Logo BeritaSatu

Kasus Suap Izin Ekspor Benur, KPK Buka Peluang Jerat Korporasi

Jumat, 16 April 2021 | 18:21 WIB
Oleh : Fana F Suparman / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka kemungkinan untuk menjerat korporasi dalam kasus suap perizinan ekspor benih bening lobster atau benur (BBL), termasuk PT Aero Citra Kargo (ACK) dan PT Perishable Logistics Indonesia (PLI). Dalam surat dakwaan terhadap mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowoterungkap peran kedua perusahaan tersebut.

Kedua perusahaan tersebut juga bekerja sama terkait pengiriman BBL dari para eksportir dengan tarif Rp1.800 yang terdiri dari Rp 1.350 per ekor jatah PT ACK, dan PT PLI mendapat Rp350 per ekor. Dengan skema tersebut, PT ACK mendapat keuntungan hingga Rp38 miliar dari izin ekspor BBL.

Advertisement

"Jika berdasarkan persidangan terungkap fakta hukum yang didukung dengan setidaknya dua bukti permulaan yang cukup ada dugaan keterlibatan pihak lain baik itu orang maupun korporasi tentu akan KPK tindaklanjuti," kata Plt Jubir KPK, Ali Fikri, Jumat (16/4/2021).

Meski demikian, Ali mengatakan saat ini Tim JPU fokus membuktikan unsur pasal suap sebagaimana uraian surat dakwaan para terdakwa.

"Untuk membuktikan dakwaan,Tim JPU tentu akan menghadirkan saksi-saksi yang memiliki relevansi dan memaparkan alat bukti lainnya," kata Ali.

Sebelumnya, Jaksa KPK mengungkapkan PT ACK yang memonopoli forwarder benur mencapai Rp38 miliar.

"Bahwa sejak PT ACK beroperasi pada bulan Juni 2020 sampai dengan bulan November 2020, PT ACK mendapatkan keuntungan bersih sebesar Rp38.518.300.187," kata Jaksa saat membacakan surat dakwaan terhadap Edhy di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (15/4/2021).

Keuntungan tersebut diterima PT ACK dari pemilik PT DPPP Suharjito dan perusahaan-perusahaan eksportir benih bening lobster lainnya. PT ACK bekerjasama dengan PT PLI terkait ekspor benur. PT PLI mengurus seluruh kegiatan ekspor benur, sedangkan PT ACK hanya berkoordinasi dengan perusahaan eksportir dan menerima keuntungan.

Dalam kerja sama itu, ditetapkan tarif ekspor benur sebesar Rp1.800 per ekor dengan pembagian PT PLI mendapatkan biaya operasional pengiriman sebesar Rp350 per ekor, sementara PT ACK mendapatkan sebesar Rp1.450 per ekor. Setiap sebulan sekali hingga 12 November 2020, para pemegang saham PT ACK, yakni Amri yang merupakan teman dekat Edhy Prabowo, kemudian Yudi Surya Atmaja, dan Achmad Bachtiar mendapat pembagian keuntungan seolah-olah sebagai deviden.

Amri mendapat total Rp12.312.793.625 yang ditransfer ke Bank BNI. Achmad Bachtiar mendapat Rp12.312.793.625, yang juga ditransfer ke rekening Bank BNI. Terakhir Yudi mendapat Rp5.047.074.000 yang ditransfer melalui rekening BCA.

Amri dan Achmad Bachtiar adalah nominee atau representasi dari Edhy Prabowo di PT ACK. Total uang deviden keduanya yang senilai Rp24.625.587.250 itu dikelola oleh staf Edhy Prabowo bernama Amiril Mukminin.

"Dikelola oleh Amiril Mukminin yang memegang buku tabungan dan kartu ATM milik Achmad Bahtiar dan Amri atas epengetahuan Terdakwa (Edhy Prabowo)," kata Jaksa.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Australia Bakal Ganti Gambar Ratu Elizabeth di Pecahan Uang Kertas 5 Dolar

Australia akan mengganti gambar Ratu Elizabeth II dari pecahan uang kertas 5 dolar A$ 5 dengan desain baru mencerminkan dan menghormati sejarah budaya Pribumi.

NEWS | 2 Februari 2023

Ibu Richard Eliezer Harap Anaknya Divonis Seringan-ringannya

Rynecke Alma Pudihang, ibu Bharada Richard Eliezer atau Bharada E berharap anaknya dapat divonis seringan-ringannya dalam kasus pembunuhan Brigadir J. 

NEWS | 2 Februari 2023

Polda Libatkan Tim TAA dalam Rekonstruksi Ulang Kecelakaan yang Tewaskan Mahasiswa UI

Polda Metro Jaya melibatkan tim TAA Korlantas Polri dalam rekonstruksi ulang kecelakaan yang menewaskan mahasiswa UI M Hasya Atalla Saputra.

NEWS | 2 Februari 2023

Kuasa Hukum Putri Candrawathi Ungkap Ada 11 Asumsi Jaksa Penuntut

Febri Diansyah, kuasa hukum Putri Candrawathi mengungkap ada 11 asumsi jaksa penuntut umum dalam menyusun tuntutan dan replik perkara Brigadir J. 

NEWS | 2 Februari 2023

Pembuat APK Undangan Nikah Palsu untuk Kuras Saldo Korban Ditangkap di Sulsel

Tim Cyber Mabes Polri menangkap pria berinisial IA yang membuat APK 99 dalam bentuk aplikasi undangan pernikahan palsu di Sulsel.

NEWS | 2 Februari 2023

Kuasa Hukum Richard Eliezer Tuding Jaksa Sedang Galau

Tim kuasa hukum Bharada Richard Eliezer atau Bharada E menuding jaksa sedang galau saat menuntut Eliezer 12 tahun penjara atas kasus Brigadir J. 

NEWS | 2 Februari 2023

Pelaku Bom di Masjid Pakistan Berseragam Polisi

Pelaku bom di masjid yang menewaskan 101 orang di markas polisi di Pakistan berseragam polisi dan helm ketika melakukan serangan.

NEWS | 2 Februari 2023

Mahasiswa UI Tewas Ditabrak Jadi Tersangka, Legislator: Polisi Harus Komprehensif

Anggota Komisi III DPR Taufik Basari meminta polisi komprehensif menangani kasus kecelakaan Hasya Athallah mahasiswa UI tewas ditabrak malah jadi tersangka.

NEWS | 2 Februari 2023

Sopir Ojol yang Tolong Hasya Mahasiswa UI Tidak Lihat Ada Luka di Tubuh Korban

Agus, seorang sopir ojol mengaku tidak melihat luka pada tubuh Hasya Athallah saat menolong mahasiswa UI itu usai kecelakaan dengan pensiunan polisi.

NEWS | 2 Februari 2023

Hakim Bakal Jatuhkan Vonis ke Eliezer pada 15 Februari

Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) bakal menjatuhkan vonis terhadap Bharada Richard Eliezer atau Bharada E, Rabu (15/2/2023).

NEWS | 2 Februari 2023


TAG POPULER

# Harga Bawang


# Koalisi Indonesia Bersatu


# Bunda Corla


# Serial Killer


# Penculikan Anak


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Australia Bakal Ganti Gambar Ratu Elizabeth di Pecahan Uang Kertas 5 Dolar

Australia Bakal Ganti Gambar Ratu Elizabeth di Pecahan Uang Kertas 5 Dolar

NEWS | 4 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE