Logo BeritaSatu

Ini Pasal Pemicu Hilangnya Pendidikan Pancasila dalam PP 57/2021

Minggu, 18 April 2021 | 18:04 WIB
Oleh : Natasia Christy Wahyuni / JAS

Jakarta, Beritasatu.com – Wakil Ketua Umum Asosiasi Guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia (AGPPKnI), Satriwan Salim, mengungkapkan pasal yang menjadi pemicu dari revisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 57 tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP). Satriwan mengatakan lahirnya PP 57/2021 secara esensial merevisi PP SNP sebelumnya yaitu PP Nomor 32 Tahun 2013 dan PP Nomor 19 Tahun 2005.

“Mengingat perlu adanya pembaruan dan kontekstualisasi atas standar nasional pendidikan, dengan kata lain, aturan baru ini dibuat untuk mengikuti dan menyesuaikan perkembangan kebijakan pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,” kata Satriwan saat dihubungi Beritasatu.com, Minggu (18/4/2021).

Satriwan mengatakan PP 57/2021 mencantumkan secara jelas nomenklatur mengenai Asesmen Nasional dan Kerangka Dasar Kurikulum yang tidak ada dalam PP SNP sebelumnya.

"Namun, yang sangat disayangkan dalam Pasal 40 angka (3) tidak lagi memuat Pendidikan Pancasila dan Bahasa Indonesia sebagai mata pelajaran atau mata kuliah wajib khususnya di perguruan tinggi,” ujar Satriwan yang juga Koordinator Nasional Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G).

Padahal, merujuk Pasal 35 UU Nomor 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi tertuang sangat jelas dan eksplisit tertulis sebagai berikut:

"Kurikulum Pendidikan Tinggi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib memuat mata kuliah:

a) agama;

b) Pancasila;

c) kewarganegaraan; dan

d) bahasa Indonesia.

Namun, dalam PP SNP baru ini jelas sekali menghilangkan Pancasila dan Bahasa Indonesia. Padahal dalam konsideran: "mengingat", PP SNP jelas merujuk kepada UU Pendidikan Tinggi (PT). Tapi isi PP SNP sendiri bertentangan dengan UU PT.

“Kami menduga, hilangnya Pancasila dan Bahasa Indonesia ini merupakan kesalahan tim penyusun baik secara prosedural, formal, maupun substansial,” tandas Satriwan.

Satriwan mengatakan hilangnya Pancasila dan Bahasa Indonesia dalam kurikulum Perguruan Tinggi ini murni keteledoran tim penyusun (human error). Bukan atas dasar kesengajaan yang tentunya bertentangan dengan undang-undang.

Sebelumnya, Mendikbud Nadiem menegaskan PP 57/2021 yang baru saja dikeluarkan, tidak bermaksud menghilangkan muatan Pancasila dan Bahasa Indonesia. Nadiem mengakui adanya kesalahan persepsi (mispersepsi) sehingga dirinya akan mengajukan revisi atas PP tersebut.

“Kami di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan segera mengajukan revisi dari PP SNP ini terkait substansi kurikulum wajib agar tidak ada mispersepsi lagi,” ujar Nadiem dalam pernyataannya secara virtual, Jumat (16/4/2021).



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Densus 88 Antiteror Gerak Cepat Investigasi Teror Bom Bandung

Densus 88 Antiteror Polri sedang menginvestigasi aksi teror bom Bandung di halaman Mapolsek Astana Anyar, Rabu (7/12/2022).

NEWS | 7 Desember 2022

Teror Bom Bandung, Pelaku Terobos Barisan Apel Polisi

Pelaku teror bom Bandung atau tepatnya di Polsek Astana Anyar, Bandung, Jawa Barat, menerobos barisan apel polisi.

NEWS | 7 Desember 2022

Pedagang Angkringan Dapat Undangan Pernikahan Kaesang dan Erina

Seorang pedagang angkringan di Solo mendapatkan undangan pernikahan Kaesang Pangarep dan Erina Gudono.

NEWS | 7 Desember 2022

Gempa M 6,2 Tak Timbulkan Kerusakan Signifikan di Jember

Gempa dengan magnitudo 6,2 yang terjadi pada Selasa (6/12/2022) siang tidak menimbulkan kerusakan signifikan di wilayah Kabupaten Jember.

NEWS | 7 Desember 2022

Seorang Pria Diduga Jadi Pelaku Dugaan Bom Bunuh Diri Bandung

Dari berbagai foto yang beredar terlihat seorang pria tertelungkup dengan kondisi bagian punggung yang hancur. Terlihat pula potongan satu kaki yang terlempar.

NEWS | 7 Desember 2022

Kabar Meninggal Lord Rangga Jadi Trending Topics di Twitter

Berita meninggalnya Edi Raharjo alias Lord Rangga yang tenar berkat klaim kerajaan Sunda Empire langsung jadi trending topics di media sosial Twitter.

NEWS | 7 Desember 2022

Ledakan di Polsek Astana Anyar Bandung, Polri: Dugaan Bom Bunuh Diri

Polri menduga kuat bahwa ledakan di Mapolsek Astana Anyar Polrestabes Bandung karena bom bunuh diri.

NEWS | 7 Desember 2022

Polri Benarkan Adanya Ledakan Bom di Polsek Astana Anyar Bandung

Ledakan hebat diduga bom bunuh diri di halaman Mapolsek Astana Anyar Polrestabes Bandung Jalan Astana Anyar Nomor 340, Kota Bandung.

NEWS | 7 Desember 2022

Ini Kronologi Ledakan Bom Bandung di Polsek Astana Anyar

Bom bunuh diri terjadi di Polsek Astana Anyar Bandung, menurut Kapolrestabes Bandung, Kombes pol Aswin Sipayung ledakan dilakukan pada pukul 08.20 WIB.

NEWS | 7 Desember 2022

Ledakan di Bandung Diduga Bom Bunuh Diri

Bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar Bandung, Hingga kini polisi masih menyelidiki dan mengamankan area lokasi ledakan diduga bom tersebut.

NEWS | 7 Desember 2022


TAG POPULER

# Bom Bandung


# Ferdy Sambo


# Gempa Cianjur


# Pernikahan Kaesang


# KKB Tembak Mati


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Van Gaal: Permainan Brasil Mirip Belanda

Van Gaal: Permainan Brasil Mirip Belanda

SEMESTA BOLA 2022 | 4 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE