Logo BeritaSatu

Daniel Dhakidae Letakkan Fondasi bagi Kaum Intelektual Muda

Sabtu, 17 April 2021 | 22:25 WIB
Oleh : Fana F Suparman / CAR

Jakarta, Beritasatu.com - Jejak pemikiran dan intelektualitas mantan pengasuh majalah akademik Prisma terbitan Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES), Daniel Dhakidae yang meninggal dunia pada usia 75 tahun, pada Selasa (6/4/2021) memiliki ruang tersendiri bagi kaum cendekiawan bangsa Indonesia.

Berbagai pemikiran yang dituangkan Daniel dalam tulisan untuk Majalah Prisma hingga sejumlah buku seperti “Cendekiawan dan Kekuasaan Dalam Negara Orde Baru” (2003), dan “Menerjang Badai Kekuasaan” (2015) serta buku yang disuntingnya bersama Vedi Renandi Hadiz “Social Science and Power in Indonesia” (2005), masih relevan untuk menjadi rujukan dalam memahami kondisi bangsa saat ini.

Daniel yang juga mantan Kepala Litbang Kompas dinilai telah meletakkan fondasi bagi para kaum intelektual muda Indonesia, terutama bidang sosial dan media massa di masa kini dan masa mendatang.

Jurnalis Agustinus Tetiro menyebut tema besar pemikiran Daniel berpusat pada kekuasaan. Tak hanya itu, menurut Agustinus, sebuah “pelanggaran” jika seorang cendekiawan yang menggeluti persoalan kekuasaan di Indonesia tanpa membaca karya Daniel.

“Karya-karya Daniel membantu banyak orang untuk dengan serius memikirkan dan mengambil tindakan di depan kekuasaan,” ungkap Gusti, sapaan Agustinus Tetiro dalam diskusi “Relevansi Pemikiran Daniel Dhakidae untuk Intelektual Muda” yang digelar Ide Sejuk secara daring, Sabtu (17/4/2021).

Peneliti Politik Kekerasan dan Militer di Asia Pasifik, Hipolitus Wangge mengatakan intelektualitas Daniel semakin terasah saat menempuh pendidikan di Cornell University. Dengan supervisi salah satunya Indonesianis ternama Benedict Anderson, Daniel merampungkan disertasinya yang berjudul “The State, the Rise of Capital, and the Fall of Political Journalism: Political Economy of Indonesian News Industry”. Disertasi tersebut mendapat penghargaan The Lauriston Sharp Prize dari Southeast Asian Program Cornell University, karena dinilai telah memberikan sumbangan luar biasa bagi perkembangan ilmu pengetahuan.

“Bagi saya itu yang mempengaruhi karya intelektual Daniel sampai dia meninggal,” kata Hipo, sapaan Hipolitus Wangge.

Disertasi tersebut membantu para peneliti seperti Hipo walau bukan praktisi media untuk memahami kronologis sejarah media di Indonesia dari media sebagai alat pergerakan, menjadi industri besar yang mempengaruhi negara hingga negara dan pemilik modal mempengaruhi kerja wartawan.

“Masih relevan, terlepas dari adanya kajian-kajian terbaru, sebagai salah satu karya-karya awal untuk media di Indonesia, disertasi pak Daniel ini sangat membantu,” katanya.

Hipo menambahkan, Daniel meletakkan definisi cendekiawan atau intelektual sebagai definisi kerja. Sebagai definisi kerja, Daniel, kata Hipo melihat intelektual bukan sebagai entitas tunggal yang terlepas dari berbagai persoalan di lingkungannya. Sebaliknya, intelektual dibangun dari relasi dengan berbagai medan yang ada di sekelilingnya, seperti modal dan kekuasaan.

Hipo menekankan, tiga karya buku yang ditulis Daniel meletakkan standar intelektual sepatutnya bekerja. Untuk itu, kata Hipo, pertanyaan selanjutnya bukanlah siapa yang yang akan menggantikan Daniel sebagai cendekiawan atau siapa yang akan mewarisi tradisi intelektual Daniel. Namun, yang terpenting bagaimana karya-karya Daniel menginsipirasi orang untuk bekerja di bidang masing-masing.

“Dari tiga karya ini bagi saya Daniel meletakkan gold standard. Artinya dia meletakkan sesuatu yang cukup kuat bukan hanya sebagai fondasi tetapi alat ukur buat siapapun yang punya panggilan yang sama. Bagi saya intelektual itu bukan hanya soal keutamaan itu sebagai panggilannya dan sebagai panggilan dia harus punya perananan. Daniel cukup sungguh-sungguh bukan hanya menjadikan itu sebagai panggilannya, tapi dia memainkan peranannya dan dia sungguh-sungguh memainkan peranannya,” ujarnya.

Max Biae Dae sebagai penulis “Eksegese Orang Jalanan” yang juga kerabat Daniel, bercerita mengenai masa kecil Daniel di Kampung Toto Wolowae, Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Max menyatakan Daniel mendapat asupan makanan bergizi sejak kecil berupa telur dan daging ayam, mengingat sang ibu memelihara hewan unggas tersebut. Selain itu, Max menuturkan, secara genetik, Daniel memiliki bakat kepemimpinan dari kakeknya baik dari pihak ibu maupun ayah yang merupakan pemuka masyarakat di Nagekeo.

“Daniel besar dalam kepemimpinan dua orang ini (kedua kakeknya). Ini proses yang terbentuk sampai dia menjadi orang intelektual seperti yang kita kenal sekarang ini,” kata Max.

Selain faktor genetik, kata Max, kepemimpinan Daniel terbentuk dari berbagai pengalaman yang dilaluinya. Tak hanya memiliki bakat kepemimpinan, Max menuturkan, Daniel mengasah bakat bermain musik berkat sang paman yang berbakat dalam memainkan alat musik biola. Sementara untuk bakat bahasa, Max menuturkan kampung halaman Daniel berada di perbatasan antara Ende dan Nagekeo membentuk bakatnya tersebut. Apalagi, kampung halaman mereka dekat dengan pelabuhan.

“Ini menjadi pintu masuk yang bagus ketika belajar bahasa Latin, Jerman dan Inggris. Artinya struktur secara genetik sudah terbentuk sedari kecil,” ucap Max.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Kasus Positif Covid-19 di Indonesia Didominasi XBB dan BQ.1

Kasus positif Covid-19 selama satu minggu ini mengalami penurunan meski di 12 provinsi justru terjadi peningkatan.

NEWS | 2 Desember 2022

Lebih 200 WNI Pemetik Buah di Inggris Terkatung-katung dan Terbelit Utang

Lebih dari 200 WNI yang bekerja memetik buah di Inggris hidup terkatung-katung dan terbelit utang hingga ratusan juta rupiah.

NEWS | 2 Desember 2022

Suara Bulat, Komisi I DPR Setujui Yudo Margono Jadi Panglima TNI

Komisi I DPR menyetujui Laksamana Yudo Margono sebagai Panglima TNI dengan suara bulat, tanpa lewat voting.

NEWS | 2 Desember 2022

Pemberhentian dengan Hormat Jenderal Andika Perkasa Disetujui

Komisi I DPR menyetujui pemberhentian dengan hormat Jenderal TNI Andika Perkasa sebagai Panglima TNI, Jumat (2/12/2022).

NEWS | 2 Desember 2022

Hasil Gelar Perkara Tambang Ilegal Tak Disampaikan, Ini Alasan Polri

Bareskrim Polri menyatakan tidak menyampaikan hasil gelar perkara kasus tambang ilegal untuk kepentingan investigasi selanjutnya.

NEWS | 2 Desember 2022

Hingga Hari Ini, Gempa Susulan di Cianjur Terjadi 373 Kali

Gempa susulan di Cianjur, Jawa Barat hingga saat ini sudah terjadi sebanyak 373 kali hingga hari ini, Jumat (2/12/2022) sore.

NEWS | 2 Desember 2022

Telkom Raih Penghargaan Indonesia's SDGs Action Awards 2022

Penghargaan ini diserahkan Menteri Bappenas Suharso Monoarfa dan diterima langsung oleh Direktur Human Capital Management (HCM) Telkom, Afriwandi.

NEWS | 2 Desember 2022

Zulhas: PAN Pertimbangkan Aspirasi Dukung Ganjar untuk 2024

Zulhas menampung aspirasi dari DPW PAN Jawa Tengah (Jateng) untuk mencalonkan Ganjar Pranowo sebagai calon presiden PAN di Pemilu Presiden 2024.

NEWS | 2 Desember 2022

Hingga Hari Ini, Rumah Rusak Akibat Gempa Cianjur 29.989 Unit

Bupati Cianjur Herman Suherman mengungkapkan, total rumah rusak akibat gempa Cianjur, Jawa Barat hingga hari ini, Jumat (2/12/2022) mencapai 29.989 unit.

NEWS | 2 Desember 2022

Pemilu 2024, Yudo Margono Pastikan TNI Bakal Netral

Laksamana Yudo Margono memastikan bahwa TNI akan tetap netral pada pelaksanaan Pemilu 2024 mendatang.

NEWS | 2 Desember 2022


TAG POPULER

# Penumpang Air Asia Diseret


# Tenda Sakinah


# Piala Dunia 2022


# Paspampres Perkosa Kostrad


# Sidang Ferdy Sambo


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Ari Lasso Tak Favoritkan Eropa di Piala Dunia 2022

Ari Lasso Tak Favoritkan Eropa di Piala Dunia 2022

SEMESTA BOLA 2022 | kurang dari 1 detik yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE