Logo BeritaSatu

Pengamat: Densus 88 Bisa Tangkap Simpatisan KKB di Luar Papua

Minggu, 2 Mei 2021 | 18:17 WIB
Oleh : Yeremia Sukoyo / FMB

Jakarta, Beritasatu.com- Pemerintah Indonesia secara resmi telah menetapkan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua sebagai kelompok teroris. Atas predikat tersebut, penanganan kelompok teroris di Papua tentunya juga berlandaskan UU Terorisme yang masuk dalam extraordinary crime.

Pendiri Negara Islam Indonesia (NII) Crisis Center, Ken Setiawan, menilai, penetapan KKB sebagai teroris sudah sangat tepat. Namun demikian, tentunya juga harus disebutkan dengan jelas siapa pemimpin dan nama kelompoknya. Seperti kelompok teroris Goliat Tabuni, kelompok teroris Kely Kwalik, kelompok teroris Lekagak Telenggen, dan lain-lain.

Advertisement

"Jangan sampai salah menyebut sebagai kelompok teroris Papua, karena akan membuat marah warga Papua lain yang tidak mendukung. KKB hanya segelintir saja, sementara mayoritas masyarakat Papua secara umum masih cinta NKRI," kata Ken, di Jakarta, Minggu (2/5/2021).

Sebutan KKB yang selama ini disematkan kepada pemberontak bersenjata di Papua tentunya sudah memiliki dampak psikologis bagi masyarakat Papua. Apalagi, jika dalam perkembangannya pemerintah hanya menyebutkan kelompok teroris Papua, tanpa menyebut nama pimpinan dari kelompok tersebut.

Menurutnya, seluruh tindakan KKB memang sudah memenuhi unsur aksi terorisme. Disebut sebagai teroris karena masuk dalam setiap perbuatan yang menggunakan kekerasan atau ancaman yang menimbulkan suasana teror atau rasa takut secara meluas yang dapat menimbulkan korban secara massal.

"Termasuk menimbulkan kerusakan atau kehancuran terhadap obyek vital yang strategis terhadap lingkungan hidup, fasilitas publik atau fasilitas internasional dengan motif ideologi, politik, dan keamanan," ungkap Ken.

Setelah masuk dalam kelompok teroris, maka Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror bisa melakukan upaya preventif strike atau pencegahan keras. Artinya Densus 88 bisa menangkap siapa saja yang sudah bergabung dengan KKB, sudah latihan dan persiapan persiapan aksi teror, atau mendukung aksi-aksi kelompok bersenjata di Papua.

"Termasuk juga mereka yang mendukung di medsos. Di antaranya seperti Veronica Koman yang selama ini mendukung KKB di Twitter, bisa ditangkap atas dugaan terorisme sesuai UU 5 tahun 2018," ucapnya.

Penangkapan tentunya juga bisa dilakukan terhadap aktivis-aktivis pro KKB yang berada di kota-kota lain di seluruh Indonesia. Jika ada indikasi mendukung KKB maka bisa dijerat dan dihukum sesuai dengan UU Terorisme.

Di sisi lain, jika kekuatan Densus 88 (Polri) dianggap belum berhasil menumpas teroris KKB, maka bisa meminta bantuan TNI. Bahkan juga termasuk pasukan khusus TNI dalam operasi penegakan hukum terhadap terorisme.

"Namun perlu segera ada Perpres TNI dalam mengatasi terorisme sebagai payung hukum dan bisa segera ditandatangani oleh Presiden Jokowi," katanya.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Alasan Dituntut Ringan 2 Tahun, Chuck Putranto Sopan dalam Memberikan Kesaksian

JPU menuntut dua tahun pidana penjara terhadap Chuck Putranto terdakwa perintangan penyidikan tewasnya Brigadir J.

NEWS | 27 Januari 2023

Mahasiswa UI Hasya Tewas Ditabrak Malah Tersangka, Polda Metro: Kelalaian Korban Sendiri

Polda Metro Jaya menjelaskan alasan ditetapkannya tersangka mahasiswa UI M Hasya Athalah yang tewas diduga ditabrak oleh pensiunan polisi.

NEWS | 27 Januari 2023

Lakukan Ini untuk Jaga Keamanan Rekening Bank

OJK mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati dalam menjaga kerahasiaan data pribadi demi keamanan rekening bank.

NEWS | 27 Januari 2023

Pengurus Soksi Siap Menangkan Partai Golkar di Pemilu 2024

Ketua Umum Soksi Ali Wongso Sinaga menegaskan komitmen Soksi untuk memenangkan Partai Golkar di Pemilu 2024 mendatang.

NEWS | 27 Januari 2023

Tuntut Agus Nurpatria 3 Tahun Penjara, Jaksa: Coreng Institusi Polri

JPU menuntut Agus Nurpatria dijatuhi hukuman tiga tahun penjara karena merintangi penyidikan pembunuhan Brigadir J.

NEWS | 27 Januari 2023

Dituntut 2 Tahun Penjara, Ini Hal yang Memberatkan Chuck Putranto

JPU menuntut Chuck Putranto dipenjara dua tahun karena terlibat dalam perintangan penyidikan tewasnya Brigadir J.

NEWS | 27 Januari 2023

Kasus Brigadir J, Agus Nurpatria Dituntut 3 Tahun Penjara

JPU hukuman 3 tahun pidana penjara terhadap Agus Nurpatria kasus tewasnya Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

NEWS | 27 Januari 2023

Pipa Gas Negara di Tangerang Meledak, 4 Rumah Warga Rusak

Empat rumah rusak akibat pipa Gas Negara (PGN) di Perumahan Wisma Harapan, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang meledak.

NEWS | 27 Januari 2023

Rumah Kos di Otista Hangus Terbakar

Satu unit rumah berlantai dua yang dijadikan tempat indekos di Jalan Otista Raya 78 terbakar pada Jumat (27/1/2023).

NEWS | 27 Januari 2023

Zona Nyaman Bikin AHLAK PNS Rendah, Menpan RB: Kultur Ini Harus Diubah!

Menteri PAN RB Abdullah Azwar Anas menyinggung perilaku ASN yang berada di zona nyaman dan tidak mau berubah.

NEWS | 27 Januari 2023


TAG POPULER

# Pleidoi Ferdy Sambo


# Serial Killer


# RUU Kesehatan


# Insiden Lion Air


# Biaya Haji 2023


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Alasan Dituntut Ringan 2 Tahun, Chuck Putranto Sopan dalam Memberikan Kesaksian

Alasan Dituntut Ringan 2 Tahun, Chuck Putranto Sopan dalam Memberikan Kesaksian

NEWS | 11 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE