harus diberikan pemahaman ada oknum yang melakukan tindak kejahatan terorisme tapi dibalut dengan bahasa keagamaan.

NEWS | 9 Desember 2022

Cianjur Revisi Rencana Pembangunan Sesuai Analisis BMKG

Pemkab Cianjurmerevisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) sesuai hasil analisa BMKG terkait Patahan atau Sesar Cugenang.

NEWS | 10 Desember 2022


TAG POPULER

# Muhammad Fadli


# Pernikahan Kaesang


# Kuat Ma'ruf


# Bom Bandung


# Gempa Terkini


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Menit Ke-35, Nehuel Molina Bawa Argentina Ungguli Belanda

Menit Ke-35, Nehuel Molina Bawa Argentina Ungguli Belanda

SEMESTA BOLA 2022 | 7 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE